Mengikuti Takdirnya

Mengikuti Takdirnya
Bab 3 : Rasa


__ADS_3

Billy. Ya, pahlawan itu adalah Billy Askandar. Siswa siswi yang ada di sekitarnya sangat melihat kejadian ini.


"Kamu gak papa?" tanya Billy


Adira menggelengkan kepalanya dan menjawab


"Gak papa. Makasih"


Adira beranjak pergi, namun Billy menghadang Adira.


"Kamu mau kemana?" tanya Billy


"Ke kelas" jawab Adira lalu berjalan


Lagi lagi Billy menghadang nya


"Mau ngapain?" tanya Billy


"Gak usah kepo. Plis jangan ikutin aku!" tegas Adira


Akhirnya Adira dapat pergi dari Billy. Adira pun sampai di kelas dan berjumpa dengan Nadya.


"Em.. Adira. Tadi, Susan minta aku untuk kerjain tugas matematika dia . Harus selesai besok. Aku kan gak terlalu pintar dalam pelajaran matematika, jadi aku mau kamu untuk bantuin tugas tugasnya dia. Boleh?" izin Nadya


"Boleh kok. Kerjain tugas nya dimana?" tanya Adira


"Gimana kalo... Di rumah kamu aja, tapi kalo kamu gak keberatan" jawab Nadya


"Ya udah, boleh. Jadi, pulang sekolah, kamu datang ke rumah aku?" tanya Adira


"Iya"


"Tapi... Kok Susan bisa bisa nya nyuruh kamu kerjain tugas kimia dia?" tanya Adira


"Biasalah Ra, mereka itu kan, layaknya seorang antagonis di sinetron sinetron" jawab Nadya


"Tapi Ra, kamu udah makan belum?" tanya Nadya


"Belum" jawab Adira


"Ya udah, kita ke kantin yuk!" ajak Nadya


"Bukannya kamu udah ke kantin ya?" tanya Adira


"Belum. Aku tadi keluar kelas nggak langsung ke kantin, tapi ke mushola, mau sholat duha dulu" jawab Nadya


"Oh. Ya udah, yuk!"


Mereka pun ke kantin untuk makan. Sepertinya, Adira dan Nadya akan semakin dekat.

__ADS_1


"Duduk dimana?" tanya Nadya


"Em... Di sini aja" jawab Adira sambil menunjukkan arah ke meja yang dekat dengan atalase pemesanan.


"Kamu mau makan apa?" tanya Nadya


"Em... Ada batagor gak?" tanya Adira


"Ada. Minumannya?" tanya Nadya


"Em... Air putih aja" jawab Adira


"Bentar ya"


Nadya pun memesan 2 batagor dan 2 air putih. Ia duduk di dekat Adira. Mereka mengobrol dan pada akhirnya, pesanan pun datang.


"Baru pertama kalinya aku makan di sini. Biasanya kan, aku bawa cemilan dari rumah. Sekarang, lebih enak, karena bisa ke kantin dan ada teman" ujar Adira


"Tapi.. Kenapa kamu gak suka ke kantin di waktu istirahat?" tanya heran Adira yang memang itu fakta


"Aku itu, 100% malu kalo sendiri, kecuali ada keperluan ke luar rumah hanya sebentar." jawab Adira


"Gimana kalo... Aku, jadi teman dekat kamu? Yang selalu ada di samping kamu" tawar Nadya


"Serius?" tanya Adira


"Serius. Dua rius malah" jawab Nadya


"Iya. Aku setia" jawab Nadya


"Bener yah. Jangan sampai langgar. Aku gak mau kejadian itu terulang lagi" sahut Adira


"Kejadian yang mana?" tanya Nadya


"Dulu, kelas 2 sampai kelas 3 SD, aku punya temen dekat. Dan pada akhirnya, setelah aku berubah menjadi dewasa, dia berpaling" jawab Adira


"Tenang Ra, aku setia kok. Aku juga emang gak punya temen di sekolah ini, tapi, aku selalu berusaha untuk berteman sama Febby, Enzy, dan Amanda. Tapi... Tetep aja gak bisa" ujar Nadya


KRING!!!


Bel masuk berbunyi. Semua siswa sisiwi beranjak pergi menuju kelas masing masing. Pembelajaran tersebut di mulai dan menerangkan sebuah pelajaran.


13.30 . SMP Kelas 2 pun pulang.


...----------------...


Nadya dan Adira sedang mengerjakan tugas yang di suruh Susan. Namun dalam kamar Adira tak ada sosok Adira, melainkan hanya Nadya. Kemana Adira?


Rupanya Adira berada di dapur, sedang membuat jus untuk Nadya yang kini menjadi sahabatnya. Membawa jus dan cemilan di bawah nampan.

__ADS_1


Mereka berdiskusi, mencari tau dan mengisi tugas matematika milik Susan. 50 menit sudah berlalu. Tugas milik Susan sudah selesai, kini waktunya mereka beristirahat.


"Keluarga kamu pada kemana?" tanya Nadya


"Papa sama Mama aku lagi silaturrahmi ke Cirebon" jawab Adira


"Nad... Kamu itu suka sholat sunah ya?" tanya Adira


"Iya, Alhamdulillah" jawab Nadya


"Kenapa kamu gak langsung ambil hijab aja ke kepala kamu? Kan biar seimbang dengan perjalanan istiqomah kamu" sahut Adira


"Aku... Belum siap Ra. Aku takut, kalo aku gak bisa pakai hijab setiap waktu. Dan aku juga takut, kalo udah pakai, nanti di tengah jalan buka. Kan sia sia" ujar Nadya


"Semoga kamu cepat dapat hidayah dari Allah" ucap Adira


"Aamiin. Makasih atas doa yang baiknya. Semoga kamu juga dapat rahmat, dan berkat Allah" ucap Nadya


"Aamiin"


"Oh ya Ra.. Kamu ada hubungan apa sama Billy?" tanya Nadya


"Billy? Anak baru itu?" tanya balik Adira


"Iya.. Aku liat kamu sama Billy di lapangan bola basket, kamu lagi natap bola itu, Billy lagi memegang bola basket itu dari arahan wajah kamu biar gak kenapa napa" ujar Nadya


"Dari mana kamu tau?" tanya Adira


"Di story nya Febby di instagram dan whatsapp. Nih lihat deh" Nadya meraih ponselnya dari saku celana dan memperlihatkan nya kepada Adira sebagai bukti


Nampaknya terlihat jelas di sana. Seperti adegan sweet yang ada pada sinetron.


"Ha?? Aduuuh... Kok bisa sih Febby ambil kesempatan buat foto dan video?" geram Adira


"Emang kamu suka ya sama Billy" tanya Nadya


"Enggak! Nggak! Aku nggak suka sama dia, sama sekali NGGAK!!!" tegas Adira


^^^


Billy. Pulang dari sekolah langsung merebahkan tubuh nya di kasur. Teringat kejadian dengan Adira.


memang masih di bawah umur


Tapi... Suatu hari nanti aku akan mendatangi orangtua mu...


Untukmu... Wahai kau bernama Sherly Adira Kawilarang.


Kalimat itu tertulis di buku catatan Billy tentang Adira. Apakah Billy yakin bahwa ia akan menghadap orang tua nya?

__ADS_1


Seperti nya... Cerita itu akan di tulis 2028 namun entahlah...


.......


__ADS_2