Mengikuti Takdirnya

Mengikuti Takdirnya
Bab 4 : Galang


__ADS_3

Pagi tiba. Adira sedang makan bersama sang ayah di meja makan.


"Oh ya Ra,, Kamu masih ingat sama Galang,? anaknya om Candra" tanya pak Jordy


"Masih kok. Emang kenapa?" tanya Adira


"Mulai hari ini, Galang bakal sekolah bareng sama kamu" ujar pak Jordy


"Uhuk... Uhuk... Uhuk..."


Tiba tiba Adira terbatuk saat mendengar perkataan sang ayah,, ia pun sedang memasukkan makanan ke dalam mulut


"Eehhh... Kamu kenapa?" tanya cemas pak Jordy


Adira meminum air putih agar makanan segera menuju ke perut.


"Kalo makan hati hati, jadi keselek kan" ucap pak Jordy


"Adira berangkat sekarang ya Yah" sahut Adira sambil menggendong tas nya dan mencium tangan


"Hati hati ya, jangan sampai batuk lagi kayak tadi" ucap pak Jordy


"Masa di jalan sambil makan?" tanya Adira tak tau maksud nya


"Jangan sampai batuk di jalan, bukan berarti sambil makan. Tapi jangan sampai batuk di jalan terkena debu, polusi dan asap" jawab pak Jordy


"Iya. Assalamualaikum"


"Wa'alaikumussalam"


......................


"Akhirnya... Gue bisa ke kota kuningan,, bisa ketemu lagi sama Adira. Gak sabar deh ketemu dia,, pasti sekarang dia makin cantik... Aaa..." batin Galang yang sedang mengendarai motor


Adira telah sampai di gerbang, tibalah Galang dengan mengklakson, memberi AWAS pada Adira. Sebetulnya, dia tidak tau itu adalah Adira


"Woyyy awas woy"


"Ted Ted"


"Srrttt...."


"Astagfirullah"


Rok Adira terkena cepretan genangan air di jalan itu olah nya Galang.


Galang, motornya pun jatuh dan kenungkinan motornya rusak. Galang yang melihat spion rusak pun kecewa dan marah. Ia beranjak dan segera memarahi gadis tadi.


"Heh... Lo punya kuping gak sih? Kan tadi gue kasih klakson napa lo gak ngeindar?" sewot Galang


Adira berdiri dan menatap Galang. Ternyata... Dia Galang..


"Kamu Galang?" tanya Adira


"Lo tau nama gue dari mana?" tanya Galang


"Jadi, kamu lupa sama teman kecil kamu dulu?" tanya Adira


"Maksudnya??" tanya Galang


"Kamu cari tau sendiri. Dan kamu pasti akan terkejut saat mengenali ku" tutur Adira

__ADS_1


Adira pergi menghiraukan motor Galang yang rusak. Sementara dengan Galang, masih bingung dengan siapa dia.


"Tu cewek siapa sebenarnya ya? Teman kecil kamu dulu? Apa jangan jangan,,, dia Adira?" batin Galang


"Heyyy... Adira..."


Galang mengejar Adira yang belum jauh dari jejaknya. Akhirnya ia telah dekat dengan Adira. Ia menarik tangan Adira dan hampir jatuh ke pelukan Galang.


)Sosok lain, Billy melihat Adira dan Galang di sana(


Namun Adira yang sholeha dapat mencegah itu dengan cepat dan menjaga jarak darinya. Ia takut bahwa Galang tidak betul betul baik lagi. Lihat saja tadi, dia marah, dan dia menarik sambil menjatuhkan nya di pelukan. Namun untung saja.


"Adira... Kamu...." Galang mendekati langkah tepat Adira, namun semakin dekatnya Galang, Adira semakin mundur


"Kok kamu mundur sih? Kamu takut aku jahat?" tanya Galang


"Galang... Aku udah mulai dewasa sekarang, menjadi muslimah dan beranjak dewasa. Kita bukan makhrom, jadi kita tetap harus ada jarak" jawab Adira


"Tapi... Kamu Adira kan?" tanya Galang


"Iya" jawab Adira


"Kamu kenal aku?" tanya Galang


"Hmmm"


"Ya udah,, kita masih teman kali, jadi boleh kalo deket" ujar Galang lalu berlari di samping Adira dan menggenggam tangan Adira


"Astagfirullah... Lepasin gak"


Dengan cepat Billy datang dan melepaskan tangan Adira dari Galang


"Gue... Sahabatnya Adira." jawab Billy


"Lo cuman sekedar sahabat ? Gue lebih dari itu. Gue pacar Adira sekaligus.... Tunangan Adira di masa depan" sahut Galang


"Oh... Cuman tunangan? Gue lebih dari itu. Suatu hati nanti, gue bakal datang ke rumah Adira dan menikahi Adira" ucap Billy tak mau kalah


Para siswa dan siswi mendengar percakapan mereka.


"Eehh... Ternyata si Adira diam diam punya gebetan. Ganteng lagi,, eemm... Beruntungnya jadi Adira" ucap siswi bernama Febby , teman kelas Adira


"Eh.. Tapi, cowok yang di kiri nya Adira siapa?" tanya Elina


"Dia... Anak baru, tapi... Gak namanya hihi"


Adira yang di tonton banyak orang pun malu dan pergi ke kelas. Ia bertemu dengan Nadya.


"Adira kamu kenapa?" tanya Nadya


Adira hanya menggelengkan kepala saja, ia lanjut berjalan. Kelas yang sepi. Siswa siswi masih melihat Billy dan Galang.


Adira duduk terdiam sambil bernapas, pasti. Jika tidak bernapas, itu artinya dia mati. Hehe


"Ya Allah... Ada dua laki laki yang mengharap kan ku di masa depan katanya. Apakah itu benar jodoh ku ada di antara kedua nya?" batin Adira


Bel masuk berbunyi. Adira sudah dari tadi berada di kelas. Galang datang bersama pak Deni


"Selamat pagi semua" sapa pak Deni


"Pagi pak"

__ADS_1


"Hari ini kita kedatangan murid baru lagi. Silahkan perkenalkan diri" ujar pak Deni


"Halo semua.. Nama gue... Galang Syahrul Adam. Panggil gue Galang" sahut Galang


"Silahkan duduk di kursi yang kosong" ucap pak Deni


"Permisi pak... Ada yang mencari bapak" ujar seseorang yang baru saja masuk


Pak Deni pun pergi dan Galang mencari keberadaan Adira. Dia akan duduk bersama dia


"Tolong minggir! Gue mau duduk di sini" ucap Galang


"Nggak boleh Rin!!" tegas Adira


"Kamu gak boleh duduk di sini! Kamu lupa aku bilang apa tadi? Aku dan kamu bukan makhrom!" sahut Adira


"Yaelah... Cuman duduk doang pake acara bukan makhrom segala" celoteh Galang


"Pokonya, Arina gak boleh minggir dari kursi ini" ucap Adira


Galang yang akan semakin nekat. Menarik tangan Arina dengan kasar hingga jatuh ke kursi teman nya


"Galang...."


"Napa?"


"Hey ada apa ini?" tanya pak Deni


Arina bangun dari jatuhnya menatap mata Galang dengan kesal, dan kembali duduk.


"Galang.. Ayo duduk!" titah pak Deni


Galang duduk di meja/kursi yang kosong sendiri.


Pelajaran di mulai. Pembahasan tentang matematika. Tugas di berikan oleh pak Deni kepada siswa siswinya.


Bel istirahat pun bunyi...


Semua siswa siswi sudah berlarian ke luar. Namun tidak belum dengan Adira dan Galang. Galang duduk di kursi Arina, tepatnya di samping Adira


"Hay..." sapa Galang dengan senyuman nya


"Jutek banget sama teman lama nya?" gerutu Galang


"Huft..."


"Adira..."


"Aku...."


"Suka..."


"Sama kamu..."


"Jadi kamu mau gak jadi pacar aku?"


.


.


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2