Mengikuti Takdirnya

Mengikuti Takdirnya
6. Masuk pesantren


__ADS_3

Alyssa terdiam di atas kasur.


Apakah ia siap menghadapi pendidikan di pesantren?


Apakah pesantren adalah tempat pendidikan yang baik untuk Nya?


Namun... Hatinya akan berpasrah dan berserah diri pada Allah SWT. Ia yakin bahwa Allah merencanakan sebuah kehidupan yang berhak ia dapatkan.


...----------------...


Adzan subuh sudah terdengar dari luar rumah Alyssa. Alyssa sudah bangun pada pukul 04.38. Dirinya terus berdzikir hingga berdoa


"Ya Allah... Jika memang engkau memberi kesempatan pada ku untuk kembali mengejar ilmu pengetahuan. Tolong berikanlah kekuatan yang besar untuk menahan amarah saat pelajaran yang belum di ketahui di sana nanti. Hanya engkau yang dapat membantu hamba mu yang bertakwa pada mu. Aku akan usahakan mendekati mu ya Allah. Engkau maha segalanya dan tidak ada yang mempunyai kesempurnaan yang hebat seperti dirimu Ya Allah... Semoga saat aku tiba di sana, ada seorang santri yang berteman hingga menuju persahabatan sehidup sesyurga, membimbing ku ke jalan mu sebelum aku berusia 18th ke atas yang akan mendapatkan lelaki. Berikanlah sahabat terbaik pilihanmu kepada ku ya allah... Rabbana atiina fiidun yaa hasanah wafil akhirati khasanah waqina adza bannar. Aamiin Ya Rabbal Alamiin"


Alyssa berdoa dengan menghadirkan tangisan nya karena baginya ia seperti dilema masa depan. Ia ragu dengan masa depannya.


Alyssa sudah menyiapkan semua pakaian gamis, pakaian panjang, serta rok juga barang yang ia perlukan saat di pesantren sana. Kini dirinya sedang menikmati sarapan bersama sang keluarga.


"Yaaah... Kakak mau pesantren ya? berapa hari disana? gak lama kan? kalo aku ada PR dari sekolah siapa yang ajari aku?" rengek Dirga


"Kan ada kak Angga nanti yang bantuin" ujar Alyssa


"Kak Angga kan sibuk mulu, kesini aja cuman satu kali dua hari" tutur Dirga


"Tenang Dirga... Ada orang tua kamu disini, kamu gak anggap Mama sama Papa ya rupanya" ucap Rina


"Alyssa... kamu udah siapin semuanya kan?" tanya Gilang


"Iya Pah.. udah semua" jawab Alyssa


"Ya udah kita berangkat sekarang ya, abisin dulu makanan nya" ucap Gilang


"Iya"

__ADS_1


Tak lama kemudian Alyssa sudah menaiki mobil Avanza berwarna hitam milik sang Ayah. Tak lama pun mereka sampai ke pesantren dengan membutuhkan perjalanan beberapa jam. Sekitar 2 jam


"Assalamualaikum kiai.." salam Rina, Gilang dan Alyssa


"Waalaikum salam" jawab Kiai Sobur


"Gimana sehat?" tanya Gilang pada kiai Sobur


"Alhamdulillah sehat" jawab Kiai


"Jadi ini putri ente?" tanya kiai


"Iya, Alyssa namanya" jawab Gilang


"Umurnya berapa tahun?" tanya lagi kiai


"13th"


"Oh... ya sudah, pengenalan nya sambil duduk saja ya" ucap kiai


"Kalo boleh tau, Alyssa ini anaknya kayak gimana ya? dia bisa bobrok sama. semua orang? atau calm aja?" tanya kiai


"Anak saya ini orangnya calm, tapi kalo sama saudara kandungnya kadang berantem. Tapi sifat yang di miliki Alyssa yang saya kagumi adalah... rajin sholat, cinta islam, tawakal, rendah hati, baik, gak banyak bicara, pemalu, sopan, dan... kalo tentang bobrok, dia bisa bobrok sama......" tutur Gilang yang belum lengkap dengan jawabannya, Pak Gilang mengasih kode kepada Alyssa untuk menjawab nya


"Saya... bobrok sama suadara dekat, dan... orang yang membuat saya nyaman" jawab Alyssa dengan ragu


"Oh.. jadi.. bisa di bilang kalo Alyssa ini... luarnya Calm, dalamnya bobrok?" tanya kiai ingin di jelaskan tentang sifat Alyssa


"Nggak juga sih pak kiai, Alyssa ini orangnya gak mudah bobrok sama orang yang lebih tua darinya. Emm... gimana ya ngejelasinnya? Jadi.. Alyssa tidak mudah bobrok dengan orang yang lebih tua, tapi... dia juga gak mudah bobrok sama orang yang lebih muda" ucap Rina


"Mohon maaf... saya jadi bingung sama sifat Alyssa. Coba biar Alyssa yang jawab" pinta kiai


"Baik. Saya... hanya bisa bobrok dengan orang yang lebih muda dari saya, tapi... dalam orang yang lebih muda dari saya itu bisa membuat saya nyaman juga, jadi saya gak sembarangan bisa bobrok dengan orang yang lebih muda tanpa kenyamanan" ujar Alyssa

__ADS_1


"Oh... begitu. Jadi.. kamu tipe orang yang ingin mempunyai teman kayak gimana?" tanya Kiai


"Luar bobrok, dalam juga bobrok. Karena kalo di dunia yang ada duannya sama sama bobrok, pasti saya akan merasa nyaman atas bobrok nya dia yang doble" jawab Alyssa


"Oh... Santri wati di sini ada yang seperti Alyssa pengen. Nanti kiai antar ya" ujar Kiai


"Tapi... kenapa ente tiba tiba tanya tentang bobrok?" tanya Gilang


"Karena saya ingin membuat para santrj disini nyaman dengan suasana di sini, mulai dari teman, lingkungan, guru, dan lain lain" jawab kiai


Pak kiai mengantar Alyssa ke pondok santri perempuan, Kiai Sobur berjalan terlebih dahulu, sementara Alyssa berjalan di belakang kiai. Sang orang tua sudah pamit dalam beberapa detik yang lalu. Sekitar 1 menit yang lalu


Sesampainya di area kamar santri perempuan. Kiai melihat seorang santri yang ia kenal. Alifhia, Lili, dan Poppy.


"Assalamualaikum" salam kiai dan Alysaa. Alyssa hanya memberi salam dengan nada rendah


"Waalaikum salam" jawab Alifhia, Lili dan Poppy


"Kebetulan ada kamu Fhi.." ucap Kiai


"Ada apa?" tanya Alifhia


"Oh ya.. Alyssa memperkenalkan diri dulu sama mereka" suruh kiai


"Iiiyaa"


"Kenalin nama aku, Alyssa" ucap Alyssa


"Nama aku Alifhia, ini Lili dan ini Poppy" ucap Alifhia


"Fhia.. kamu ajak Alyssa keliling pesantren ini ya biar dia tau, dia ini santri baru di sini" ucap kiai


"Iya"

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2