Mengikuti Takdirnya

Mengikuti Takdirnya
7. Bertemu lagi


__ADS_3

Alifhia mengajak Alyssa berkeliling pesantren. Tak lupa juga mengajak ngobrol pada Alyssa agar dirinya tidak di buatkan bosan dengan santri barunya itu. Alifhia adalah santri yang baru saja tinggal di pesantren AlJabar pada 9 bulan yang lalu, dirinya berusia yang sama seperti Alyssa. Saat semester 2, ia keluar dari SD karena keinginan orangtua ingin segera terwujud, akhirnya Alifhia pun masuk ke pesantren AlJabar.


Biodata singkat Alifhia dari author (Author hanya mengarang saja)


Nama lengkap : Alifhia Fatimah Azani (Fhia)


Asal kota : Semarang


Tanggal lahir : 29 Mei 200*


Agama : Islam


Anak ke : 1 mempunyai adik perempuan 1


Orang tua : Fatmawati, Ori Rianto


Sedangkan Alyssa


Nama lengkap : Alyssa Fitria April Zein (Lyssa)


Asal kota : Bandung


Tanggal lahir : 29 April 200*


Agama : Islam


Anak ke : 2


Orang tua : Rina Fitria, Gilang Sigit Zein


.............


"Umur kamu berapa tahun?" tanya Alifhia


"13th" jawab Alyssa


"Oh sama kayak aku dong. Kalo boleh tau, tanggal bulan lahir lahir kamu berapa?" tanya lagi Alifhia


"Tanggal 29 April" jawab Alyssa


"Iho... kok bisa sama? tanggal nya yang sama sih kalo bulannya nggak, beda 1 bulan. Jadi.. kesimpulan nya adalah... kamu lebih tua dari aku" tutur Alifhia


"Tapi.. kamu umur 13 kan?" tanya Alyssa


"Iya"


"Kalo boleh tau lagi ya, nama lengkap kamu apa?" tanya Alifhia


"Alyssa Fitria April Zein" jawab Alyssa


"Oh"

__ADS_1


"Kamu udah tinggal berapa lama disini?" tanya Alyssa


"9 bulan di pesantren ini, bukan 9 bulan di kandungan ibu" ujar Alifhia


"Kita ke area pembatasan santri yuk" ajak Alifhia


"Mau ngapain?" tanya Alyssa


"Udah ikut aja" ucap Alifhia


Alifhia menarik tangan Alyssa dengan lembut kemudian berjalan dengan beriringan. Mereka belum sampai di area perbatasan santri perempuan namun bertemu dengan Alshad, Pria cerdas itu


"Assalamualaikum Alifhia" sapa Alshad


"Waalaikum salam" jawab Alifhia dan Alyssa


Alyssa tidak langsung menatap wajah pria itu karena dirinya sedang menunduk karena kepanasan dan kesilauan dengan cahaya matahari. Begitu pun dengan Alshad tidak langsung menatap wajah Alyssa namun menatap Alifhia untuk memberi kan makanan di dalam keresek


"Fhia.. tolong kasih ini ke Mbak Aisyah ya" ucap Alshad sambil memberikan 3 keresek


"Iya.. nanti ana sampaikan, ana mau keliling dulu" ucap Alifhia menerimanya


"Ya.. Makasih ya" tutur Alshad


Alshad pun menatap wanita yang berada di samping Alifhia tersebut, menatapnya dengan tatapan memandang, ia seperti kenal dengan wanita itu.


"Siapa dia? apa ana pernah melihat sebelumnya?" batin Alshad


"Kenapa lama banget sih ngobrolnya?" batin Alyssa


Alyssa pun mengangkatkan kepalanya dan menatap Alifhia yang sedang membenarkan kereseknya yang tidak rapi. Dan menatap pria yang ada di hadapannya dengan jarak 2 meter darinya


Ia mengingat lelaki itu sebelumnya, namun ia lupa dimana ia bertemu? Alshad tidak bisa menahan matanya untuk tidak memandang gadis itu namun ***** nya terkalahkan.


Alyssa seakan akan menjadi bulan bersinar lagi untuk lelaki itu. Ia sangat insecure jika dirinya di pandang atau dilihati oleh sosok lelaki. Alyssa pun menutup bagian wajahnya agar tertutupi, saat Alshad melihat itu ia pun sadar


"Alifhia... Ayok" ucap Alyssa langsung menarik dan membawa Alifhia pergi dari tempat posisi Alshad berada


Alshad seolah olah membuat dosa lagi.


"Astagfirullah Aladzim. Ya Allah... maaf kan kelakuan mata hamba tadi Ya Allah... Hamba sangat terpesona dengan wanita itu. Entah kenapa dia seperti istri Rasulullah yang di bayangkan oleh hamba. Berkulit putih, bersih, cantik, berseri" batin Alshad


"Allahula ila hailallah.... Ada apa sih buru buru banget, dan kita belum sempat kasih salam iho sama kak Alshad" ucap Alifhia terbawa risih


"Iya maaf Alif.. fhia.(??) . Nama kamu panjang juga ya? aku jadi bingung panggil nama kamu dengan singkat" ujar Alyssa


"Kamu panggil nama Fhia aja, semua orang panggil aku dengan sebutan itu" ucap Alifhia


"Oh. Ya udah."


"Ada apa sih tadi?" tanya Alifhia

__ADS_1


"Aku insecure sama laki laki tadi" jawab Alyssa


"Lah...? Emang kenapa? Asal kamu tau ya, dia itu... emm... sebelum aku kenalin dia mending kita duduk dulu" ucap Alifhia lalu mengajak Alyssa duduk di kursi yang terbuat dari bambu


"Asal kamu tau ya, dia itu laki laki yang berfoto cofee dengan Rasulullah Saw. Tapi... gak banyak sih, dia terkadang lupa sama ulahnya" ucap Alifhia


"Maksudnya?" tanya Alyssa


"Dia itu suka lupa sama ulah yang astagfirullah, misalnya memandang wanita, dan... apalagi ya.. itu sih yang aku tau" jawab Alifhia


Alifhia melihat raut wajah Alyssa yang cemberut sedih.


"Hey.. kamu kenapa kayak sedih gitu?" tanya Alifhia


"Fhi.. kamu pernah di pandang dia gak?" tanya Alyssa


"Nggak.. mungkin aku nggak tertarik di matanya" jawab Alifhia


"Kenapa dia pandangin aku kayak gitu ya?" tanya Alyssa


"Hah? serius kak Alshad itu pandangin kamu?" tanya balik Alifhia


"Kak Alshad? Laki laki tadi namanya Alshad?" tanya Alyssa


"Iya... aku panggil dia dengan kak di depannya, karena usianya 17th" jawab Alifhia


"Tapi.. serius dia pandangin kamu?" tanya Alifhia


"Iya, sebelumnya juga aku pernah di pandangi sama dia di... kampung, aku masih ingat, aku takut dosa nih Fhi... Kalo boleh, bantu aku untuk tegur dia dong." pinta Alyssa


"Nah itu... dia lupa sama ulahnya" ujar Alifhia


"Tapi... tolong tegur dia ya, aku takut aku yang berdosa, perempuan itu kan harusnya... jadi matahari yang panas dan bersilau. Bersilau tapi tidak kuasa di pandang. Cantik tapi tidak di pandangi. Gimana kata kata itu? Di pesantren ini di ajari kayak gitu kan?" tanya Alyssa


"Iya. Kamu tau dari mana?" tanya Alifhia


"Sebelum aku ke pesantren, aku kan gaul sama sosmed dakwah" jawab Alyssa


"Kamu aja lah yang tagur dia. Aku gak mau buat dia sakit, karena... gitu deh, buka berarti suka sama dia, tapi aku cuman kagum sama dia. Ingat itu" tegas Alifhia


"Tidak ingin menyakiti bukan berarti suka. Tapi. Tidak ingin menyakiti karena malas memberitahukan dan menceramahi dia." tutur Alifhia mengingatkan


"Karena... masa iya aku ceramahi kak Alshad secerdas itu? sedangkan aku sendiri masih di bawah rata rata kak Alshad" ujar Alifhia


...----------------...


Jika ada kalimat yang tidak efektif atau menyinggung. Mohon maaf sebelumnya, author hanya ingin memberikan pelajaran yang author terima


di dunia ini 😊.


Follow, Like, And Komen 😀

__ADS_1


__ADS_2