Mengikuti Takdirnya

Mengikuti Takdirnya
Bab 5 : Benih Benih Cinta


__ADS_3

"Kamu mau gak jadi pacar aku?"


"Kamu mau tau jawabannya sekarang?" tanya Adira


"Jadi kamu langsung ungkapin?" tanya Galang


"Hmmm"


"Ya. Apa jawaban kamu? Pasti mau kan?" tanya Galang


"Jawabannya...."


"Mau...ngkapkan kalo aku tidak suka padamu Galang..." ujar Adira


"Itu jawabannya."


Adira pergi meninggalkan Galang seorang diri.


"Aaaaaaaa..."


...ΩΩΩ...


Adira menuju kantin untuk menemui Nadya. Namun ia mendengar kata gosip dari teman lingkungannya di sana.


"Eh... Belakangan ini, si Adira makin menjadi jadi ya,, yang tadi nya kalem kalem sama laki laki, ya gak kalem aja sih, tau sama batasnya juga. Tapi kali ini tu beda! Setelah datangnya si Billy sama.... Siapa namanya....?? Galang. Adira makin jadi cewek pemberani. Kayak... O my good,,, Adira itu gak cocok iho, gue gak suka sama perilaku dia sekarang. Sok paling cakep karena di perhatiin gitu, di deketin. Padahal dia aja yang ceper" kata seseorang bernama Nia


"Tapi kalian pada tau gak? Waktu datangnya si Billy dan Galang. Adira tiba tiba sahabatan gitu sama Nadya. Ada apa sih sebenarnya?" ujar Fira


"Paling ceper sama Nadya" jawab Nia


"Buat apa?" tanya Tari


"Buat.... Simpanan." jawab Nia


"Maksudnya? " tanya Tari


"Simpanan buat dia menangis. Intinya, kalo dia udah jadian sama si Billy atau Galang, dia pasti ninggalin Nadya. Dan sebaiknya. Kalo dia jauh dari Billy dan Galang. Mungkin dia bakalan nangis di pundaknya Nadya. Ngerti?"


Adira yang mendengar itu pun merasa heran pada dirinya sendiri. Semakin dewasa, semakin menjadi jadi, dan semakin hal aneh namum hebat pada dirinya.


Adira mengurungkan rencana nya menemui Nadya. Ia pergi ke suatu tempat, yaitu Perpustakaan.


Di sana. Banyak siswa siswi yang sedang membaca. Adira mengambil buku IPA dan duduk di kursi meja. Di sampingnya ternyata ada Billy, namun Adira tidak melihat keberadaan Billy di samping kursi nya.


Fokus dalam membaca agar mudah di pahami. Sehingga, Billy yang sudah lumayan lama pun menutup buku itu dan menengok ke sampingnya, yang rupannya Adira di sana.


"Adira?"


Adira hanya menyapa dengan anggukan menunduk dan membaca kembali.


"Boleh aku tanya?" tanya izin Billy

__ADS_1


Adira menganggukkan kepalanya pelan.


"Siapa itu Galang?" tanya Billy


Pertanyaan Billy membuat Adira terkejut. Mengapa Billy menanyakan hal itu padanya? Apakah ia cemburu?


"Dia... Teman lama di masa kecil" jawab Adira


"Kalo sekarang ada hubungan apa?" tanya Billy


"Nggak ada apa apa kok" jawab Adira


"Jadi, kamu bukan pacar dia dong?" tanya Billy


Adira mengangguk pelan


"Oke"


"Kenapa kamu gak istirahat di kantin?" tanya Billy


"Nggak apa apa. Aku cuman pengen di sini aja" jawab Adira


"Adira" panggil Billy


Adira yang merasa di panggil pun menatap mata Billy namun tak lama kemudian berpaling


"Jika di masa depan nanti setelah lulus kuliah ataupun sudah kerja. Terus.. Ada dua orang lelaki yang akan menjadi imam mu. Itu adalah, aku dan Galang. Mana yang kamu pilih?" tanya Billy memberikan pemilihan pada Adira


"Aku pilih... Dengan baik imannya, kuat imannya, baik, tulus mencintai, mencintaiku karena Allah, dan tentunya bisa membawa ku ke surga nya Allah. Dan... Dia melamar ku di hadapan orang tua ku" jawab Adira


Adira mengangguk kepalanya.


"Langka kayak kamu. Zaman sekarang kan, banyak perempuan yang menginginkan seorang lelaki yang bagus fisiknya. Ganteng, kulit putih, tinggi, hidung mancung, gagah perkasa,. Malah, kayak oppa korea" tutur Billy


"Semua beda pilihan. Beda selera. Dan... Beda pergaulan" ujar Adira


"Adira. Kalo gak keberatan, kita berteman boleh?" tanya Billy


"Galang, dia mengajakku berpacaran, namun aku tolak. Sekarang, 1 lelaki ini menawarkanku berteman. Apa aku menerima dia menjadi teman?" batin Adira


"Tapi, kita tetap jaga jarak dan... Ada batasnya" sahut Adira


"Oke"


"Jadi di terima?" tanya Billy


"Ya"


"Berteman dengan nya sekarang di terima. Pasti suatu hari nanti, aku melamar dia di hadapan orang tua nya di terima." batin Billy


...ΩΩΩ...

__ADS_1


Nadya sedang mencari Adira di dalam kelas maupun luar kelas, kamar mandi, kantin , belum menemukan. Ia pun pergi mencari Adira ke perpustakaan.


Sesampainya di sana. Jelas menampakkan Adira dengan Billy yang tentu dengan jarak. Nadya mendekati Adira


"Adira"


"Kamu tumben di sini?" tanya Nadya


"Apa... Karena di sini ada Billy?" tanya Nadya


"Iih... Apaan sih... Ini kan tempat umum, semua siswa berhak ke sini" ujar Adira


"Ya udah, kita ke kantin yuk, aku dah laper nih" ajak Nadya


"Lah., bukannya kamu udah ke kantin?" tanya Adira


"Belum kok. Tadi aku ke mushola dulu" jawab Nadya


"Em.. Billy, aku ke kantin dulu ya. Assalamualaikum" pamit Adira


"Wa... Wa'alaikumussalam" jawab Billy


Adira dan Nadya pergi dari perpustakaan. Billy sangat senang.


"Uuhhhuuuuu....." teriak Billy menunjukkan bahwa dia bahagia


"Sttttth!! "


...ΩΩΩ...


"Kayaknya... Kamu mulai suka ya sama Billy" sahut Nadya


Nadya dan Adira sudah berada di kantin dan sudah memesan menu makanan.


"Maksudnya?" tanya Adira


"Ada benih benih cinta di hati kamu. Iya kan? Kamu suka dan jatuh cinta ya sama Billy?" tanya Nadya


"Nngg... Nggak.. Kok... Aku sama Billy cuman temenan aja, gak lebih dari itu" ujar Adira


"Masa sih? Gak percaya aku" ucap Nadya


"Ya udah kalo kamu gak percaya"


"Aku percaya deh kamu sama Billy temenan. Tapi... yang paling besar dalam kepercayaan, aku percaya sama hati kamu, kalo kamu ada rasa suka sama Billy"


"Akhhh... Terserah. Pokoknya, aku sama Billy gak ada hubungan yang lebih dari teman titik, gak pake koma!" tegas Adira


"Ya udah kalo gak pake koma, kamu gak boleh ngomong lagi. Kan udah pake titik, artinya udah selesai" ujar Nadya


Persahabatan mereka seperti sudah lama berkembang. Lihat saja percakapan nya, sangat akrab. Bahkan canda, dan kecewa juga tegas nya pun ada pada mereka.

__ADS_1


Is the best AdiNad ♡


Like, komen, vote, hadiah, favorit and follow 😍


__ADS_2