Mengikuti Takdirnya

Mengikuti Takdirnya
Datanglah Della


__ADS_3

Tak tunggu lama. Mila sudah menyiapkan segala barang yang akan di pakai di rumah tante Dewi. Karena sekarang, Mila akan tinggal bersama tante Dewi dan om Randi.


Mereka keluar menuju mobil dan segera keluar dari rumah itu dan mereka menjual rumah tersebut yang memang sudah disepakati oleh Mila juga.


Sebelumnya juga, sang dokter memberikan sebuah kantung kresek yang berisi hadiah dari sang ibu kepada Mila.


Mobil yang di tumpangi nya pun kini sudah dihantarkan oleh pak satpam ke rumah tante Dewi dan om Randi.


Saat Mila menutup pintu sambil membawa koper yang ia bawa terseret. Mila begitu tak ingin meninggalkan rumah nya. Ia sangat begitu rapuh dengan semua kejadian yang tertimpa pada dirinya


Ia menatap rumah itu dengan seksama. Berharap semua kejadian ini hanyalah sekedar mimpi. Namun, ini bukanlah mimpi, semua menjadi takdir untuk Mila.


"Mila... Kamu harus ikhlas dan menerima semua yang terjadi" ucap tante Dewi


~ Sesampainya di rumah tante Dewi ~


Tante Dewi dan Om Randi mengantar Mila ke kamar di sebelah kamar Della.


"Mila... Ini kamar kamu. Kalo ada apa apa bilang tante sama om ya" ujar tante Dewi


"Iya tenta... Makasih tante.. Om" ucap Mila


"Kita pergi dulu ya " ucap Tante Dewi


Mila membuka pintu kamar itu dan terbuka lah. Indah dan bersih tempatnya. Tembok yang berwarna biru keputihan dan hordeng berwarna putih.


Langit² kamar yang berwarna putih dan kasur yang sudah rapi tersarung oleh sepray berwarna biru putih. Entah kenapa WhiteBlue yang ada.


Mila membuka koper dan tas yang berisi pakaian, kerudung, rok dan barang² lainnya.


Menata pakaian di lemari, meletakan peralatan make up di meja yang sudah tersedia di sana.


Make up milik Mila hanya lah sederhana, ia hanya memakai liptint berwarna merah kepink-an , krim + sabun cuci muka fair and lovely, bedak bubuk, hand body lotion Marina, pensil alis, dan parfum Pucelle.


Pemakaian Parfum pun hanya se semprot atau dua semprot. Hanya bagian depan dan belakang. Tidak terlalu banyak, karena, ayahnya pernah berpesan 'Seorang perempuan itu gak boleh mengumbar ke wangian nya, seperti parfum. Mila boleh kok pakai parfum tapi jangan terlalu banyak'


Selalu saja mengingat sang ayah dan ibu. Baginya, ayahnya bagai malaikat tak bersayap, namun berpenampilan santri. Sang ibu, bagai bidadari tak bersayap , namun berhijab.


...----------------...


18.00 Mila sudah sholat maghrib di kamarnya. Ingin sekali mengajak tante Dewi dan om Randi untuk sholat berjamaah, namun, ego nya berkata "Jangan"


Oh ya, tante Dewi juga sudah berhijab.

__ADS_1


Pukul 20.00 Tante Dewi mengajak Mila untuk makan bersama di ruang makan.


"Mila... " panggil tante Dewi di balik pintu


"Iya?" jawab Mila bertanya


"Kita makan sama² yuk!" ajak tante Dewi


"Iya tante... Mila pakai hijab dulu" ucap Mila


Kumpul lah ketiganya di ruang makan. Tersedia sayur bayam, ayam goreng, kentang, dan nasi tentunya sebagai makanan pokok.


Di rumah tante Dewi juga dibantu oleh ART (Asisten Rumah Tangga) . Karena, tante Dewi sendiri selalu sibuk oleh pekerjaan nya sebagai dokter spesialis


Di sisi lain. Datanglah seorang gadis bernama Della Permatasari membuka pintu dan melewati ruang makan.


Della menatap keluarganya dan terdapat seorang wanita berhijab, yaitu Mila. Mila tak pernah tau bahwa Mila adalah saudara sepupu nya.


"Della... Malam malam gini kamu kelayapan kemana sih?" tanya tegas om Randi


"Della... Ayo duduk... Kita makan bareng" ucap tante Dewi


Della menghampiri keluarganya di meja makan, duduk di samping Mila. Menatapnya dengan seksama, siapa sebenarnya dia.


"Della... Ini udah jam berapa? Kamu itu perempuan iho... Gak baik masih kelayapan di luar kayak gini" sahut ayah nya dengan tegas


"Aku... Aku... Abis kerja kelompok Pah" ucap Della


"Ini kan hari minggu... Sekolah libur, kenapa gak dari pagi?" tanya om Randi


"Yaa.... Kita janjian nya jam 16.00" jawab Della


"Yang namanya kelompokan pasti ada pendapat dari anggota lain... Kamu kan bisa minta sama anggota, kerja kelompok di pagi hari" ujar Om Randi


"Pah... Della udah gede pah... Nggak perlu di waspada kayak gini" ucap Della mulai kesal


"Justru kamu udah gede... Kamu harus jaga diri kamu sendiri" ucap om Randi


"Kenapa sih pah...??? Anak anak lain juga gak dilarang.... Papa gak adil.!!!!" ucap Della lalu pergi meninggalkan keluarganya menuju kamar


"Della...!!!"


"Udah pah... Biarin Della menghabiskan waktunya sama temen temen" ucap tante

__ADS_1


"Ya tapi harus ada aturannya dong mah... Mama mau anak kita kenapa-napa di luar sana? Melakukan pergaulan yang tidak sesuai?" ujar om Randi


"Ya... Ya udah... Nanti... Biar mama yang ceramahin Della" ucap Tante Dewi


"Eum... Tante.. Om... Mila pergi ke kamar dulu ya" ucap Mila


"Em... Mila" panggil tante Dewi


"Kamu... Bisa ceramah gak?" tanya tante Dewi


"Kalo masalah ceramah... Belum tentu bisa. Tapi, in sha Allah kalo menasehati bisa" jawab Mila


"Ya udah... Kamu nasehat in Della ya, sebelumnya... Kamu perkenalan dulu sama Della... Kamu tau kan? Della belum kenal sama kamu selama ini?" sahut tante Dewi


".....??? Aduuuh... tante... Kayaknya... Mila gak bisa deh... Della kan... Orangnya cuek sama orang yang gak di kenali" ucap Mila


"Mila... Kamu lupa ya? Pepatah bilang Tak kenal maka tak sayang , jadi kamu harus mulai dari hati ke hati Della. Seiring waktu kalian akan mudah akrab iho" ujar tante Dewi


"Iya juga sih tante... Ya udah, Mila.... Coba sekarang. Tapi mau nasehatin apa?" tanya Mila


"Topiknya tentang perempuan dalam islam" jawab Tante Dewi


"Oke... "


...----------------...


"Bismillahirrahmanirrahim.... "


Mila menghembus kan nafasnya dan memulai untuk pendekatan.


"Assalamu'alaikum... " salam Mila sambil mengetuk pintu


"Kumsalam" jawab Della yang mengucap nya tak benar dan kurang tepat.


"Boleh masuk?" izin Mila


"Hmm... " jawab Della


"Selamat malam... Kak Della..." sambutnya


"......"


"Lo siapa?" tanya Della

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2