Mengikuti Takdirnya

Mengikuti Takdirnya
Apa yang harus ku lakukan?


__ADS_3

Sesampainya di taman kecil. Ramai orang yang sedang membeli nasi goreng seperti di malam minggu.


"Rame banget?" tanya Aisyila


"Biasalah" jawab Salsa dengan senyum karena menjawab dengan nada yang sedikit komedi dalam canda


Aisyila pun ikut tersenyum dan menampakkan gigi putihnya.


Salsa menghampiri gerobak nasi goreng yang hanya 1 jarak dari arah mereka. Aisyila duduk di kursi besi yang tersedia di sana. Kemudian pandangan nya beralih ke seorang anak perempuan yang terlindas motor karena berlari mengejar kucing.


Aisyila segera menghampirinya dan motor nya pun berhenti yang di tumpangi seorang lelaki muda yang di lihatnya berselisih 4 tahun dengan Aisyila.


Si lelaki itu yang menumpangi motor pun berhenti untuk bertanggung jawab. Begitupun Aisyila, meski tak ada salah kepada si anak itu namun ia ingin membantu.


Kedua nya saling berjongkok dan bertemulah tatapannya. Keduanya saling melengah dalam tatapan dan sikap. Tiba tiba keduanya salting.


"Adek gapapa?" tanya Aisyila


"Heeeeee... Ummmiii..." teriak si anak itu berusia 3 tahun


"Ya udah... Ayo kita ke umi yuk!" ajak Aisyila lalu mengangkat bagian pundak bawah untuk bisa berdiri lalu lelaki itu pun membantu nya


Aisyila pun menggendong anak itu menuju ibunda nya yang sedang mengobrol santai dengan para ibu nya. Sungguh ibu ibu zaman sekarang sibuk sama teman temannya tanpa mempedulikan Anak nya. Bagaimana kalau anaknya diculik? Baru tau rasa!


"Ibu" panggil Aisyila mendekati para ibu ibu


Salah satu ibu dari anak ini pun menoleh dan berdiri karena melihat anak nya yang di pangku orang asing.


Namun. Orang itu seperti mbak Rani? Apakah betul ia mbak Rani? Lalu, apakah anak ini adalah ponakan Aisyila yang di titipkan di rumah sakit karena penyakitnya? Dan mengapa mbak Rani berada di daerah sini? Padahal alamat rumah mbak Rani yang sama di tinggali bersama Fitri cukup jauh dari sini. Hanya butuh 40 menit untuk sampai jika jalan kaki


Tertataplah keduanya. Memang betul yang sudah di duga. Ia benar mbak Rani. Mbak Rani sendiri terkejut dengan keberadaan Aisyila dan mengira Fitri. Memang benar Fitri masih hidup dan kini menjadi Aisyila.


"Fff... Ffii.. Fitri?" mbak Rani bercucuran tak percaya. Air matanya menampakkan di bagian mata.


Entah apa yang akan dilakukan Aisyila. Apakah ia pura pura tidak mengenal karena dirinya sudah meninggal dan kini sudah menjadi Aisyila?. Atau mungkin ia harus jujur bahwa ia masih hidup?


Bruk


Tiba tiba mbak Rani tak sadarkan diri. Bagus! Ini kesempatan Aisyila untuk kabur tapi sebelumnya ia harus membantu mbak Rani untuk mengangkat nya.


Ternyata di belakang Aisyila ada lelaki itu. Bocoran saja, ia bernama Muhammad Faisal Mahendra dan berusia 19th. Itu artinya selisih 4th.


Salsa pun tersadar bahwa Aisyila tiada di sekelilingnya. Lalu matanya tertuju pada keramaian ibu ibu dan menangkap Aisyila. Salsa pun segera menghampiri nya.


Faisal pun menolong mengangkat. Mendudukkan Mbak Rani ke tembok. Anak yang bernama Keisha terus merengek karena umi nya pingsan. Faisal pun menenangkan Keisha

__ADS_1


"Kak" panggil Salsa yang sudah sampai di dekat Aisyila


Aisyila menengok dan wajahnya sangat tegang.


"Kakak kenapa?" tanya Salsa


"Ada tante aku Sa. Gimana?" tanya Aisyla


"Dimana? Itu siapa?" tanya Salsa lalu tertuju pada mbak Rani


"Orang yang pingsan itu..., tante aku. Aku harus gimana? Kabur? Atau... Tunggu sampai sadar?" tanya Aisyila


"Tergantung. Apakah kakak yang membuatnya pingsan?" tanya Salsa


Aisyila mengangguk pelan


"Nah, berarti kakak harus tanggung jawab. Setelah tante kakak sadar. Nama kakak tetap Aisyila untuk sementara waktu. Oke?" saran Salsa


Aisyila pun menyetujui saran Salsa. Mereka menghampiri mbak Rani. Faisal masih berada di sana. Lalu ada 2 teman mbak Rani yang menemaninya dan mereka menelepon pak Ahmad (Suaminya).


Saat semua berkumpul Aisyila melihat keberadaan lelaki yang hampir menabrak ponakannya.


"Bang " panggil ragu Aisyila pada Faisal


"Sebaiknya.. Abang langsung pergi aja ya. Biar saya yang bertanggung jawab. Terimakasih bantuannya" ujar Aisyila


"Ouhhh.. Eum... Ya udah saya pamit. Assalamualaikum"


"Wa'alaikumsalam"


"Eh... Kamu bukan Fitri kan?" tanya salah satu teman mbak Rani bernama Hesti dan Wilda


"Bb.. Bukan. Saya gak kenal Fitri. Dan, saya gak kenal mbak ini" jawab Aisyila


"Iya juga ya. Masa Fitri yang udah meninggal bisa hidup lagi? Aneh kan" sahut Wilda


Untung saja. Keduanya tidak mengetahui yang sebenarnya dan tidak curiga.


Datanglah pak Ahmad dari mobilnya lalu bergegas menghampiri Nya.


"Ini ada apa?" tanya panik pak Ahmad. yang belum mengetahui keadaan Aisyila. Keisha menghampiri pak Ahmad.


"Abiii"


"Saya juga gak tau mas, tiba tiba pingsan waktu lihat mbak ini" jawab Hesti sambil menunjukkan ke arah Aisyila

__ADS_1


Lalu Pak Ahmad melirik ke arah Aisyila. Aisyila harus berakting untuk menjadi Aisyila. Bukan Fitri.


"Fitri? Kamu...." kejut Pak Ahmad


"Kamu... Masih hidup?" tanya Pak Ahmad


Mbak Rani pun tersadar. Lalu ia menatap lekat pada suaminya yang berada di sampingnya.


"*** ..."


"Umi kenapa?" tanya Pak Ahmad


Mbak Rani pun melihat Aisyila yang mengiranya Fitri. Namun memang benar.


"Mas... Apa... Dia benaran Fitri?" tanya Mbak Rani


"Bukan... Saya bukan Fitri. Nama saya Aisyila.. Marwa Fatimah. Saya orang sini. Maaf atas kehadiran saya sampai mbak pingsan" tutur Aisyila


"Aisyila?" tanya mbak Rani


"Iya" jawab Aisyila tersenyum


"Eumm... Saya permisi ya mbak pak. Udah malam, takut di cariin. Sekali lagi, saya minta maaf bu, pak. Assalamualaikum" pamit Aisyila


"Wa'alaikumsalam"


Aisyila dan Salsa berdiri lalu berjalan menuju rumah. Mbak Rani curiga dengan Aisyila, ia persis mirip dengan ponakannya.


***


Sesampainya di rumah Salsa. Aisyila berada di atas kasur, duduk sila dan memangku guling di atasnya sambil memikirkan dengan kejadian yang akan datang hingga terbongkarlah semuanya.


"Ya allah... Apa yang harus aku lakukan? Sebenarnya... Aku pengen banget pulang sama tante Rani dan om Ahmad. Tapi... Semua lingkungan masyarakat udah tau kalau aku udah mati" batin Aisyila


Aisyila menarik nafasnya perlahan. Dan membuang secara pelan.


"Tapi..? Bagaimana sama keadaan Siena yang faktanya udah meninggal? Padahalkan, papan nisan itu udah tertulis nama aku. Aduuuhh..." batin Aisyila


Terbukalah pintu kamar dengan membawa 2 piring dan 2 bungkus nasi goreng di atasnya yang masih di bungkus


.


.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2