
Setelah bu Zahra memberikan solusi kepada Fitri yang bingung untuk hidup tanpa kembali ke masa lalu nya yang mungkin tidak di ketahui oleh mereka. Kini Salsa memberikan sebuah nama dan identitas terbaru untuk Fitri
"Sekarang, nama kakak bukan Fitri. Tapi.... Aisyila Marwa Fatimah. Bagus gak?" tanya Salsa
"Bagus kok" jawab Fitri
Kini, Nama Fitri menjadi Aisyila Marwa Fatimah
"Oh ya. Kita juga harus mengubah penampilan kamu. Fashion kamu sebagai Fitri ke belakang kayak gimana? Dan, kamu harus mengubahnya" ujar Bu Zahra
"Fashion aku selama ini.... Pakaian gamis dan kerudung segitiga " ucap Fitri
"Nah, sekarang, kamu harus berpenampilan memakai baju kaos panjang, dan rok. Kamu juga harus mengganti kerudung kamu dengan di gayakan" sahut bu Zahra
Maksud dari perkataan bu Zahra :
Kini, Fitri Zulaikha menjadi Aisyila Marwa Fatimah. Penampilan yang ada pada Fitri yang sebenarnya harus berbeda menjadi Aisyila. Dengan tidak memakai gamis namun di ganti dengan kaos berlengan panjang maupun pakaian atasan yang panjang ke bawah sampai paha / lutut. Bu Zahra juga menyuruh Fitri untuk membedakan gaya kerudung segitiga, misalnya, Fitri hanya nyaman dengan kerudung segitiga dan tidak bisa memakai kerudung lainnya, Fitri harus mengubah gaya gaya nya. Misalnya, Saat menjadi Fitri ke belakang, ia tidak dia apa apa dengan kerudung segitiganya, hanya memantulkan dengan jarum di tengah tengahnya. Sekarang, saat menjadi Aisyila, harus mengubah gaya gaya nya, misalnya, bagian ujung kerudung yang kanan di ke belakangkan ke kiri dan mengaitkan ke atas lalu di pentulkan. Ataupun apapu itu. Mau seperti gaya Oki Setiana Dewi, Nashwa Zahira, Cut Syifa, siapapun itu.
***
Fitri Zulaikha Kini menjadi Aisyila Marwa Fatimah. Sifat yang di milikinya akan di ubah : Agak tomboi, berani, jutek kepada laki laki.
Fitri sendiri tidak yakin bahwa ia bisa berperilaku seperti itu. Namun, ini hanya sementara.
***
Kini, Aisyila berjalan mengikuti Salsa menuju kamarnya. Mengenalkan seluruh isi ruangan ke sudut sudut dan yang terakhir adalah kamar Salsa.
"Dan ini... Adalah kamar kesayangan aku" sahut Salsa
Reaksi Aisyila hanya biasa saja namun menarik dengan kamar yang tampak elegan dan aesthetic
"Kamu masih suka boneka ya?" tanya Aisyila sambil memegang boneka yang berada di atas kasur
"Hehe... Iya. Itu pemberian dari ayah" jawab Salsa
"Terus, sekarang ayah kamu kemana?" tanya Aisyila
"Udah... Wafat 2 tahun lalu" jawab Salsa
"Inalillahi wa inna ilaihi rojiun. Maaf ya aku gak tau" ucap Aisyila tak enak
"Gak apa apa"
"Kak" panggil Salsa
Aisyila menoleh dan memasang wajah bertanya kepada Salsa tanpa bicara.
__ADS_1
"Malam ini. Kakak tidur sama aku ya" mohon Salsa
"Emang kenapa?" tanya Aisyila
"Ya... Pengen aja di temenin" jawab Salsa
Salsa duduk di atas kasur. Sementara Aisyila masih berdiri di depan kasur
"Dari dulu... Aku di khianati terus sama teman sekeliling aku. Dari mulai sahabat, nikung aku, ngambil pacar aku. Terus, ada yang tiba tiba ngambil gamis aku. Ngomongin aku di belakang. Dan, mereka...."
Salsa menceritakan isi hati nya yang selama ini terlihat baik baik saja namun ternyata di balik senyum nya itu ada masalah.
Saat Salsa berkata "Dan, mereka...." Jatuhlah air mata nya mengalir. Aisyila yang melihatnya pun duduk di samping Salsa dan merangkul Salsa seraya menenangkan dengan mengelus elus pundak.
"Mereka ninggalin aku gitu aja"
Salsa menangis dan menyenderkan kepalanya ke pundak Aisyila. Aisyila mengelus elus kepala Salsa dan memeluknya. Sesama wanita pasti akan merasakan rasa yang ada pada seorang wanita. Aisyila sendiri seperti itu saat menjadi Fitri.
"Udah. Kamu tenang aja, ada aku di sini. Selama aku di sini, kamu bisa curhat kapan pun sama aku" sahut Aisyila
Aisyila pun menegakkan kepala Salsa dengan lembut dan menatapnya serius
"Salsa. Kamu boleh kok anggap aku sahabat kamu. Atau... Kakak kandung sendiri" ucap Aisyila seraya tersenyum
Salsa mengedip mata dan keluarlah air bening dari mata.
"Uuummm... Maaciii" ucap Salsa dan langsung memeluk Aisyila
"Udah dong... Jangan nangis lagi ya. Lupain semuanya dan.. Kamu akan terkejut dengan di masa depan nanti. Mereka yang membicarakan kamu dan mengkhianati kamu, akan tau balasannya. Tapi, kita harusnya mendoakan yang terbaik buat dia. Karena sebagaimana, mereka adalah saudara kita. Kita sebagai umat islam jangan ada kata dendam, melainkan kita harus mendoakan, dan memohon untuk menghapus kekhilafan dan dosa dosa nya. Saat kamu mendoakan itu, ternyata ada malaikat yang mendoakan kamu iho. Mendoakan yang sama" tutur Aisyila
"Masya Allah... Syukron ukhty" ucap Salsa dengan haru
"Apaan sih pake ukhty segala"
***
Malam pun tiba pukul 20.40
Keberadaan Aisyila bersama Salsa berada di kamar yang sedang rebahan di atas kasur sambil menatap langit kamar.
"Kak" panggil Salsa lalu tiba tiba Salsa memeluk
"Kenapa?" tanya Aisyila dan sontak membuat nya sedikit terkejut karena tiba tiba Salsa memeluknya dengan memiringkan posisi ke arah Aisyila
"Boleh kan aku meluk?" tanya Salsa
"Iya boleh kok" jawab Aisyila
Salsa memeluk erat Aisyila sehingga membuat Aisyila bertanya tanya pada dirinya. Namun, ada kalanya ketika ia di sentuh oleh Salsa. Seperti adik kandung sendiri. Dan, Aisyila merasa hangat dengan pelukan Salsa. Begitu pula dengan Salsa.
__ADS_1
Aisyila pun memegang tangan Salsa. Mengelus lembut dan menyayangi dengan penuh kasih sayang sebagaimana ia akan menyayangi orangtuanya yang kini sudah pergi.
"Krukkkk!!"
Tiba tiba ada suara kelaparan di antara mereka.
"Aduuh!... Laper" ucap Salsa terseri seri
"Ya udah... Kamu makan aja dulu" ujar Aisyila
"Iya. Yuk!" Salsa menarik tangan Aisyila lembut
"Kemana?" tanya Aisyila
"Makanlah. Kita makan di luar. Mau?" tawar Salsa
"Jangan! Ini udah malam. Gak baik iho malam malam kita keluar, apalagi kita perempuan" larang Aisyila
"Ya udah, temenin aku beli nasi goreng ya di depan" pinta Salsa
"Ya udah... Tapi sebentar aja ya"
"Iya"
Akhirnya. Mereka berdua pergi keluar untuk memesan nasi goreng. Bu Zahra sedang keluar bersama anak sulungnya. Entah kemana.
Saat si luar, mereka memakai sandal dan Aisyila berhenti melangkah saat Salsa akan melangkah
"Sebentar!"
"Kamu pengen nasi goreng?" tanya Aisyila
"Iya" jawab Salsa
"Kita bikin aja, gak usah ngeluarin uang buat beli nasi goreng" ucap Aisyila
"Gas nya abis kak. Bahan bahan nya pun gak ada" sahut Salsa
"Kenapa gak beli?" tanya Aisyila
"Karena aku gak punya uang buat beli gas. Bunda juga lagi keluar ada urusan sama kak Reihan" jawab Salsa
"Ouu"
Setelah berdebat. Mereka pun berjalan menuju depan yang dimana selalu ada nasi goreng yang terjual di dekat taman.
.
.
__ADS_1
Bersambung...