Mengikuti Takdirnya

Mengikuti Takdirnya
9. Cerita Alyssa


__ADS_3

Pukul 04.10 sudah terbangunnya Alifhia dan berusaha membangunkan Alyssa.


"Alyssa... Bangun, shalat subuh yuk!"


"Alyssa... Hy.. Alyssa"


Alyssa masih tidur dengan posisi miring menghadap ke kanan. Dan Alifhia masih berusaha membuat Alyssa terbangun. Ia akan membukakan mata Alyssa agar ia terbangun


"Heyy.. bangun...." Akhirnya Alyssa terbangun karena ulah Alifhia


"Hhmm... masih ngantuk Fhi..." rengek Alyssa.


"Udah ayo bangun! udah waktunya subuh. Inget ya Lys... Ashalatu Khairum Minannaum salat itu lebih penting daripada tidur. Kalau kamu masih tidur kayak gitu itu artinya ada syaithan yang menggoda kamu untuk terus tidur. Ayo! ini juga demi keselamatan dunia akhirat" ucap Alifhia


Alyssa yang mendengar itu pun langsung bangun dari tidurnya


"Nah.. gitu dong, kamu langsung mandi ya, jangan lupa ambil wudhu, tuh lihat semua santri yang ada di kamar ini, udah pada bangkit dari tempat tidur mereka" ucap Alifhia sedikit merendahkan Alyssa namun tak ada niat untuk merendahkan nya


"Iya.. maaf. (menengok ke arah jam yang ada di sampingnya) biasanya aku bangun pukul 05.00"


"Iya.. gak papa, wajar sih kalo telat sama peraturan pertama. Aku juga kayak kamu. Hihi"


...----------------...


Pagi pun sudah hadir dengan adanya matahari terbit dari timur. Alyssa belajar di pesantren pertama kalinya, yang mengajar adalah Ustadzah Aisyah. Ustadzah Aisyah ini adalah kakak kandung Alshad, Ustadzah tersebut mengenakan pakaian sesuai dengan syariat islam dan selalu mengenakan hijab syari serta pakaian syari.


Ustadzah Aisyah menjelaskan arti dari kesuksesan dunia akhirat, semua santri sangat fokus dan mendengarkan penjelasan Ustadzah Aisyah .


Akhirnya waktu telah berlalu. Alyssa dan Alifhia pergi ke sebuah kebun yang berada di pesantren


"Gimana Lys rasanya belajar di sini?" tanya Alifhia


"Alhamdulillah, aku merasa nyaman dan cukup memahami semua penjelasan dari pembelajaran di pesantren ini. Oh ya, sebelum kamu kesini, ada rasa gugup dan gelisah gak?" tanya Alyssa

__ADS_1


"Iya sih.. tapi lama kelamaan, alhamdulillah nyaman, karena dengan santri yang lain aku masih bisa berdiri di sini" jawab Alifhia


"Alifhia" panggil Alyssa


"Ya"


"Aku.. boleh ngomong sesuatu gak sama kamu. Ini... sangat serius, bukan bercanda" ucap Alyssa


"Ngomong apa?" tanya Alifhia


"Aku... boleh cerita gak saat aku duduk di bangku SD? Dari kelas 1 sampai 6. Kamu sanggup mendengarnya?" tanya Alyssa


"Silahkan... Dari kamu bayi juga gak apa apa"


"Masa?"


"Ya udah ayo, cepetan cerita"


Alyssa menceritakan kejadiannya dari yang berbahagia dapat teman di sekolah tiba tiba mendadak menjadi seorang diri karena kedewasaan nya bertambah maju dan semakin pendiam.


6 tahun yang lalu...


Saat itu, Alyssa berteman dengan kakak kelas, bukan hanya sekedar teman, mereka bersahabatan. Meskipun usianya nampak jauh dari Alyssa yang masih 7th dan kakak kelas itu berusia 10th dan 12th. Tapi itu tidak menjadi masalah untuk mereka.


Di mulai dari bermain dengan kakak kelas bernama Aqilah berusia 10th kelas 4. Aqilah selalu mengajak Alyssa main, saat itu pula Alyssa mempunyai seorang bayi yang sudah di lahirkan yaitu Dirga.


Aqilah yang selalu bermain dengan Alyssa pun selalu menjaga dan membantu Ibu Alyssa. Saat itu pula, Aqilah mendapatkan teman baru kelas 4 namun usianya di atas Aqilah (12th)


Aqilah juga selalu bermain dengan teman barunya. Temannya itu bernama Safira. Namun... Aqilah tidak pernah melupakan Alyssa, ia memperkenalkan teman barunya pada Alyssa, namun mereka masih malu malu kucing nampaknya.


Saat itupula Aqilah mengajak Alyssa untuk jalan pagi ke taman bersama temanya. Safira dan 2 laki laki teman kelasnya. Alyssa pun mengangguk dengan ajakan Aqilah, Alyssa pun diizinkan oleh orang tuanya.


Lambat laun dengan seiring berjalannya waktu. Akhirnya waktu yang tepat telah menyatukan Alyssa dengan Safira. Saat itu, Aqilah sedang menonton TV bersama Alyssa di rumah Aqilah, ketukan pintu pun terketuk dari luar, Aqilah pun membukakan pintunya dan ternyata Safira. Aqilah pun mengajak Safira duduk di ruang TV bersama Alyssa

__ADS_1


Aqilah meninggalkan sebentar Safira dan Alyssa di rumah karena dirinya harus membeli gula di suruh oleh ibunya. Keduanya pun dapat berkenalan dan mengobrol.


Pertemanan Safira dan Alyssa pun berjalan tanpa adanya Aqilah. Namun Aqilah tidak merasa canggung dengan kedekatan mereka


Rumah mereka pun ternyata dekat. Hanya butuh beberapa langkah untuk ke rumah. Bisa di bilang bertetangga. Rumah Alyssa berhadapan dengan rumah Safira


Namun.... saat ia naik ke bangku kelas 2, ia kehilangan keduanya, Safira yang harus melanjutkan sekolah SMP yang memang seharusnya. Dan Aqilah yang harus pindah ke Depok untuk melanjutkan pendidikan SD kelas 5.


Namun... Alyssa dapat teman saat itu. Bernama Amanda. Amanda berusia 7th saat kelas 2, berbeda dengan Alyssa yang sudah berusia 8th. Karena kelahiran mereka berbeda, terpaut usia 1th saja.


Pertemanan mereka masih bertahan sampai kelas 3. Namun... saat datangnya anak baru (perempuan) bernama Chelsea, hancur sudah pertemanan mereka. Karena Chelsea tersebut telah berteman dengan Amanda. Rumah Amanda dan Chelsea rupanya dekat, itulah yang membuat perpisahan persahabatan Alyssa dan Amanda.


Saat sudah hancur, Alyssa kini seorang diri, dan pernah bertengkar dengan Amanda, namun Alyssa hanya mengakhirinya dengan cuek. Ia sangat kesal dengan mantan sahabat nya itu


Kelas 4 pun masih seorang diri. Namun, saat pertengahan bulan, sekitar bulan September. Alyssa dapat berteman dengan Chelsea dan Tania. Dan saat bulan Oktober, Tania tidak bersahabatan lagi dengan Alyssa dan Chelsea, di karena kan ada seseorang yang memisahkan nya yaitu, Elina.


Saat itu, Alyssa dan Chelsea berteman dengan Elina. Alyssa dan Chelsea rupanya menggosipi Elina bersama Tania dari belakang. Hingga kelas 5 pun berpisah


Apa yang menyebabkan Alyssa terpisah dari mereka?


Karena datangnya hidayah dari Allah pada Alyssa. Ia mendapatkan kedewasaan sebuah kebaligan (h41d). Di sisi lain, saat Alyssa mendapatkan hal itu, Alyssa semakin menjadi orang yang murah senyum dan tidak banyak bicara, ia menjadi siswa pendiam di sekolah Buma Nusantara.


Tidak ada lagi teman yang setia pada dirinya. Teman lamanya yang bernama Amanda pun kini semakin jauh dengan Alyssa karena saat Alyssa memiliki kedewasaan, Amanda pun menjadi seperti itu pada Alyssa. Biasanya selalu mengobrol ngobrol, namun... apa daya takdir sudah nasib.


Saat kelas 6 pun tak ada teman yang mendampingi nya hanya teman yang setengah waktu. Ia duduk di bangku bersama Tania.


"Jadi.... kesimpulan nya, aku takut kehilangan teman yang udah bersahabat dan bersama denganku"


"Maksudnya? Kamu minta aku... untuk bersahabat sehidup sesurga dengan mu? dan bersahabat di dunia dan akhirat?" tanya Alifhia


"Iya" jawab Alyssa


"Oke!"

__ADS_1


__ADS_2