
Pagi pun tiba pukul 06.48 dengan terbitnya gadis cantik yang sudah mandi dan shalat subuh. Kini gadis itu sedang berada di luar, dirinya mengenakan pakaian berlengan panjang dan celana biasa, pakaian tersebut menutupi hingga atas lutut juga memakai hijab bermodel segitiga
Alyssa memang sudah hijrah dari usia 11th, namun pakaian nya tidak selalu memakai gamis, ia memakai gamis jika ada acara pengajian, traveling, dan lain sebagainya. Ataupun memakai rok jika celana tersebut terlihat membentuk
Ia terduduk manis di kursi teras sambil menikmati udara pagi dan meminum susu hangat untuknya. Tiba tiba datang mobil yang memasuki halaman rumahnya dan kebetulan pagar tersebut terbuka
"Assalamualaikum... aaa... Alyssaaa" teriak seorang wanita berjilbab menuju Alyssa dengan langsung memeluknya
"Waalaikum salam" jawab Alyssa yang ber aba-aba memeluk wanita tersebut
"Ya Allah... Mama kangen banget iho sama kamu" ucap wanita tersebut
Wanita itu ialah Ibunda Alyssa yang bernama Rina Fitria, usianya 40th
Setelah melepas pelukan dari sang Mama, kini Alyssa berpelukan dengan sang Papa.
"Masya Allah... kamu udah dewasa ya kak" ucap sang Papa bernama Gilang Septian Zein
"Udah dong Pa.. Masa Lyssa kecil terus"
"Dirga mana?" tanya Alyssa
"Dirga sekolah" jawab Gilang
Ketiga nya pun masuk ke dalam rumah dan berkumpul di ruang tamu yang cukup luas. Angga pun ikut gabung, tak lupa Alyssa menyediakan minuman untuk kedua orangtuanya juga kakaknya.
"Jadi gimana Lys... setelah kamu di kampung? merasa segan gak jadi anak kampung?" tanya Rina
"Nggak biasa aja. Malah.. Alyssa suka sama pemandangan di sana, dan lingkungan nya juga baik, dari mulai udara, orang orang, banyak deh" jawab Alyssa
...----------------...
__ADS_1
Seorang Pria tampan yang tinggi sedang duduk di teras sambil menghafalkan ayat ayat suci alquran. Dirinya berpenampilan seperti seorang santri, memang nyatanya benar, ia adalah seorang santri di pesantren AlJabar. Dirinya sedang berada di rumah saudaranya, tak lama seorang wanita pun datang dengan kekasihnya
"Mau berangkat sekarang Shad?" tanya wanita itu dengan membawa keresek yang berisi makanan
"Iya tante... Alshad juga harus tiba di sana jam lima" jawab pria itu. Ya, nama pria tersebut adalah Alshad
"Ya udah, nih.. ada rezeki untuk kamu" ucap Wanita itu sambil memberikan kantung keresek yang berisi makanan
"Gak usah repot repot tante, Alshad kesini cuman untuk silaturrahmi aja, gak minta itu kok" tolak nya dengan secara lembut
"Udah terima aja" ucapnya memaksa
"Iya Shad, terima aja ya, kita ikhlas kok, begitu pun kamu juga harus ikhlas menerima" ucap pria di samping wanita itu
"Ya kalo Om dan Tante kasih ini dengan ikhlas Alshad juga akan menerimanya dengan ikhlas" ucap Alshad
"Ya udah... Alshad pamit ya, Assalamualaikum" pamit Alshad sambil mencium tangan punggung Tante Omnya itu lalu pergi menuju pesantren AlJabar
"Waalaikum salam"
Alshad sudah sampai di pondok pesantren, ia memasuki perbatasan area santri putri untuk memberikan makanan yang di beri saudaranya tersebut dan bertemu dengan santri putri yang ia kenal yaitu Alifhia
"Fhia..." panggil Alshad
"Iya, ada apa?" tanya Alifhia
"Ini tolong terima ya" ucap Alshad memberikan makanan tersebut
"Dari siapa?" tanya Alifhia
"Dari orang, ini makanan nya halal kok, gak ada sedikit pun racun yang di kandung di makanan itu, terhindar dari narkoba" ucap Alshad lalu pergi meninggalkan Alifhia di tempat
__ADS_1
Alifhia hanya melihat kelakuan Alshad yang si perbuatnya tadi. Alshad tiba tiba datang dan hampir mengejutkan Alifhia
"Oh iya lupa, Assalamualaikum" ucap Alshad lalu pergi
"Waalaikum salam" jawab Alifhia yang masih bingung
...----------------...
Alyssa pulang ke rumah sang orangtua karena ia memang harus tinggal bersama orangtua nya. Kini dirinya sedang sendiri di kamar dengan posisi duduk di meja belajar yang sedang menulis
"Hidup di dunia ini sangat membingungkan bagiku, namun... Allah adalah sutradara terbaik di dunia ini. Aku hanya bisa pasrah saja dengan rintangan yang cukup tumit seperti pelajaran matematika yang sulit mencari rumus"
Ia menulis kalimat itu. Ia tidak habis fikir dengan dirinya yang saat ini mengurung di rumah tak mengejar ilmu seperti anak anak seusia nya di luar sana. Ada rasa ragu jika ia sekolah, ia pun malu jika ia tidak dapat mengejar ilmu luas.
"Tuk Tuk Tuk"
Suara ketukan pintu berhasil membuat Alyssa terkejut
"Lyssa sayang.. boleh Mama masuk?" izin Rina
"Iya Ma.. Boleh, gak di kunci kok" jawab Alyssa
Rina segera membuka pintunya dengan perlahan lalu menuju sang anak
"Lagi apa sih? serius banget tuh sama buku" tanya Rina
"Em.. Oh ya, Alyssa, Mama mau pesantrennin kamu ke pesantren AlJabar mau? Di situ ada temannya Papa, namanya Kiai Sobur, dia pemilik pesantren itu" tawar Rina
"Em... Lyssa belum pasti Ma, tapi... Kalo itu kemauan terbesar Mama dan Papa, insya Allah aku mau" ucap Alyssa
"Alhamdulillah kalo kamu mau. Apa kamu siap berangkat besok?" tanya Rina
__ADS_1
"Insya Allah" jawab lembut Alyssa
Sang Mama senang dengan jawaban lembut Alyssa. Dari kecil Alyssa memiliki jiwa yang lembut terutama terhadap orang yang lebih tua, namun jika dengan sang kakak, ia terkadang berkelahi. Begitulah Adik Kakak