Mengubah Takdir Tokoh Pembantu

Mengubah Takdir Tokoh Pembantu
Awal Mula


__ADS_3

Hari yang tenang seperti biasanya. Hanya ada suara game yang kumainkan. Di temani secangkir susu hangat haah...ketenangan yang kunanti-nantikan. Yah dan saatnya...


"G*BLOK, BELAKANG LU ADA MUSUH A*JING!"


"LU JUGA! BANTU GW WOY! AS*!!"


Inilah yang ku sebut ketenangan. Mabar dengan teman sebaya dan mengeluarkan semua kata-kata..yah ehem lupakan.


Namaku Bayu, seorang pemuda berumur 18 tahun biasa yang candu terhadap game. Suasana kamar tanpa ada gangguan merupakan hal yang menurutku luar biasa. Sampai...


...BRAAAKKK!...


"KAK BAYU!!"


"AAKHH, sialan..."


Game bertuliskan 'Game Over' yang selalu membuat ku emosi. Suara discord teman-teman ku yang berteriak dan berkata kasar sama seperti diriku. Hahaha, aku melepaskan headset, mematikan discord dan juga keluar dari game. Melihat ke belakang, terlihat seorang gadis berkuncir dua melipat kedua lengannya. Mata yang sudah menjadi jawaban akan kemarahan ia tahankan. Yah, di mulai dari 3...2...1...aku langsung menutup kedua telinga ku.


"KAK BAYU!! BERHENTILAH BERMAIN GAME!"


Suara cemprengnya masih saja membuat telinga ku sakit. Liliana, gadis imut berkuncir dua itu adalah adikku yang masih berusia 14 tahun. Dia mendekat, duduk tepat di hadapan ku dengan wajah marahnya.


"Apa salahnya bermain game Li?"


"Hmp, jika kak Bayu bermain game kakak selalu saja berkata kasar"


"Ya maap, kamu juga salah masuk ke kamar kakak seenaknya. Dan lagi, bukannya tadi kamu sudah pergi bersama teman mu 15 menit yang lalu? Kenapa kembali lagi?"


Wajahnya menjadi murung, dengan suara pelan ia kembali berbicara.


"Tidak...acaranya di batalkan, menyebalkan"


"Ah begitu"


Sayang sekali, padahal tadi adalah timing yang pas untuk bermain game tanpa ada gangguan. Hah yasudahlah, toh aku sudah bermain selama 3 jam, kaki ku juga mulai keram.


"Oh ya, seminggu yang lalu aku sempat membuat salah satu buku Novel. Sudah ku jilid dan membuatnya seperti novel asli. Ku jamin ceritanya benar-benar menarik!"


Lili meraih tas mungilnya dan mengambil buku yang ia maksud. Cover buku bewarna merah muda, sudah jelas ini adalah Novel romantis. Lebih baik aku segera mengusirnya keluar kamar sebelum...

__ADS_1


"Kak Bayu coba baca" *ceria


"Ngak mau"


"Ayolaaah, toh kak Bayu juga tidak punya kegiatan lain. Ya? Ya? Ya?"


"Novel romantis memuakan dan terlalu kekanakan"


Ucapku sambil memalingkan muka, tak ada respon dari Lili. Namun baru saja aku kembali melihatnya...gadis kecil itu sudah berdiri tepat di hadapan ku sambil mengangkat bukunya tinggi-tinggi.


"..."


...BUKKK...


Buku mendarat tepat di kepala ku. Pandangan kabur sesaat, kepala berdenyut tak karuan. Lili pergi dari kamar dengan amarah yang memuncak.


"Hmp, pokoknya kakak baca baik-baik! Berikan penilaian jika kak Bayu sudah membaca semuanya, hmp"


"Lili! Minta maaf ke kakak sekarang!💢"


"Bweee"


Astaga sepertinya aku terlalu memanjakannya. Apa yang aku nilai dengan novel ini? Haah, inilah derita mempunyai adik perempuan.


Liliana memang suka menulis dan sudah beberapa kali juga membuat Novel versinya sendiri. Dan aku sebagai kakaknya lah yang harus pertama membaca buku buatannya. Merepotkan memang tapi aku bangga dengan bakat Lili.


Aku membuka buku novel buatan adikku. Seperti biasa halaman pertama berisi pengenalan tokoh utama. Wanita cantik yang selalu mendapat anugrah dan juga keberuntungan. Sifat ramah menarik perhatian para tokoh pria di sana.


Saat membaca buku novel lebih dari 3 jam...ini semua...


"Harem romantis berlatar jaman Eropa dengan cerita klasik dan pasaran. Di tambah sedikit bumbu Fantasi di dalamnya"


Hampir seluruh cerita hanya berisikan romansa tokoh wanita kepada kelima pria berbeda. Sifat para tokoh yang menarik perhatian membuat siapa saja sulit memutuskan siapa yang akan menjadi pasangan bagi pemeran utama wanita.


Kesatria terhebat di seluruh kerajaan, seorang pembunuh bayaran di balik topeng, pangeran tampan nan menawan dengan kata-kata manis, pria terkaya tanpa identitas, bahkan adik tiri dari sang pemeran utama wanita tertarik kepadanya.Dan tentu saja ini tidak menarik perhatian ku.


Jika seorang gadis seperti Lili mungkin akan suka dan antusias dengan cerita ini. Namun aku hanya laki-laki biasa yang di paksa membaca buku oleh adik perempuan. Ini bukan seleraku. Haah, aku berdiri dan berniat mengembalikan buku ini kepada gadis nakal itu. Namun saat ke kamarnya, ia sudah tidur terlelap. Saat melihat jam dinding, melihatkan jam menunjukkan waktu 20.00. Astaga, jam tidurnya tidak berubah sama sekali.


"Hoaaam..."

__ADS_1


Haah, sepertinya aku juga mengantuk. Aku kembali ke kamar, merebahkan diri ke kasur empuk, dan meletakan buku tepat di sebelah ku. Mata tertutup, tidur terlelap dengan mudahnya...sepertinya...aku benar-benar kelelahan.


.


.


.


Bayu masih tertidur dengan posisi yang sama. Namun ia belum menyadari sesuatu. Pria itu mengeliat tak nyaman dan berkali-kali pula bergumam.


"Aaakhh, tubuhku...ini tidak nyaman"


Perlahan, Bayu membuka matanya. Ruangan lembab nan gelap, dinding langit penuh lumut dan tetesan air bocor mengalir membasahi wajah Bayu. Bukannya kasur yang ada, melainkan jerami di tumpuk sebagai ganti tempat tidur.


Pria itu diam sejenak dan sedang memproses apa yang sebenarnya terjadi. Tubuhnya seakan seperti tertusuk akan sesuatu. Rasa sakit di badan, tulangnya seperti di remuk.


Kini Bayu benar-benar membuka matanya dan terduduk. Keringat bercucuran dan tubuh panas dingin.


"A..apa yang terjadi?"


Bayu melihat sekeliling, hanya ada deruji besi bagai kurungan. Dengan panik, Bayu langsung berdiri namun...


...BRUKK...


Bayu terjatuh, sekujur tubuhnya kembali merasakan sakit.


"S..sialan, berdiri saja aku...tak bisa. Sebenarnya...apa yang terjadi?!"


Bayu menyadari sesuatu...jika, suaranya kini telah berubah. Takdir menuntun Bayu melanjutkan kehidupan tak tentu ini. Apakah Bayu dapat mengatasinya?


.......


.......


.......


...B e r s a m b u n g ......


...( Dukungan Kalian \= Penyemangat Author❤️ )...

__ADS_1


__ADS_2