
Batin 29 yang masih saja tak melepaskan pandangan dari panasnya api.
"Ayo nak, kita harus segera pergi dari tempat menyesakkan ini"
Ucap pria bertopeng, ia mengenggam tangan 29 dan menuntunnya.
Apakah kami bisa percaya kepada orang asing ini? Aku hanya berharap ia tak punya maksud tersembunyi.
Batin 29 yang terus saja memandang curiga.
.......
.......
.......
Perlahan Bayu membuka matanya. Ruangan yang cerah membuat pandangannya terganggu. Menutup mata dengan tangan kiri...dan berusaha untuk memproses apa yang sebenarnya terjadi.
Ini dimana?
Batin Bayu, ia mencoba untuk duduk. Selimut yang nyaman, kasur empuk, ruangan indah, dan sebagainya. Mata terbelalak tak percaya, tempat nyaman yang tak pernah dipikirkan oleh Bayu. Pria itu menghela nafas, tersenyum dan memukul pelan jidatnya.
"Hahaha, Bayu mungkin ini mimpi. Nah, untuk keluar dari situasi ini kau perlu bangun"
Bayu merebahkan diri di kasur dengan semangat. Ia menganggap ini semua mimpi dan berusaha untuk menikmatinya sebelum bangun. Namun tak lama... suara langkah kaki terdengar sangat nyaring. Suara yang semakin mendekat dan mendekat.
...Drap Drap Drap!...
"Ku ku kuu"
Makhluk mungil berlari dengan semangat dan melompat di tempat tidur Bayu.
...Buaghhh...
"Uhuukkk...hei!"
Entah makhluk mungil ataupun Bayu mereka terpental karena kasur empuk itu. Bayu yang kesakitan langsung terduduk dan mengangkat makhluk tersebut.
"Tunggu, kau makhluk spirit yang tadi bukan? Kenapa kau sampai ke mimpi ku?"
Tanya Bayu memiringkan kepala bingung, dengan lucunya makhluk itu mengikuti apa yang Bayu lakukan. Memiringkan kepala dan mengeluarkan suara imut khasnya.
"Ku?"
"Apa aku tak bermimpi kawan?"
"Ku ku ku, hehe kuu"
Slurp...Slurp
"Hei hentikan!"
Makhluk spirit tersebut menjilat wajah Bayu berkali-kali. Air liur yang basah dan bau. Pria itu tertawa geli, mengangkat tinggi gendongannya berusaha menjauhkan makhluk itu darinya. Seketika Bayu sadar bahwa ini bukan mimpi. Ia melihat sekeliling dengan tatapan waspada.
Tak lama lagi-lagi terdengar suara langkah kaki. Suara yang amat nyaring dan terdengar berat, Bayu sudah menduga suara langkah kaki ini bukan 29. Dan benar saja, pintu terbuka... sosok pria tinggi besar mendekat ke arah Bayu. Pria rambut ungu gelap dan memiliki mata ungu tajam, setiap ia melangkah entah kenapa aura disekitar menjadi mencekam. Baju mewah yang ia kenakan, terdapat setidaknya 3 atau lebih permata yang terpasang di pakaiannya.
"Kau sudah bangun nak?"
Ucap pria itu seraya memegang dahi Bayu. Bayu terkejut, spontan ia menepis tangannya dengan tatapan tajam.
__ADS_1
"Tenanglah, sekarang kau tak akan bertemu orang br*ngsek itu lagi"
Ucap pria itu dengan wajah datar. Namun terlihat Bayu masih belum percaya, ia masih memandang waspada dan memeluk erat makhluk mungil itu.
"Sepertinya demam mu sudah turun, hei nak sekarang kau boleh masuk"
Dia sedang berbicara dengan siapa? Dan demam? Aku? Hah?
Batin Bayu penuh dengan tanda tanya. Tak lama, terlihat gadis kecil masuk ke dalam. Rambut yang menutupi matanya, ia terlihat ragu saat berjalan. Rambut coklat kemerahan yang khas, walau pakaian yang di gunakan berbeda dari biasanya namun Bayu menyadari siapa gadis itu.
"29?!"
Ucap Bayu terkejut, matanya terbelalak tak percaya sekaligus takjub.
(Gaun yang di pakai 29)
Gadis kecil dengan gaun biru indah, ia terlihat imut saat mengenakannya. Perasaan malu menyelimuti 29, ia hanya tertunduk dan melambaikan tangannya dengan pelan.
"Kau nampak lebih enak di pandang"
Ucap Bayu sambil mengangkat kedua jempolnya, tertawa kecil dengan senyuman yang memikat.
"Jadi selama ini...aku tak enak di pandang...begitu?"
Tanya 29 yang kesal, ia memalingkan muka dan merajuk kepada Bayu.
"B..bukan begitu, maksud ku kau nampak...hm yah"
Bayu kelabakan dan sulit untuk menjelaskan. Pria bermata ungu itu tersenyum melihat tingkah kedua bocah ini, ia mengelus rambut 29 dan berkata...
"Kau nampak lebih cantik nak, astaga apakah berbicara 1 kata itu lebih sulit ketimbang tertusuk pisau anak muda?"
"Ngomong-ngomong..."
Pria itu tak melanjutkan kalimatnya, tanpa aba-aba ia menyentuh kaki Bayu yang terluka akibat tusukan pisau. Pria kecil itu merintih kesakitan.
"Walau sudah di perban namun luka ini harus di tangani dengan benar"
"Maaf atas kelancangan saya, tetapi...anda siapa?"
Orang asing dengan rumah mewah, memberikan fasilitas kepada kedua bocah tak dikenal dan satu makhluk aneh dengan senang hati, membantu kami seolah ini adalah kewajibannya. Apa maksud dia sebenarnya?
Batin Bayu mengernyitkan alis.
"Panggil saja...hm...panggil aku N"
Nama macam apa itu? Dia bahkan terlihat ragu saat memberi tahukan namanya💧
"Daripada itu mumpung kau sudah bangun, bagaimana jika kau mengganti pakaian?"
Bayu memiringkan kepalanya.
"Apa?"
"Karena tak ada pelayan disini, biar ku bantu kau mengenakan pakaian"
Ucap pria itu sambil mengambil satu set pakaian yang entah dia dapat daripada. 29 terlihat ragu, ia kemudian pergi bersama makhluk mungil itu keluar dari kamar.
__ADS_1
"Tunggu, terimakasih atas tawarannya Tuan namun saya..."
"Tenang saja, aku cukup kompeten untuk hal ini"
"B...bukan itu maksudku"
Pria itu tak mendengarkan Bayu dan masih berjalan mendekat dengan wajah menyeramkan. Bayu hanya bisa menelan ludah.
"Tenanglah, kau sedang terluka biarkan aku membantu mu"
Nooooo!!
Beberapa menit kemudian...
...Tok Tok Tok...
"Apa saya boleh....masuk Tuan?"
Tanya 29 yang penasaran.Sedari tadi dia hanya bisa mendengar suara gaduh di dalam tanpa mengetahui apa yang terjadi.
"Fiuhhh, ya masuklah nak"
29 membuka pintu, ia terdiam tak percaya. Wajahnya memerah, senyuman yang tak dapat ia tutupi.
(Pakaian yang dikenakan Bayu)
Pria rambut sehitam arang, mata merah tajam nan indah. Bayu yang terduduk dengan melipat keduanya sambil merajuk. Di mata 29, Bayu nampak imut.
"Menyebalkan..."
Gerutu Bayu dengan wajah merahnya. Pria itu tak dapat menahan tawanya, ia mengusap rambut Bayu sampai berantakan.
"Hahaha apakah kau malu?"
"Tidak..."
Ucap Bayu memalingkan wajahnya yang kesal.
Tubuh ku, bagian privasi ku, cih...mentang-mentang aku di tubuh anak-anak dia memperlakukan ku seperti bocah. Tsk, walau begitu aku masih pria normal berumur 18 tahun. Sial, aku merasa seperti di telanjangi💢
Pikir Bayu yang masih saja merajuk.
...----------------...
Tambahan...karakter rambut putih tadi bernama Hari Erenst di cerita Beware Of The Brothers. Bukan karakter 29 di novel ini. Pengenalan karakter akan muncul di eps...(?) Yah sampai author ketemu gambaran karakter yang cocok sama anak-anak author.
Cukup ambil baju nya aja ya, hanya sebagai contoh. Dan kalo ada beberapa manhwa yang author ambil sebagai contoh desain, author akan tambah keterangan siapa dan judulnya (komik yang author tau saja, kalo ngak ya maap bisa cari sendiri di google)
Bahkan author gk tau siapa karakter laki-laki rambut hitam (nan tampan) tadi, cuma ambil desain bajunya aja wkwk.
...----------------...
.......
.......
.......
__ADS_1
...B e r s a m b u n g ......
...(Dukungan Kalian \= Penyemangat Author❤️)...