Mengubah Takdir Tokoh Pembantu

Mengubah Takdir Tokoh Pembantu
Rencana Untuk Kabur [Bagian 3]


__ADS_3

"Aaakhh, s..sial"


Rintih Bayu, walau tak terlihat namun Bayu dapat merasakan cairan lengket ada di kakinya. Noda merah yang membuat jejak kaki terlihat jelas. Tentu saja, dia maupun gadis 29 berlari tanpa beralaskan kaki. Padahal di setiap jalan pasti terdapat benda tajam. Entah itu pecahan kaca, batu tajam, dan lain sebagainya.


Kelemahan Bayu membuat jarak antara para penjaga dan dirinya semakin dekat. Akankah Bayu dapat lolos dari kejaran mereka?


.......


.......


.......


Bayu terus berlari sekencang mungkin di gang ini. Walau harus menahan rasa sakit, ia tak peduli dan berusaha untuk menghiraukannya. Terlihat di depan ada celah yang sangat sempit, hanya sekitar setengah meter. Bayu terlihat ragu, namun saat melihat badan bocah umur 14 yang ia rasuki, kini Bayu hanya dapat tersenyum kaku. Ia masuk dengan tergesa-gesa, luka gores kembali terlihat. Ia berhasil masuk ke celah sempit tersebut.


Ketiga pria bertopeng yang memiliki badan besar sulit jika masuk melalui celah.


"Berhenti lah nak! Jika kau berhenti sekarang, kami akan mengampuni mu"


Rujuk salah satu penjaga. Bayu tak peduli dan masih terus berlari. Namun ia tak menyadari, jika ada niat tersembunyi dari para penjahat itu.


"Kau akan menyesali perbuatan mu bocah"


Dengan senyum licik, salah satu penjaga mengambil benda di saku nya. Benda tajam dan juga berbahaya, ia melemparkannya lurus tepat di mana Bayu berlari.


...Jleeb...


"AKHHH!!"


Erangan suara kesakitan terdengar. Pisau mendarat tepat di betis Bayu. Darah bercucuran, dengan cepat pria itu menarik kembali pisau yang tertancap. Ia kembali berjalan, walau tertatih tatih namun sebisa mungkin ia harus menjauh dari mereka.


"Haha, ini tak seberapa Tuan!"


Bayu berhasil lolos dari kejaran mereka.


"Kau meremehkan ku bocah?!"


Salah satu di antara mereka berusaha untuk masuk ke dalam. Pria bertopeng kelinci hitam, ia adalah penjaga yang paling kecil di antara mereka bertiga. 2 rekannya membantu mendorong dari belakang. Dan setelah beberapa kali mencoba, akhirnya ia berhasil masuk ke celah tersebut.


"Kalian, lewat jalan lain! Bocah itu masih terjebak, ia hanya akan bertemu jalan buntu"


Pria bertopeng kelinci kembali mengejar Bayu.Ia melihat jejak darah yang mengarah ke budak kecil itu. Berlari semakin jauh meninggalkan rekannya, bayangan mulai menghilang tertelan oleh gelapnya malam.


"Tunggu, apa maksudnya jalan buntu? Setahuku disini tidak ada jalan buntu"


Pria bertopeng kerbau langsung memukul temannya itu.


"Bodoh! Itu hanya ungkapan. Yang dia maksud adalah bocah itu tidak akan bisa kemana-mana jika melihat luka yang ia terima"


"Jadi?"


Tanya rekannya sekali lagi. Pria bertopeng kerbau tak tahan, ia kembali memukul rekannya.


...Buaak...


"Lebih baik kita cari jalan memutar daripada terus menjelaskan orang bodoh seperti mu"


Pria bertopeng kerbau tersebut menarik temannya pergi. Rekannya hanya pasrah, tapi tak lama ia teringat satu hal yang terlupakan.

__ADS_1


"Tunggu, bukannya tadi ada 2 orang ya?"


Tanyanya untuk memastikan.


"Apa maksud..."


Belum juga melanjutkan kalimat, pria bertopeng kerbau itu terdiam. Ia sadar bahwa ada 2 orang budak yang kabur.


"Sial, dasar ceroboh! Hei kau masih ingat dimana dia pergi?!"


Tanya pria bertopeng kerbau kepada rekannya.


"Dia menghilang saat kita berbelok arah...berarti..." *diam sesaat


"Dia ada di sisi sebelah kiri!"


Ucap mereka berdua secara bersamaan.


"Apa lagi yang kita tunggu! Cepat pergi!"


Mereka berdua berlari berlawanan arah dari arah Bayu. Berniat untuk menangkap salah satu budak yang hilang.


.......


.......


.......


Sedangkan di tempat Bayu...


Anj*r!! Sialan, aku tak berpikir mereka akan berani melakukan ini.


Batin Bayu sembari melihat luka. Ia terduduk, sandaran beberapa kotak kayu di belakang. Merobek kain dari baju yang ia kenakan. Melilitkannya di betis yang terluka. Rintih kesakitan terdengar sampai ikatan terakhir selesai. Pendarahan berhenti sesaat. Bayu menghela nafas dan menatap dinding langit. Pandangan kosong, pikiran akan kesialan terus terjadi kepadanya.


Apa yang akan ku lakukan sekarang? Rencana yang kupikirkan dalam 1 malam berantakan hanya karena kecerobohan ku. Sial, seandainya aku tidak masuk ke dalam cerita fiktif ini.


Bayu memejamkan matanya. Dada begitu berdebar tak karuan. Baru juga membuka mata, tiba-tiba saja...


...Buukkk...


"Anj*r!"


Spontan Bayu mengeluarkan kata kasar. Benda kotak mengenai kepala Bayu. Pria itu memegang kepalanya. Pandangan sedikit kabur dan berdenyut. Perlahan ia membuka mata, samar-samar Bayu melihat benda kotak tersebut.


"Apaan dah, tsk sial..."


Tak lama, kotak tersebut mengeluarkan suara. Benda itu juga bergoyang sendiri. Di susul dengan suara aneh yang ada di dalam.


...Buk..duakk..dukk...


"Kuu kuuu kuu!!"


Bayu terdiam, secara perlahan ia berjalan menuju kotak kayu tersebut.


"Apa...ini?"


Kotak yang awalnya terus bergerak kini berhenti saat mendengar suara Bayu. Pria itu mengamati dengan serius. Saat mendekat, terlihat hewan berwarna putih memiliki ekor dan juga beberapa duri di punggungnya. Mata biru aquamarine indah.

__ADS_1



Walau kayu kuat dan kokoh namun Bayu melihat ada benda yang menganjal pintu masuk. Ia mengambilnya, seketika pintu kecil itu terbuka. Hewan mungil dengan tubuh gemetar, meliukkan ekor pada tubuhnya. Bayu mencoba menenangkan makhluk tersebut.


"Sttt tenang, kemarilah...aku tidak akan melukai mu hewan kecil"


Bisik Bayu dengan suara halus.


"Grrrr!!! Ku ku kuuu!!"


Menyadari hewan tersebut masih takut dengan Bayu, pria itu tersenyum kecil. Ia mencoba menyulurkan tangannya lagi.


"Tenanglah kawan, hahaha"


Senyum tulus terukir, membuat makhluk itu sedikit luluh. Perlahan ia mengapai tangan Bayu, pria itu tersenyum. Ia mengangkat hewan mungil itu keluar dari kandang menyesakkan.


"Pintar..."


Ucap Bayu sambil mengelusnya. Ia kembali terududuk dan masih memeluk makhluk misterius tersebut.


"Ku ku..ku"


"Apa kau kesepian?"


Tanya Bayu dengan suara pelan.


"Ku ku ku! Ku ku"


Sesaat pria itu teringat akan perkataan gadis nomer 29.


Di desa kecil ini menjual berbagai hewan spirit. Apakah makhluk yang ada di pangkuan ku saat ini juga termasuk?


Batin Bayu mengernyitkan alis. Ia menyadari terdapat beberapa luka di tubuh hewan mungil itu. Berkali-kali pula makhluk tersebut bergetar hanya karena Bayu menyentuhnya. Dengan kata lain, ia tidak nyaman kepada manusia. Bayu juga berpikiran hal yang buruk, bagaimana jika makhluk mungil ini di siksa sampai ia takut terhadap manusia?


Namun tak lama lagi-lagi angin berhembus. Bersamaannya dengan itu, suara aneh nan misterius kembali terdengar.


...----------------...


..."Ada yang datang Tuan..."...


...----------------...


Bayu lagi-lagi terkejut, ia memegang telinga kiri nya.


Suara yang sama lagi? Sebenarnya apa itu?!


Batin Bayu mengernyitkan alis. Ia melihat ke arah makhluk kecil itu lagi, Bayu meletakan jari telunjuk sebagai tanda diam. Dan benar saja, tak lama terdengar suara langkah kaki mendekat. Bayu memeluk erat hewan itu dengan pandangan waspada.


.......


.......


.......


...B e r s a m b u n g ......


...( Dukungan Kalian \= Penyemangat Author❤️)...

__ADS_1


__ADS_2