Mengubah Takdir Tokoh Pembantu

Mengubah Takdir Tokoh Pembantu
Bangkitnya Kekuatan


__ADS_3

Bayu lagi-lagi terkejut, ia memegang telinga kiri nya.


Suara yang sama lagi? Sebenarnya apa itu?!


Batin Bayu mengernyitkan alis. Ia melihat ke arah makhluk kecil itu lagi, Bayu meletakan jari telunjuk sebagai tanda diam. Dan benar saja, tak lama terdengar suara langkah kaki mendekat. Bayu memeluk erat hewan itu dengan pandangan waspada.


.......


.......


.......


Sedangkan di tempat gadis 29. Kotak besar menjadi tempatnya untuk bersembunyi. Kotak dengan tinggi 1 meter lebih dan lebar sekitar 50 cm. Tubuh kecilnya mampu masuk ke dalam walau harus menahan sempitnya ruangan.


Ia begitu gelisah karena tidak ada seseorang yang menemaninya. Ia juga khawatir dengan keadaan 27, menyadari pria itu mengorbankan diri untuknya membuat gadis 29 terharu sekaligus sedih. Sudah lebih dari 10 menit berlalu, namun tak ada tanda kehadiran dari temannya.


Bagaimana jika dia tertangkap? Ku mohon, cepatlah datang 27. Aku sangat takut, dan kumohon kembalilah dengan selamat. Kau bilang kita akan keluar bersama, kau juga yang membuat ku percaya akan adanya kebebasan. Jadi...tolong tepati janji mu.


Batin sang gadis dengan mata tertutup.


Tak lama terdengar suara langkah kaki mendekat. Gadis 29 terlihat senang, ia berpikir suara itu adalah suara kedatangan temannya. Namun saat ia mendengar lebih teliti lagi, suara langkah terdengar lebih nyaring. Bukan hanya 1, melainkan terdengar 2 suara langkah dari orang yang berbeda.


Sekejap sang gadis menutup kedua mulutnya. Berusaha untuk tidak mengeluarkan suara.


"Apa kau yakin dia ada di sini?"


Ucap pria bertopeng kerbau kepada rekannya.


"Ya benar...walau aku tidak yakin sepenuhnya"


"Saat Bos memilih mu dia berpikiran apa sih? Memperkerjakan orang bodoh seperti mu sungguh tak masuk akalšŸ’¢"


"Aku tau aku bodoh tapi itu lebih berguna dari dirimu yang tak melakukan apa-apa! Bukannya tadi kau juga melihat budak itu? Jadi berhentilah bicara jika kau memiliki ingatan yang burukšŸ’¢"


"Kau mengatakan apa?!"


Bukannya bekerja sama, mereka malah terus bertengkar dan saling menyalahkan. Gadis yang ada di dalam kotak besar hanya bisa terdiam dan menganggap mereka berdua adalah orang bodoh.


"Hah sudahlah hentikan pertingkaian ini. Hei nak atau siapa pun itu, apakah kau sedang ingin bermain permainan petak umpet dengan kami?"


Ucap pria bertopeng harimau , tak lain adalah orang yang bersama dengan rekannya, pria bertopeng kerbau.


"Hahaha, diam adalah jawaban. Jadi kawan, hancurkan semua benda merepotkan ini. Dan temukan tikus yang bersembunyi" *senyum


Lanjut pria bertopeng harimau kepada rekannya. Dengan senang hati mereka merusak semua fasilitas yang ada. Di mulai dari meja, kursi, bahkan satu persatu kotak yang ada di hancurkan begitu saja. Suara pukulan dan kayu hancur terdengar jelas.


Gadis 29 kembali ketakutan, ia tetap menutup mulutnya dengan nafas terengah-engah. Dada berdebar-debar tak karuan. Jarak di antara sang gadis dengan 2 pria itu hanya sekitar 4 meter. Suara semakin mendekat dan mendekat. Secara tak sadar gadis 29 menangis tersedu-sedu. Ia menutup mulutnya, tetapi tetap saja tak dapat menutupi suara yang ia pendam.


"Hiks...hiks.."


Suara yang amat pelan namun dapat terdengar. Kedua pria itu tersenyum dan berjalan mendekat. Kotak besar dengan kayu sebagai tutupnya. Salah satu di antara mereka membukan kayu tersebut.


"Ketemu kau gadis nakal"


.......


.......


.......


Bersamaannya dengan itu di tempat Bayu....

__ADS_1


"Tsk sial, dimana bocah itu?!"


Pria bertopeng kelinci hitam datang. Dengan nafas terengah-engah, ia melihat ke kanan dan ke kiri. Jejak merah darah berhenti tepat di tempatnya berdiri, namun hanya ada ruangan kosong nan gelap.


"Hei keluarlah sebelum kesabaran ku habis!"


Bayu terdiam dan masih dalam persembunyiannya. Tempat tinggi dengan penuh kotak seperti kandang makhluk yang ada di pelukannya. Tempat paling pojok di ruangan saat itu.


"Kau tau, jika kau melarikan diri Tuan Besar akan marah. Entah bocah, pria tua, wanita...intinya, tidak ada gunanya jika kau keluar dari sini"


Ucap pria bertopeng kelinci dengan senyuman.


"Kau tau, masyarakat tidak akan menerima mu begitu saja. Mereka akan memandang orang seperti mu rendahan, menjijikkan, dan tak layak bersama mereka"


Pria bertopeng kembali berjalan sambil terus berbicara. Bayu yang mendengar menggertakan gigi dengan tatapan tajam.


Bac*t, memangnya saat dia mengatakan semua hal omong kosong aku akan berhenti dan kembali di sangkar itu? Tidak akan dan tidak akan pernah.


"Kembalilah, tempat mu bukan di dunia luar, melainkan desa ini. Kau bisa tidur dan makan merupakan suatu keajaiban. Jadi...pulanglah nak!"


Secara mengejutkan pria bertopeng kini sudah ada tepat di depan Bayu. Pria itu terbelalak, makhluk yang ada di pelukannya tak henti-henti bersuara dan mengibaskan ekornya.


"Ku ku ku!!"


"HAHA, TERTANGKAP KAU!"


Dengan cepat ia memegang pundak Bayu dan mencengkramnya dengan erat. Mengangkatnya seperti kucing jalanan. Pelukan terlepas yang membuat hewan kecil itu terjatuh dan berguling di lantai.


"Tsk, lepaskan sialan!"


Bayu menengok kebelakang, pria bertopeng kelinci terkejut.


"Kau..kau!! Bocah nakal itu?! Sialan, tak puas kau memukul ku sekarang kau mau kabur?!"


"Pftt, b..bodoh, orang seperti mu bahkan harus menggunakan cara licik untuk menangkap ku. Bwahaha sangat menggelikan"


"Bocah kurang ajar!"


...DUAKK...


"UAKHH..."


Pukulan tepat di perut Bayu. Makhluk bewarna putih dengan mata biru aquamarine langsung menggigit kaki pria bertopeng.


"Grrrr"


"Cih, pengganggu lagi?!"


...Duakk...


Pria bertopeng menendang makhluk tersebut. Suara kesakitan terdengar, makhluk kecil itu meringkuk dengan tubuh gemetar. Bayu yang melihat berniat memukul pria yang ada di depannya. Namun entah kenapa kepala Bayu berdenyut dengan kencang. Pandangan kabur, ia memejamkan mata dan merasakan rasa nyeri di kepalanya.


"Makhluk...spirit? Tunggu, warna dan bentuk itu..."


Belum juga melanjutkan kalimat, terlihat 2 sosok besar berjalan mendekati mereka. Yang tak lain dan tak bukan adalah rekan dari pria bertopeng. Salah satu di antara mereka sedang membawa sesuatu.


Gadis berambut panjang terurai, di gendong bagai karung beras. Ia hanya bisa terdiam dengan tubuh lemas.


"Kami sudah menangkap yang satunya"


Ucap pria bertopeng harimau kepada rekannya.

__ADS_1


Sial, apa yang mereka lakukan terhadap dia?! Wajah yang penuh dengan luka dan lebam. Mereka...memukul gadis kecil itu?! Tsk, b*jingan.


"Le...paskan!"


Suara tertatih-tatih, rasa nyeri kembali terasa. Bayu berhenti dan masih memegang kepalanya. Pria bertopeng kelinci tersenyum.


"Aah dia orang yang penting bagi hidup mu ya? Aku tak tau gadis itu masih hidup atau tidak. Jadi untuk memastikannya, kalian berdua...pukul gadis itu lagi"


"Apa kau yakin? Dia sudah lemas dan tak berdaya"


Tanya pria bertopeng harimau.


"IYA, CEPAT LAKUKAN SAJA!"


"Dasar manusia kejam" *senyum


Mereka berdua dengan senang hati menyiksa gadis 29. Entah itu di tendang, di pukul, dan sebagainya. Gadis itu merintih kesakitan, ia meringkuk dan menerima semua pukulan yang diberi.


"BERHENTI SIALAN!"


"Apa kau marah bocah? Oh ya, apa makhluk ini juga penting untuk mu?"


Pria itu tersenyum dan langsung menendang makhluk tersebut.


...Duakk...


"Kuuuk!! Ku ku... ku"


Suara rintihan terdengar dari hewan mungil itu, tendangan yang membuat ia terpental jauh. Bayu terdiam, tubuhnya bergetar hebat. Pandangan kosong ia beri.


Pria bertopeng kelinci terkejut, Bocah yang ia bawa kini terdapat aura hitam di sekujur tubuhnya. Lagi-lagi tatapan predator terlihat di mata merah Bayu.


Pria bertopeng melepaskan genggamannya dan mundur secara perlahan.


...Bruukk...


Aura yang awalnya hitam berkumpul menjadi satu. Membentuk suatu hewan yang mengelilingi Bayu. Hewan berbisa dengan wajah yang mengerikan. Bayu berdiri secara perlahan, tatapan kosong dan menyeramkan terlihat. Ia berjalan mendekat ke para penjahat. Satu, dua langkah terlewat. Setiap langkah membuat atmosfer di sekitar menjadi berat. Hawa berbahaya terdapat di sekitar tubuh Bayu.



"Sudah kubilang...berhenti...kenapa...KENAPA KALIAN TERUS MELANJUTKANNYA?!"


Seketika bayangan ular tersebut melompat ke arah masing-masing orang bertopeng itu. Makhluk itu melilitkan tubuh dan mencekik mereka semua. Suara berdesis yang amat berisik membuat siapa saja yang ada di sana menutup telinga.


Gadis 29 mundur perlahan, mata terbelalak dengan tubuh gemetar. Pria kecil bertubuh kurus yang ada di hadapannya, bukan seperti 27 yang ia kenal.


"UKKHH...L..LEPASKAN!!"


"S...SIAL, M...MAKHLUK SI..ALAN!"


"UGHH"


Mereka memberontak, namun itu semua percuma. Semakin mereka bergerak semakin kencang pula lilitan dari para ular.


.......


.......


.......


...B e r s a m b u n g ......

__ADS_1


...( Dukungan Kalian \= Penyemangat Authorā¤ļø)...


__ADS_2