Mengubah Takdir Tokoh Pembantu

Mengubah Takdir Tokoh Pembantu
Kenapa Tidak Melakukannya Sejak Lama?


__ADS_3

Tuan rumah secara perlahan mendekat ke Bayu. Gadis itu kembali gemetar, ia memegang tangan Bayu dengan erat.


"Siapa namamu pria kecil?"


Ucap Tuan rumah, Bayu menelan ludah dengan perlahan ia menjawab...


"Saya...si 27"


.......


.......


.......


Tuan rumah diam sejenak. Tak lama ia kembali berbicara.


"Dua...tujuh? Apakah itu nama yang mereka berikan kepada mu?"


Bayu mengangguk mengiyakan. Tuan rumah tersenyum.


"Aku Vasello, aku menyewa kalian untuk bekerja sehari di kediaman ku"


Tuan Vasello menepuk tangannya 2 kali, seketika pelayan datang. Gaun dengan warna hitam putih, pakaian pelayan gaya Eropa di zaman itu. Tuan Vasello berbisik kepada pelayan, wanita itu mengerti dan langsung pergi melakukan apa yang diperintahkan majikannya.



Sembari menunggu pelayan, Tuan Vasello memberi beberapa pertanyaan kepada Bayu yang ia tau bernama '27'.


"Jadi...apakah pria itu tak memberi uang sebanding dari kerja keras mu?"


"Benar Tuan...kita semua"


Jawab Bayu pelan namun matanya tak bisa berbohong bahwa ia membenci hal ini.


"Dan apakah kau beserta budak lainnya di perlakukan seperti ini setiap saat?"


Bayu masih belum mengerti kenapa orang kaya dan terhormat seperti Tuan Vasello menanyakan hal berkaitan dengan 'budak'. Padahal awal bertemu ia begitu acuh kepadanya serta yang lain.


"Benar"


Jawab Bayu singkat, Tuan Vasello tersenyum.


"Jadi...kenapa kau baru memberontak sekarang? Kenapa tidak melakukannya sejak lama?"


Pertanyaan yang di lontarkan Tuan Vasello mampu membuat Bayu terdiam tak berkutip. Pria itu mengepalkan tangan dengan gemetar. Raut wajah menahan amarah.

__ADS_1


Jika mau ataupun sifat tokoh pembantu ini tak pengecut, pasti ia melakukan hal ini sejak lama. Pertanyaannya bukan untuk ku, namun untuk 'si 27' yang asli. Tokoh tanpa nama ini tidak bergerak dan hanya bisa tertunduk oleh kenyataan. Bagai batu kerikil yang ada di tengah jalan, ia tak terlalu berguna. Peran hanya di munculkan 2 kali, yaitu saat bertemu dengan pemeran utama wanita...dan pertemuan terakhir saat ia bersimbah darah dan menghebuskan nafas terakhirnya di depan pemeran utama wanita.


Batin Bayu mengertakan gigi. Ia begitu kesal dengan sifat 'tokoh pembantu' yang ia baca. Sekalipun seorang budak pasti ada cara untuk keluar dari kekejaman ini.


Diam Bayu membuat Tuan Vasello tertawa.


"Hahaha sekarang kau benar-benar membuat ku tertawa haha...hah...jadi, ini pertama kalinya kau meberontak? Tak seperti yang di lihat, kukira pria kecil di depanku memiliki semangat hidup...ternyata ini pertama baginya"


Entah kenapa Bayu kesal dengan suara tawa pria gemuk itu. Secara bersamaan, pelayan wanita datang. Wanita itu menengok ke arah Tuan Vasello agak ragu, namun pria itu hanya tersenyum sambil menganggukkan kepala. Pelayan wanita mengerti, ia berjalan mendekat ke arah Bayu. Memberikan bungkusan kecil dengan kain kulit kepada Bayu.


Gadis nomer 29 penasaran, ia menempel kepada Bayu dengan pandangan tak lepas dari bungkusan itu. Bayu tersenyum kecil, tapi ia juga penasaran dengan apa yang pelayan itu beri. Secara perlahan Bayu melepaskan ikatan yang terpasang pada bungkusan, saat di buka terlihat beberapa koin emas, logam, dan perak. Bayu serta gadis nomer 29 terkejut.


"A..apa maksudnya Tuan? Kenapa anda...memberikan koin kepada saya?"


Bayu tak mengerti apa maksud sebenarnya dari Tuan rumah.Namun melihat wajah senang teman-temannya, ia ragu mengembalikan koin yang ia terima.


Pria itu lagi-lagi tersenyum.


"Bukannya akan repot jika orang yang ku sewa tidak mau bekerja hanya karena belum menerima bayaran? Dan lagi ini 'kan yang kalian mau?"


Secara mengejutkan lagi-lagi gadis nomer 29 kembali bersujud. Bukan untuk minta maaf, ia mengucapkan terima kasih berkali-kali. Begitu pula para rekannya, keempat budak lainnya melakukan hal yang sama seperti gadis nomer 29. Bayu tak bisa berbuat apa-apa, ia menghormati rasa terimakasih mereka walau itu terlalu berlebihan.


"Terimakasih Tuan, kebaikan anda akan selalu kami ingat"


Berbeda dengan yang lain, Bayu hanya menunduk. Namun ia benar-benar berterima kasih kepada Tuan Vasello.


Tuan Vasello berbalik dan berniat untuk masuk ke rumah besarnya, melanjutkan pekerjaan yang tertunda. Tapi baru empat langkah berjalan, ia berhenti dan kembali melihat ke arah Bayu.


"Pria kecil, aku bisa saja membantu mu keluar dari masalah mu itu. Namun aku tau kau lebih ingin bebas daripada bekerja di bawah kaki ku. Jalan masih panjang anak muda, dunia ini juga luas. Banyak jalan dan takdir yang kau pilih, begitu juga teman-teman mu. Kalian dapat membuat jalan dan bisa saja... akan mengubah takdir yang mengengkang kalian"


Tuan rumah kembali berjalan, di dampingi oleh beberapa pelayan di belakangnya. Ucapan yang di lontarkan Tuan Vasello membuat Bayu terdiam. Senyuman terlihat di wajahnya.


Hahaha tanpa dia katakan pun aku ingin mengubah nasib menyedihkan ini. Tapi terima kasih atas sarannya Tuan, berkat kau orang yang tak punya semangat hidup sekarang terdapat harapan kecil di hatinya.


Batin Bayu melirik gadis nomer 29. Mata gadis itu terpesona, masih menatap Tuan Vasello sampai Tuan rumah menghilang dari pandangan. Seakan tak dapat berbohong bahwa ia juga ingin melepas kengkangan selama ini.


"Bagaimana jika kita langsung bekerja?"


Ucap Bayu sembari memegang bahu si nomer 29. Gadis itu mendongak dan melihat ke arah Bayu. Sekarang Bayu dapat melihat dengan jelas rupa gadis itu. Mata ungu violet, kulit putih walau tertutup oleh beberapa kotoran dan debu menempel, rambut bewarna coklat kemerahan. Walau bertubuh kurus dan pendek, ia memiliki wajah yang sempurna. Andai jika gadis itu merawat diri, ia akan terlihat manis dan tak kalah oleh wanita lain.


Senyuman terukir di wajah manisnya.


"Tentu...saja...baru kali...ini aku semangat...untuk mengerjakan sesuatu"


Terdengar helaan nafas lega dari Bayu. Para budak yang lain juga mulai bersemangat. Para penjaga dari kediaman Tuan Vasello datang dan mengantarkan para budak kepada masing-masing pekerjaannya.

__ADS_1


Namun gadis nomer 29 masih saja berdiam diri. Ia memandangi orang yang mengikatnya. Pria yang masih saja berbaring tak sadarkan diri.


"Ada apa?"


Tanya Bayu penasaran.


"Dia...akan terbangun...lama..'kan?"


Tanya balik gadis nomer 29.


"Mungkin"


Ucap Bayu tak yakin. Tak lama gadis itu berjalan mendekat ke arah pria tak sadarkan diri. Memandangi sebentar dengan tatapan penuh amarah. Bayu punya firasat tidak enak, ia mendekat ke gadis dengan mata violet itu.


"Sebaiknya kita per..."


...JDAKK...


Belum juga Bayu melanjutkan kalimat, gadis itu menendang pria yang tepat ada di bawahnya. Terasa cukup puas, sang gadis kembali lagi ke Bayu.


"Ayo...pergi"


Seluruh penjaga yang masih ada di sana ternganga tak percaya, begitu pula Bayu. Ia hanya mengangguk dan mengiyakan ajakan sang gadis.


"O..oke"


Tak kusangka dia berani menendang pria yang tadi menyiksanya. Walau memang tak ada perlawanan karena si br*ngsek itu masih pingsan, tapi entah kenapa aku senang. Ia bahkan tak menunduk ataupun bergetar lagi.


Batin Bayu, namun baru saja ia memikirkan hal positif, gadis dengan mata violet kembali bergetar.


"A..aku tidak...akan kena...masalah 'kan?"


"Pfttt...uhuk ehem...tenang saja, dia tak akan ingat kejadian tadi"


Ucap Bayu menahan tawanya.


Hahaha ternyata dia masih saja takut. Tapi entah kenapa malah membuatku tertawa, astaga padahal aku tak boleh menertawakannya.


Mereka berdua di antar ke suatu tempat. Sedangkan pria yang masih terkapar di biarkan begitu saja oleh para penjaga. Selain tak mau berurusan dengannya, mereka juga enggan membantu.


.......


.......


.......

__ADS_1


...B e r s a m b u n g ......


...( Dukungan Kalian \= Penyemangat Author❤️ )...


__ADS_2