
Aku tidak akan melakukan hal yang ceroboh seperti wanita tadi. Karena aku...sudah menyiapkannya dengan baik dan sempurna. Ku namai ini dengan sebutan, rencana pelarian Bayu! Atau ku sebut...rencana pelarian 27? Walau harus berlomba dengan waktu namun aku harus bisa, aku harus cepat melakukan ini!
Batin Bayu dengan semangat yang membara. Inilah alat kedua untuk rencana yang akan di buat oleh Bayu.
.......
.......
.......
Aku menggunakan berbagai alat yang ku bawa dari kediaman Vasello. Aku bukan mencuri kok, hanya meminjam. Dan lagi, orang seperti Tuan Vasello pasti memperbolehkan seseorang jika hanya mengambil jarum dan alat rajut dari para pelayan.
Batin Bayu sedikit cemas.
Sesaat pada jam istirahat dan saat ada waktu, Bayu mengamati pekerja di kediaman Vasello. Menemukan alat jarum sudah membuat Bayu senang. Walau tidak 100% berhasil, ia akan terus mencoba. Kelereng yang dilemparkan Bayu juga menjadi salah satu rencana.
Dan benar saja, rencana tak semudah yang di pikirkan. Sudah 20 menit berlalu gembok masih belum di buka. Sedari tadi tangan Bayu keluar melalui celah, waktu yang terus berjalan membuat tangannya pegal dan memerah. Entah karena Bayu yang terlalu tertekan atau memang rencananya tak berhasil.
Suara yang terus bergema dari dalam kegelapan. Bayu berusaha untuk menekan suara yang ia buat, namun tak ada gunanya. Setiap detik membuat pria itu mengeluarkan keringat.
...CTAAKK...CKLAAK...
Suara terakhir yang amat keras. Bukan hanya itu saja, terlihat gembok terbuka dengan lebar. Senyum lebar ada di wajah Bayu. Pria itu membuka pintu sel secara perlahan. Namun bersamaannya dengan itu, gadis nomer 29 terbangun. Samar-samar ia melihat sel milik temannya itu.
"Kenapa...kau tak...tidur 27?"
Ucap sang gadis sambil menggosok-gosok mata. Perlahan ia membuka mata, walau dalam pencahayaan redup, ia sadar bahwa ada yang aneh dengan 27.
Gadis nomer 29 berusaha membuka mata, betapa terkejutnya ia setelah melihat temannya sudah ada di luar sel. Ia ingin sekali berteriak, namun dengan cepat Bayu menenangkan gadis tersebut.
"Sttt, diamlah"
Sang gadis langsung menutup mulutnya. Mata terbelalak tak percaya. Bayu berkeringat dingin, berusaha agar gadis nomer 29 tak menyebabkan kegaduhan.
"27...bolehkan aku ikut?"
Ucap sang gadis pelan. Bayu terdiam sejenak, ia mendekat ke sang gadis dan berbisik.
"Apa kau yakin?"
Gadis itu terdiam, ia hanya menunduk tanpa sepatah kata. Bayu menghela nafas, seketika pandangan Bayu berubah. Tatapan tajam dan serius ia berikan, seketika tubuh gadis 29 bergetar.
__ADS_1
"Dengar, walau kita bebas tak menutup kemungkinan kehidupan akan semulus yang dibayangkan. Jika memang tak yakin, lebih baik urungkan saja niat mu"
"A...aku, aku hanya...sedikit takut"
Gadis mata violet teringat akan peristiwa yang terjadi tak lama ini. Bagaimana jika ia tertangkap? Bagaimana jika dunia yang ia impikan tak seindah daripada yang di bayangkan? Dan seandainya jika lolos, rencana apa yang ia lakukan? Itulah yang ada di pikiran gadis nomer 29. Berbeda dengan Bayu yang sudah siap, ia tak memiliki satupun rencana ataupun persiapan.
Bayu memberikan jarum beserta alat rajut kepada gadis tersebut.
"Pilihan ada tepat di hadapan mu, jadi cepatlah!"
Lagi-lagi tanpa di sadar pupil mata Bayu berubah kembali menjadi vertikal. Suara tegas dengan penuh keyakinan ada di mata Bayu. Entah kenapa membuat gadis 29 memiliki kepercayaan. Secara perlahan ia mengeluarkan tangan dari celah sel.
Sama seperti Bayu, ia berusaha membuka pintu tersebut. Memasukan jarum ke lubang dan mengotak atik gembok. Pria itu juga ikut membantu. 10 menit berlalu, tubuh mereka berdua menjadi panas dingin. Dan akhirnya suara gembok terbuka kembali terdengar. Senyuman lega ada pada mereka berdua.
Secara perlahan Bayu membuka pintu tersebut, sang gadis keluar. Uluran tangan diberi, dengan senang hati gadis nomer 29 menerima bantuan yang Bayu beri. Mereka berjalan sampai ujung lorong, terlihat selama perjalanan terdapat budak di berbagai usia. Sempat Bayu ataupun gadis nomer 29 tak tega dan merasa bersalah karena hanya mereka yang keluar.
Namun setelah melihat kejadian yang di alami wanita nomer 32, Bayu berpikir...
Tsk, jika aku berhasil keluar dan selamat, aku akan melepaskan seluruh budak di tempat ini. Dan jika itu keinginan naif yang muncul di benak ku lagi...aku berharap bahwa sebodoh dan senaif apapun, aku ingin membebaskan mereka semua.
Batin Bayu dengan serius. Sesampainya terlihat pintu besar di depan mereka.
Bayu menelan ludah, ia memberanikan diri untuk membuka pintu secara langsung. Saat di dorong, tak ada sesuatu yang menahan. Ternyata benar, para penjaga tertidur beberapa inci dari pintu. Mereka keluar, berjalan perlahan tanpa menimbulkan suara. 5 langkah terlewati dengan mudah, sampai...
Bayu tanpa sengaja menginjak ranting kayu.
Suara pelan namun membuat penjaga terbangun. Pria bertopeng menyadari ada 2 bayangan tepat di depan mereka. Yang tak lain dan tak bukan adalah budak yang kabur.
"B*debah! Bagaimana mereka bisa keluar?!"
Pria besar itu berdiri dan berusaha membangunkan rekannya.
"Sialan..."
Umpat Bayu dengan wajah datar dan kesal kepada dirinya sendiri. Dengan cepat Bayu memegang tangan gadis 29 dan langsung menariknya. Mereka berusaha lari dengan cepat. Tepat di belakang mereka ada 3 penjaga memakai topeng.
Aksi kejar-kejaran di mulai. Gadis 29 yang tak terbiasa berlari membuat dia terengah-engah. Sedangkan Bayu terus menerus melemparkan barang seadanya kepada mereka. Entah itu kayu, papan, batu, bahkan kelereng yang sempat Bayu letakkan.
A*jing!! Ini seperti salah satu game yang kumainkan. Yang benar saja, 2 anak kecil melawan 3 orang dewasa bertubuh kekar?! Wtf!! Bego kali aku, kenapa kelereng yang harusnya menjadi jalan petunjuk malah ku lemparkan kepada mereka?!
Pikir Bayu yang terus mengumpat. Pria itu menengok kebelakang, jarak di antara mereka sekitar 3 meter.
__ADS_1
"BERHENTI KALIAN!!"
Teriak salah satu pria bertopeng. Bayu menengok ke belakang, ia menjulurkan lidah dan berkata...
"BODOH! YAKALI KITA MAU BERHENTI! SEHARUSNYA KALIAN YANG BERHENTI MENGEJAR KAMI"
"SIALAN! AWAS SAJA JIKA KALIAN TERTANGKAP!"
"WAHAHA, SEPERTINYA TOPENG KERBAU ITU COCOK UNTUK MU TUAN! HANYA MEMPERLIHATKAN TANDUK DAN KEKUATAN, NAMUN TAK MEMILIKI OTAK" ~Bayu
"DASAR BOCAAAHHH!!💢"
Bayu tak peduli dengan amarah mereka, ia masih terus mengenggam tangan gadis nomer 29. Suara nafas terengah-engah terdengar dari Bayu ataupun dari sang gadis.
Menyadari ada 2 arah belokan yang berbeda, Bayu tak menyia-nyiakan kesempatan ini. Dengan suara pelan, ia berkata kepada gadis 29.
"Pergi dan sembunyi, aku akan menyusul mu nanti"
"A..apa?!"
Dengan cepat Bayu melepaskan genggaman gadis nomer 29 dan mendorong pelan dia ke belokan arah kiri. Gelapnya malam dengan penerangan redup menjadi kesempatan untuk mereka berdua. Bayangan menghilang saat sang gadis masuk melalui kegelapan. Pria bertopeng tak sadar, di pandangan mereka hanya ada Bayu seorang.
"Ada apa Tuan? Apakah kalian tidak bisa mengejar bocah berumur 14 tahun ini?"
Ledek Bayu kepada ketiga pria bertopeng. Ulah pria itu membuat para penjaga semakin marah. Merasa sudah cukup puas bermain, Bayu berlari ke arah berlawanan dari gadis 29.
Gang sempit yang membuat para penjaga kesulitan dalam mengejar Bayu. Namun mereka tak menyerah.
"Aaakhh, s..sial"
Rintih Bayu, walau tak terlihat namun Bayu dapat merasakan cairan lengket ada di kakinya. Noda merah yang membuat jejak kaki terlihat jelas. Tentu saja, dia maupun gadis 29 berlari tanpa beralaskan kaki. Padahal di setiap jalan pasti terdapat benda tajam. Entah itu pecahan kaca, batu tajam, dan lain sebagainya.
Kelemahan Bayu membuat jarak antara para penjaga dan dirinya semakin dekat. Akankah Bayu dapat lolos dari kejaran mereka?
.......
.......
.......
...B e r s a m b u n g ......
__ADS_1
...( Dukungan Kalian \= Penyemangat Author❤️)...