Mengubah Takdir Tokoh Pembantu

Mengubah Takdir Tokoh Pembantu
Kediaman Pria Asing


__ADS_3

"Aku aku, siapa nama ku?"


Tanya Bayu seolah bertingkah seperti bocah.


"Namamu D, salam kenal D"


Ucap Tuan N dengan senyuman tanpa rasa bersalah.


"Aku membenci mu paman-_-" ~Bayu


.


.


.


"Bagaimana jika Hesper? "


Bayu terdiam, wajah nya mengkerut, terlihat sekali bahwa Bayu tak terlalu suka nama itu.


"Kuno."


Jawab Bayu singkat, tak lama ia menutup mulutnya.


Astanjim, ni mulut ember amat, pasti pak Tua ini marah.


Batin Bayu dengan panik, namun tanpa di sangka justru Tuan N hanya tertawa dan mengelus kepala Bayu.


"Begitukah? Hahaha, sekedar informasi saja nama Hesper berarti langit malam, dan itu cocok untuk mu nak. "


"Baiklah, tidak sopan juga jika ku menolak. Dan maaf kan aku mengatakan itu nama Kuno."


Tuan N tersenyum, namun Bayu sadar bahwa senyum Tuan N terlihat mencurigakan.


"Bercanda nama Hesper merupakan salah satu nama samaran yang pernah ku pakai dulu saat menjadi pembunuh bayaran. Tidak mungkin ku berikan nama itu kepada bocah seperti mu. "


Ucap Tuan N seraya meletakkan jarinya di bibir sebagai tanda diam. Bayu dan Viona terdiam terpaku seakan tak percaya. Suara Tuan N yang terdengar bukan lelucon membuat mereka bergidik. Ruangan seketika hening, bahkan makhluk spirit yang ada di gendongan Viona hanya diam dan menyaksikan momen canggung mereka.


Tak lama terdengar bunyi ketukan pintu.


...Tok Tok Tok...


Belum juga menerima perintah Tuan N, seseorang masuk dalam kamar. Wanita cantik dengan senyum ramah. Rambut dan pupil merah muda membuat nuansa riang.



"Maaf mengganggu waktunya anak-anak, tapi aku akan meminjam paman terong ini. "


Pftttt, anj*m terong, ngak salah cuma... Xixixi.


Terlihat sekali bahwa Bayu sedang menahan tawanya. Suasana hening menghilang, bahkan Viona tersenyum kecil.


"Lupakan yang tadi hahaha. Nama Cyrilo sepertinya lebih cocok untuk mu. Baiklah Cyrilo, Viona, aku masih ada urusan sekarang. Jika kalian membutuhkan sesuatu, panggil saja pelayan dengan menyembunyikan lonceng di meja kalian. "


Ucap Tuan N seraya menunjuk bel yang di maksud. Pria setengah baya itu berdiri dan mengelus kedua anak tersebut sebelum meninggalkan tempatnya.


"Bye bye anak-anak manis. "


Ucap wanita tersebut sambil menutup pintu setelah Tuan N keluar.


Bayu.. Ah tidak, Cyrilo dan Viona masih terdiam tak percaya dengan apa yang Tuan N katakan tadi. Tak lama Cyrilo mengeluarkan suaranya.


"Kau baru saja dengar kan? Pembunuh?! "


"I.. Iya... "


"Viona, apa kita berada di orang yang tepat? "


Ucap Cyrilo dengan nada panik.

__ADS_1


"Omong-omong, badan ku lemas sekali. Berapa lama ku tertidur?"


Dengan canggung Viona menjawab.


"Jika di hitung malam hari sejak kejadian itu, sepertinya sudah 3 hari, dan ini masih malam. "


Cyrilo terdiam tak percaya, tak lama ia berteriak.


"APAA?! TIDAK MUNGKIN SELAMA ITU?! "


Pantas saja perutku sakitnya bukan main, gila! Tunggu, selama aku tidur Viona berarti otomatis sendirian bersama pak tua itu?!


Cyrilo langsung berdiri dan menghampiri Viona. Ia memegang kedua bahu Viona dengan wajah panik.


"Viona! Kamu tidak di apa-apa'in sama Tuan aneh itu kan? "


Dengan senyum hangat Viona menjawab.


"Sebaliknya, aku diperlakukan baik oleh orang-orang sekitar. "


Gusti cobaan apa lagi ini, tapi untung saja dia bukan pedo m*sum yang menculik anak dengan niat tersembunyi.


Batin Cyrilo dengan wajah tenang.


.


.


Sedangkan di posisi Tuan N, ia berjalan dengan tergesa-gesa di dampingi oleh seorang wanita tadi. Berbeda dari sebelumnya, wanita tersebut tak tersenyum sekalipun.


Mereka berjalan di lorong yang penuh dengan barang-barang mewah, tatapan dingin nan serius ada pada diri mereka berdua. Namun tak lama, wanita itu berbicara.


"Baru kali ini anda membiarkan dinding penjagaan goyah hanya karena dua bocah itu. "


Ucap wanita tersebut seraya menunjuk wajah Tuan N. Pria itu tersadar bahwa ia belum menggunakan topeng.


"Anggap aja kau beruntung melihat wajah pembunuh kejam ini. Dan sebelum berbicara, berkacalah lebih dahulu Rose The Blood."



(Topeng Tuan N)



(Topeng Wanita Misterius)


"Pfttt, sebenarnya saya agak geli mereka memanggil saya demikian. Lupakan tentang itu, jika membahas budak yang Tuan bawa, apakah tidak apa-apa jika 2 anak kecil tinggal di kediaman yang penuh akan bahaya ini? "


Seketika langkah mereka terhenti, kemudian Tuan N kembali menjawab.


"Tenang saja, karena aku akan membuat mereka mampu bertahan hidup. Dan lagi..."


...Sriiinngg...


Suara pedang yang keluar dari sarungnya, terdengar nyaring di telinga wanita itu. Ia hanya menelan ludah mengetahui pedang tajam hanya berjarak beberapa inci dari lehernya. Dengan suara dingin, Tuan N berbicara...


"Jaga ucapan mu, sekali lagi kau menganggap mereka budak....berarti beberapa sayatan pedang di tubuh mu menjadi jawaban. "


"Baik saya mengerti. "


Tuan N memasukkan kembali pedangnya. Mereka kembali berjalan dengan tergesa-gesa.


"Jadi informasi apa yang kau dapat dari kedua anak itu? " ~N


"Ehem... Dari hasil penyelidikan kami, dua anak tersebut kabur dari salah satu kawasan yang menjual budak. " ~Wanita


"Kau pikir aku buta? Siapapun juga tau mereka kabur, yang ku maksud adalah asal usul mereka. " ~N


"Maafkan saya, dan soal pertanyaan Tuan kami hanya dapat informasi gadis kecil itu. Seperti orang tua muda kebanyakan, mereka yang tak sanggup menerima buah hati di umurnya yang masih remaja membiarkan anak 3 tahun terlantar di pasar gelap tersebut. Dan seperti yang Tuan pikirkan, para penjual budak tersebut mengambil gadis tersebut. Awalnya di jadikan sebagai pembantu di salah satu gedai, namun karena tak berguna di umurnya yang kesembilan ia di jadikan tawanan budak. " ~Wanita

__ADS_1


"Jadi hanya Viona saja ya... " ~N


"Apa perlu saya menghabisi seluruh orang yang terlibat dalam jual beli budak tersebut? " ~Wanita


"Tidak, daripada memetik daun lebih baik kita ke akarnya. Karena jika menghabisi 1 kawasan budak di area dimana kejahatan terus terjadi, itu tidak akan selesai-selesai. Lebih baik kita siapkan daun itu untuk di petik anak-anak, dan kita mencari sumber akar dari kawasan b*debah itu. "


Ucap Tuan N dengan serius.


"Tunggu, jangan bilang anda akan melibatkan anak-anak itu? "


Tuan N hanya terdiam dan masi mempercepat langkahnya.


"Lebih baik kita menyelesaikan 1 tugas dulu Reina."


Ucap Tuan N dengan tatapan tajam, wanita bernama Reina tersebut hanya menelan ludah.


.


.


.


Besoknya... Pagi hari yang cerah di kediaman yang luas....


"Cyrilo, apa tidak apa-apa naik di atas pohon tanpa ijin? "


Ucap Viona khawatir.


"Tenang saja, aku hanya naik ke atas untuk melihat kawasan supaya jelas. "


"Haduh, hati-hati jangan sampe jatuh. "


"Gak akan. "


.


.


.


Tambahan.


Bayu : "Thor, ngapain sembunyi gitu? Mentang-mentang pendek."


Author : "Ehem, jadi gini, eh wakilkan dong Bay."


Bayu : "Hadeh, males ah, mending nge gacha"


Author : "Bocah anj-"


.


.


Surat author untuk kalian yang baca (✿◕3◕)❤


Heloh epribadeh, mohon maafkan author karena kayak gak niat bikin novel, udah ilang dan tidak melanjutkan novel ini (jadi nambah dosa hamdeh emang). Terimakasih untuk para pembaca yang sudah setia menanti novel Mengubah Takdir Tokoh Pembantu (lope sekebon dah). Enjoy dalam karya author ini, dan selalu support Author dengan Like dan Komen, karena dengan dua hal itu buat Author tau kalian terhibur atau tidak dengan cerita author. Author juga akan berusaha untuk mengerjakan karya ini sampe tamat, mohon dukungannya. See you semua....


Random karakter : "Arigatou semua."



....... ......


.......


.......


...B e r s a m b u n g ......

__ADS_1


...( Dukungan Kalian \= Penyemangat Author❤️)...


__ADS_2