
Bayu dan beberapa orang lainnya di bawa ke suatu tempat. Bagai anjing yang terikat, mereka di giring tidak manusiawi. Di tonton oleh banyak orang, berjalan tanpa beralaskan kaki sedangkan pria yang memegang rantai menungangi kuda. Hanya ada bisikan, tak ada seorang pun yang membantu.
Topeng hitam berbagai bentuk macam binatang mereka kenakan tanpa tau apa tujuannya. Walaupun sudah ada di luar, namun cahaya sinar matahari begitu redup di sini. Desa tertutup, itulah yang ada dipikiran Bayu.
Di sepanjang jalan terlihat banyak pedagang memakai topeng begitu pula para pembeli. Barang misterius berada dalam toples. Tak tau benda apa itu, yang ada di mata Bayu hanya benda bulat bagai bola mata, benda panjang bagai usus makhluk hidup ditumpuk ke dalam toples, dan beberapa potongan aneh di dalamnya.
Menutupi identitas, ruangan sempit bagai tak ada dunia luar, perdagangan misterius, namun masih ada beberapa orang penting di sini. Melihat budak tanpa ada masalah dan membiarkannya. Apakah ini semua...pasar gelap?
Batin Bayu mengernyitkan alis.
Dengan tenang dan seksama Bayu melihat sekitar, gaya dan suasana khas Eropa jaman dulu. Beberapa orang lewat mengenakan pakaian mencolok. Perempuan mengenakan gaun berumbai dan laki-laki memakai pakaian seperti seragam yang ketat. Ada juga yang memakai pakaian biasa dengan corak yang belum pernah Bayu lihat. Kebayakan dari mereka berkulit putih dan memiliki bola mata abu-abu ataupun biru.
Rombongan kembali berjalan, 30 menit berlalu. Akhirnya mereka keluar dari desa mengerikan itu. Cahaya matahari dapat terlihat. Mereka berhenti di suatu tempat. Gerbang terbuka, terlihat beberapa para pekerja memakai pakaian layak, rumah besar dengan kawasan yang luas. Semua memperhatikan rombongan Bayu.
5 orang terikat dengan tubuh bergetar tak karuan. Selalu tertunduk tanpa sepatah kata. Mata yang menunjukkan keputus asaan. Pandangan kosong seakan tak ada tanda dan semangat kehidupan di sana. Tapi tidak dengan Bayu, ia bersikap biasa layaknya orang tak bersalah kebanyakan. Semakin ia tenang, semakin banyak pula informasi yang Bayu temukan.
Pria itu melihat sekitar, rumah tanpa lambang namun memiliki kawasan yang luas. Ia yakin jika Tuan rumah bukanlah keluarga Bangsawan. Bayu juga menyadari bahwa bukan hanya ia saja yang mempunyai tato di tangan kiri, semua yang di ikat memiliki nomer berbeda.
Di mulai dari gadis yang meminta makanannya belum lama ini, dia memiliki angka 29 di tangan kirinya. 4 diantaranya ada nomer 32, 21, 14 dan 17. Nomor tak berurutan membuat Bayu bingung. Apakah memang para orang jahat itu asal mengambil dan hanya berniat untuk memperkerjakan mereka? Atau ada sesuatu di balik angka misterius itu.
Tak lama datang seorang pria setengah baya, berbadan gemuk dan memakai pakaian mewah. Pria itu memandang sinis, tatapan angkuh ia perlihatkan. Ia juga memberikan sebungkus penuh koin kepada pria yang mengikat mereka. Senyum serakah terlihat.
Pria bertopeng mendekat ke para tawanan. Satu persatu ikatan rantai di buka, rasa sakit dan tak nyaman akhirnya berakhir.
"Apa lagi yang kalian tunggu?! Cepat pergi!"
Bayu berdecak kesal, betapa malangnya nasib para tawanan. Menerima hinaan, selalu di paksa bekerja, makanan tak layak, upah yang sangat kecil yang hanya dapat membeli 1 roti bersih setiap hari.
Bayu menghampiri pria yang mengikatnya. Dengan senyum sinis, ia memberanikan diri untuk berbicara.
"Apa perbuatan mu tak salah Tuan? Setidaknya berikan bayaran kami dulu jika ingin mempekerjakan kami"
Para tawanan lain terkejut, begitu pula gadis dengan nomer 29. Pria itu tersenyum...
__ADS_1
"Aku akan memberikannya nanti"
"Berapa yang akan Tuan bayar untuk kami? Apakah hanya...1 koin perak?"
Pria itu terkejut, ia berdecak kesal.
"JIKA KAU TAK MENURUT TAK ADA MAKANAN UNTUK MU!"
"Maksud mu makanan busuk itu? Haah aku bertanya-tanya apakah kalian orang yang selalu mengikat dan memaksa kami...sudah merasakan masakan kalian sendiri?"
Amarah memuncak, mata terbuka lebar, mengepalkan tangan dengan siaga, pria itu hendak memukul Bayu.
...BRUK!...
Suara terdengar, Bayu yang terkejut reflek melihat kebelakang. Terlihat gadis nomer 29 bersujud. Dengan badan dan suara yang gemetar ia memberanikan diri untuk berbicara.
"M..maafkan atas...kelancangan...nya Tuan"
Suara terpatah-patah bagi gadis yang sulit berbicara.
Tanya Bayu yang marah dan tak terima sang gadis meminta maaf untuk hal yang bukan kesalahannya.
"Hah kau pikir dengan bersujud b*jingan tak tau malu ini dapat di maafkan?"
"M..mohon ampuni...dia...Tuan, saya...akan melakukan...apapun"
Tubuh gemetar dari gadis 29. Banyak pekerja yang memandangi mereka. Sedangkan Tuan rumah hanya diam dan masih memperhatikan.
Pria itu tersenyum, ia mendekat dan memberikan kakinya dekat sang gadis yang tengah bersujud. Dengan senyum menyeringai, ia mengatakan.
"Cium sepatuku"
Tanpa pikir panjang sang gadis langsung mencium sepatu milik pria itu. Suara tawa puas terdengar, para tawanan tak berani melawan dan hanya menunduk.
__ADS_1
Kesabaran Bayu sudah di ambang batas. Berlari dan langsung memukul pria tak berperasaan itu.
...BUUK!!...
Topeng pria itu terpental jauh. Hantaman yang membuat beberapa gigi patah. Darah keluar dari hidung dan mulut. Semua orang terkejut, namun tidak dengan Tuan rumah. Ia tersenyum dan memberi tepuk tangan, tawa terdengar dari pria gemuk itu.
"S...sialan" *merintih
Tanpa memikirkan lawannya, Bayu mendekat ke gadis yang masih saja bersujud. Uluran tangan ia beri, dengan suara lembut ia berkata...
"Bangunlah...tak ada siapapun di sini yang menyuruhmu untuk minta maaf"
Suara yang mampu membuat gadis itu lebih tenang, dengan perlahan ia mendongak ke atas. Bayangan seorang pria di depan matanya, orang yang ia kenal sebagai si nomer 27.
"A..apa yang terjadi?"
Tanya sang gadis heran melihat pria tak sadarkan diri di depan matanya. Bayu tersenyum canggung, ia juga tak sangka badan kecil nya mampu memukul pria dewasa sampai pingsan.
Tuan rumah secara perlahan mendekat ke Bayu. Gadis itu kembali gemetar, ia memegang tangan Bayu dengan erat.
"Siapa namamu pria kecil?"
Ucap Tuan rumah, Bayu menelan ludah dengan perlahan ia menjawab...
"Saya...si 27"
.......
.......
.......
...B e r s a m b u n g ......
__ADS_1
...( Dukungan Kalian \= Penyemangat Author❤️ )...