
"HEI KAU, KELUARLAH DARI PERSEMBUNYIAN MU SEKARANG SIALAN!"
Tak ada yang menjawab teriakan Bayu.
Suara yang amat jelas, bahkan aku bisa merasakan hembusan nafas dari seseorang. Namun siapa? Tak ada orang lain selain aku di sini. Suara pelan dan sedikit serak, walau begitu aku masih mengingat jelas dengan apa yang ia katakan. Tuan? Aku?!Apa maksudnya?
.......
.......
.......
Mengetahui langit yang sudah gelap, pria asing kembali datang. Seperti rekannya, ia juga memakai topeng. Para budak sudah berbaris rapi, tidak seperti biasa terdapat sedikit senyuman di wajah mereka. Pria bertopeng itu menatap Bayu, namun ia menghiraukannya dan segera memasang ikatan rantai kepada mereka semua.
Namun Bayu tersenyum sinis, setelah giliran Bayu, ia kembali berulah.
"Hei Tuan, anda kejam sekali, kami lelah bekerja tetapi anda memasang benda tak nyaman ini kepada kami"
"Tutup mulutmu"
"Menyebalkaaan...berjalan kembali 30 menit sedangkan anda dan rekan anda menaiki kuda...Haah betapa malangnya ka.."
...DUAKK...
Belum juga melanjutkan kalimat, pria bertopeng memukul Bayu dengan tangan besarnya. Dengan tubuh kecilnya Bayu terjatuh, tersungkur dan terlentang di tanah. Pria bertopeng menginjak badan Bayu, yang membuat pria kecil itu mengerang kesakitan.
"Ugh...l..lepaskan!"
"Sudah kubilang bocah, tutup mulut mu itu"
...Duakk...
"AKHHH!!"
Suara tulang remuk terdengar, gadis nomer 29 sekali lagi ingin membantu Bayu. Namun saat mendekat, rantai yang ada di lehernya di tarik. Menyebabkan gadis itu merintih kesakitan.
"Berbeda dengan teman ku yang lemah, aku bahkan bisa menghancurkan mu hanya dalam waktu 1 menit. Jadi jaga ucapan mu bocah"
"S..sial" *gumam
Setelah cukup puas bermain, pria bertopeng melepaskan Bayu. Tanpa menunggu istirahat, mereka kembali berjalan. Melihat Bayu berjalan terpincang-pincang membuat gadis 29 khawatir. Mereka berdua berjalan paling belakang, gadis mata violet itu mendekat ke Bayu.
"Dasar...bodoh"
Ucap sang gadis yang kesulitan berbicara.
"Aku hanya bermain, tak kusangka dia semarah ini"
"Benar-benar...pria bodoh"
Ucap sang gadis dengan tatapan sedih. Entah kenapa Bayu merasa bersalah di situasi ini, sebisa mungkin ia berusaha mencairkan suasana.
"Aah capeknya...hah tapi aku juga malas harus terkurung di sangkar itu, menyebalkan"
Gerutu Bayu sambil merengangkan tubuhnya. Suara tulang kembali terdengar, Bayu terdiam kaku dan merasakan rasa sakit di tubuhnya. Gadis 29 yang tepat di sebelah Bayu tertawa pelan.
"Hahaha...baru kali ini...aku mendengar kau...mengeluh"
"Yakan kau tau sendiri, mereka tak pandai memasak. Jika ingin memperkerjakan orang perlakukan mereka dengan layak dong elah"
__ADS_1
Bayu yang terus mengeluh dan mengoceh membuat gadis nomer 29 terdiam. Ia berjalan mendekat dan menatap Bayu lekat-lekat, membuat pria itu sedikit tak nyaman.
"Ada apa? Kenapa kau menatap ku seperti itu?"
"Kau...seperti bukan 27"
Bayu terkejut, ia memalingkan wajah sambil menggaruk kepala padahal tidak gatal.
"A..apa maksudmu?"
Tanya Bayu sedikit bergetar. Kekhawatiran akan salah bicara dan kecerobohan yang akan menyebabkan identitas asli Bayu terbongkar, membuat pria itu berusaha setenang mungkin menghadapi situasi seperti ini. Namun tak lama, sang gadis menutupi mulutnya dan mundur beberapa langkah. Ia tertawa terbahak-bahak karena berhasil menjahili Bayu yang tak lain temannya sendiri.
"Pfttt...bwahaha aku...bercanda...tapi aku serius...kau berbeda dengan...27 yang ku kenal. Tetapi...aku suka dengan...perubahan itu"
Senyuman manis terukir, gadis dengan mata ungu violet dan rambut coklat kemerahannya terlihat cantik saat tersenyum. Wajah Bayu memerah tak karuan karena salah mengira dengan pikiran negatifnya.
"Btw...ah tidak, ngomong-ngomong aku ingin menanyakan sesuatu padamu"
Ucap Bayu dengan serius.
"Apa itu?"
Karena merasa pertanyaan ini terlalu berbahaya, Bayu mendekat ke sang gadis, ia membisikkan sesuatu kepadanya. Dengan suara pelan, pria itu mengatakan....
"Saat kita keluar dari tempat budak, kita melewati jalan keluar dari desa bukan? Sebenarnya apa yang mereka jual? Dan kenapa kebanyakan dari mereka memakai topeng?"
Gadis nomer 29 sedikit terkejut, namun ia berusaha menjawab pertanyaan Bayu sebaik mungkin.
"Sepertinya...mereka menjual...makhluk yang harusnya...dilindungi"
"Maksudmu perdagangan ilegal?!" *terkejut
Lanjut sang gadis, Bayu terbelalak tak percaya.
"Spirit?!"
Makhluk spirit, makhluk yang ada di dunia Fantasi. Biasa di panggil makhluk roh, sihir, dan juga makhluk para peri. Ya, di dunia Bayu sekarang hal mustahil seperti ini memang ada nyatanya. Mereka biasanya berwujud hewan biasa dengan bentuk hewan yang ada di dunia manusia. Perbedaan ada di salah satu bagian unik di tubuh mereka. Misalnya rusa yang memiliki ekor ikan, ikan yang dapat terbang dan mengikuti majikannya, dan hal tak berlogika lainnya yang bahkan Bayu belum percaya sampai saat ini.
"Tunggu tunggu! Sebentar, bukannya mereka makhluk yang langka ya?"
"Iya, dan...mungkin karena...itulah mereka...menjadi benda dengan...harga jual...yang mahal"
Bayu diam sejenak dan kembali mengingat isi novel milik adiknya Lili.
...----------------...
...Pada zaman abad pertengahan, Negara dan Benua yang ada di dirikan oleh beberapa Kerajaan. Zaman di mana para manusia mempercayai makhluk mitologi yang tak akan pernah di percaya di masa depan. Namun bukan hanya percaya, mereka benar-benar ada dan tersebar di seluruh dunia ini. Dan salah satu yang terkenal dan selalu muncul di hadapan para manusia...mereka adalah Elf....
...Bukan hanya Elf, zaman dahulu bumi ini memiliki 3 dunia berbeda. Sebut saja Dunia Atas, Dunia Tengah, dan Dunia Bawah....
...Dunia Atas, tempat dimana Dewa atapun Tuhan yang di percaya ada di sana. Walau para manusia tidak melihat mereka dengan mata telanjang, namun banyak orang yang percaya bahwa mereka akan di lindungi oleh si maha Kuasa....
...Dunia tengah, tempat dimana para manusia tinggal. Bukan hanya manusia, banyak sekali makhluk hidup yang tinggal di dunia Tengah. Seperti Elf, spirit, peri, dan lainnya....
...Dunia bawah, tempat 3 makhluk yang tinggal. Yaitu para Dwarf, Iblis, dan juga Dark Elf....
...----------------...
Setelah mendengar penjelasan gadis nomer 29, kini pria itu semakin yakin bahwa ia sekarang sedang ada di waktu berbeda dan dunia yang berbeda pula. Latar waktu dan tempat di benua Eropa namun masih memberikan kesan fantasi dalam cerita.
__ADS_1
"3 dunia, makhluk spirit, berbagai mitologi disini, berarti...ada elf juga?"
"Tentu saja...kau seperti...bukan dari dunia ini...27"
"Jangan menakuti ku hahaha, aku ya aku. Tidak ada yang berubah"
"..."
Gadis itu terdiam dan masih memperhatikan Bayu. Pandangan curiga tergambar di wajah tirusnya.
.......
.......
.......
......................
Tambahan :
•Dark Elf yang merupakan dari bangsa Elf yang jatuh dalam kegelapan setelah adanya membalikkan kepercayaan terhadap Moon God dan juga mengagungkan dark power. Berbeda dengan Elf biasa, mereka dikenal karena kelicikan dan juga rasa dengki mereka terhadap makhluk hidup lain.
•Para Quendi atau Elf pada dasarnya adalah makhluk dengan roh yang abadi, yang tidak lekang dimakan usia. Namun bukan berarti tubuh mereka tidak bisa mati. Walaupun roh mereka abadi, tetapi tubuh mereka mengalami proses penuaan, tetapi dengan sangat lambat, setara dengan ribuan tahun umur manusia.
•Dwarf adalah manusia kerdil dalam dongeng-dongeng Nordik dan Jerman yang biasanya juga disebut dengan kurcaci. Dalam mitologi, penggambaran Dwarf seperti manusia, tetapi berukuran lebih kecil dan pendek.
•Peri...Dalam mitologi Persia, sebutan peri dalam bahasa Persia makhluk indah, bersayap, yang kadang-kadang mengunjungi manusia. Dalam sumber-sumber kuno Persia, peri digambarkan sebagai makhluk yang berada pada tingkatan di antara roh-roh jahat dan malaikat.
Note : Untuk penjelasan lebih detail akan di ceritakan pada eps yang akan datang. Tentu saja dengan versi saya, thanks...
......................
Guys mau tanya nih, pas bagian menceritakan novel milik Lili enaknya di ketik biasa atau di cetak miring?
\=>Misal, di ketik biasa...
Bukan hanya Elf, zaman dahulu bumi ini memiliki 3 dunia berbeda. Sebut saja Dunia Atas, Dunia Tengah, dan Dunia Bawah.
\=>Di ketik miring...
Bukan hanya Elf, zaman dahulu bumi ini memiliki 3 dunia berbeda. Sebut saja Dunia Atas, Dunia Tengah, dan Dunia Bawah.
.......
.......
.......
...B e r s a m b u n g ......
...( Dukungan Kalian \= Penyemangat Author❤️)...
__ADS_1