
Bayu menyadari sesuatu...jika, suaranya kini telah berubah. Takdir menuntun Bayu melanjutkan kehidupan tak tentu ini. Apakah Bayu dapat mengatasinya?
.......
.......
.......
Sialan, sebenarnya apa yang terjadi? Luka di tubuh yang menyakitkan, kulit yang tak ku kenali, ruangan asing dan mengerikan. Ini dimana?!
Aku melihat sekeliling namun tak ada yang menarik, hanya ada kegelapan. Apakah ini mimpi? Tapi jika mimpi, kenapa aku dapat merasakan rasa sakit?
Bayu masih belum mengerti apa yang terjadi. Tak lama, ada seseorang yang mendekat ke tempat Bayu berada. Pencahayaan yang redup membuat wajah orang asing itu tak terlihat. Ia dengan kasar memberikan sesuatu ke Bayu. Lubang dengan tinggi 15 cm dan lebar 30 cm, sudah cukup untuk memasukan benda pipih dari luar.
Orang asing itu berbicara, suara berat terdengar.
"Makanlah sampai tidak tersisa. Jika aku kembali dan melihat sedikit makanan saja, tak ada makanan lagi untukmu!"
Pria asing itu segera pergi. Suara berat dan menakutkan mampu membuat bulu kuduk berdiri. Bayu masih terdiam, dan berpikir ada apakah ini.
Namun ia juga penasaran apa yang orang asing itu beri. Berjalan mendekat secara perlahan, terlihat setengah piring bubur di penuhi oleh beberapa lalat mati. Di tambah dengan 1 roti kecil utuh yang sudah kadaluarsa, jamur berwarna hijau kecoklatan terlihat. Bayu seketika menutup mulut dan menahan rasa jijik.
S..siapa saja yang mau makan makanan busuk ini?! Sialan, sebenarnya apa yang terjadi kepada ku?! T..tenanglah Bay, jangan panik. Aku melihat seluruh tubuh asing ini. Dan ada satu tanda yang membuatku terkejut. Terdapat angka 27 tepat di balik telapak tangan kiri ku.
Angka ini mengingatku pada sesuatu. Baju lusuh yang kotor dan bau. Ruangan yang seperti penjara, dan juga...h..hahaha. A..apakah ini bukan tubuhku? Dan...bukan dunia asalku?!
Saat melihat angka 27 dan kondisi ku saat ini, aku teringat akan tokoh 'Tanpa Nama' di novel yang Lili buat.
...----------------...
...Pria berpakaian kumuh, mendapatkan siksaaan berlebih, dan selalu saja bekerja tanpa henti dengan gaji sedikit. Pria yang sedari umur 7 tahun bekerja dan tinggal di tempat seperti penjara ini. Tak pernah menghirup udara segar, badan kurus kering, kondisinya begitu mengerikan....
__ADS_1
...Walaupun begitu, jika di perhatikan pria ini memiliki wajah yang rupawan. Istilah 'mutiara dalam lumpur' cocok bagi tokoh ini. Hanya saja...tak ada yang menyadari dan mengambil mutiara tersebut....
...----------------...
Dia bekerja sebagai pembantu di rumah keluarga kaya. Diperlakukan layaknya seorang budak, dia adalah tokoh pembantu yang hanya muncul 2 halaman.
Entah kenapa aku mengingat bacaan Novel tentang dirinya di buku Lili. Tapi masa iya aku masuk ke dalam cerita Novel ini? Jika ia...TOLONG KELUARKAN AKU!!
Sialan, jika ini nyata...kenapa aku tidak menjadi salah satu di antara 5 tokoh utama pria?! Dan kenapa aku malah menjadi tokoh pembantu yang bahkan penulisnya saja asal-asalan saat menulisnya💢
"SIALAANNN!!!"
Hufff tenang Bayu...jika benar ini dunia Novel milik Lili dan aku menjadi tokoh lemah yang akan mati suatu saat nanti...apakah aku bisa keluar dari sini? Dan jika memang tidak bisa...
Bayu berhenti sejenak, pikirannya kemana-mana. Masa depan yang ia ketahui menjadi momok menyeramkan bagi Bayu.
Tak lama, suara lirih terdengar tepat di sebelah Bayu membuat ia tersadar akan lamunannya. Tangan aneh muncul dari dalam kegelapan dan mengarah ke Bayu, seketika bulu kuduk pria itu bergidik tak karuan.
Setelah di perhatikan lebih dekat terlihat jeruji besi yang sama seperti milik Bayu. Bukan hanya satu, saat pria itu mendekat dan melihat celah terlihat lorong panjang dengan jeruji yang sama seperti penjara.Lebar 2 meter yang hanya cukup untuk 1 orang. Suara perut keroncongan, tangisan, dan erangan rasa sakit terdengar di setiap lorong. Ia melihat orang yang memanggilnya tadi.
Dengan pencahayaan yang redup, hanya terlihat seorang gadis berambut panjang kusut meminta makanan milik Bayu.
"Jangan! Kau tak lihat makanan ini tak baik untuk tubuh mu."
Ucap Bayu tak terima dan merasa marah. Gadis itu terdiam, tak lama kemudian dengan suara lirih ia kembali berbicara.
"Jika kamu tidak...menghabiskannya, mereka...akan marah...dan...aku juga masih lapar. Jika tak mau di marahi...lekaslah makan"
Menyadari gadis itu masih lapar pada makanan tak layak membuat Bayu iba. Gadis itu juga tidak pandai berbicara dengan bahasa yang terpatah-patah. Sekali lagi Bayu tak mau memberikan makanan itu kepada sang gadis.
"Aku tidak akan pernah memakan makanan ini. Dan aku berjanji, akan menemukan makanan yang layak untuk kita berdua"
__ADS_1
"Apa...yang terjadi kepadamu...27?"
Gadis itu heran, pria yang selama ini selalu saja diam dan menurut, dapat mengatakan hal mustahil dengan penuh keyakinan.
Namun tak lama terdengar suara langkah kaki mendekat. Di iringi dengan suara beberapa besi tertarik. Bukan itu saja, Bayu mendengar suara gumam sang Gadis, ia begitu panik, tubuhnya bergetar tak karuan.
Kini lagi-lagi pria asing kembali datang. Membawa benda berbentuk rantai di tangannya. Ia membuka pintu sang gadis yang baru saja Bayu temui.
...BRAAKK!!...
Orang asing itu langsung merantai leher serta tangan gadis malang itu. Dia berusaha memberontak namun kekuatannya tak sebanding dengan pria besar di depannya. Rantai terikat di leher dan di tangan, dengan kasar ia menarik sang gadis agar keluar.
"Cepat!"
Bayu melihat semua kejadian memilukan di depan matanya. Ia tak tapat berbuat apa-apa dan hanya berdecak kesal. Orang asing itu kini ke tempat Bayu berada. Sama seperti sang gadis, ia membuka gembok dan memakaikan alat yang sama kepada Bayu.
Rasa tak nyaman di leher dan di tangan. Andaikan jika mereka memberontak dan melakukan gerakan tiba-tiba sedikit saja, sudah membuat mereka berdua tercekik.
Orang asing itu mengambil sekitar 6 orang yang ada di dalam kurungan. Bayu terus tertunduk, rambut panjang menutupi wajah membuatnya nampak menyedihkan. Namun tak ada yang tau isi kepalanya. Ia terus bergumam, dan dalam pikirannya hanya ada kata...
'Ini tak bisa di biarkan. Aku akan mengubah takdir menyedihkan ini...'
.......
.......
.......
...B e r s a m b u n g ......
...( Dukungan Kalian \= Penyemangat Author❤️ )...
__ADS_1