
29 dan Bayu duduk sebelahan di kasur empuk. Sedangkan pria asing itu yang mengaku bernama N duduk di kursi tepat di hadapan mereka berdua.
"Jadi aku sudah mendengar sebagian kejadian yang di katakan gadis kecil ini. Hanya saja aku heran...bagaimana ketiga pria itu sudah sekarat. Dan jika di lihat dari luka mereka, seperti ada sesuatu yang mencekik leher mereka tanpa ampun. Karena gadis kecil ini tidak menceritakan bagian seru itu, bagaimana jika kau yang menceritakannya nak?"
Ucap pria itu dengan senyuman. Bayu melirik ke 29, nampak gadis itu juga gugup dan spontan menghindar tatapan Bayu.
"Saya juga tidak tau, hanya saja..."
Bayu diam sejenak, ia berusaha mengingat apa yang terjadi. Sesaat ia mulai kehilangan kesadarannya, Bayu menyadari suara misterius itu kembali terdengar.
Flashback...
Sialan, sampai kapan mereka berhenti? Ukhh...tubuhku...mati rasa, pandangan mulai kabur dan...kepala ku pusing.
...----------------...
...Tuan...apakah anda mendengar saya? Khi khi khi...
...----------------...
Suara ini lagi...
...----------------...
...Saya akan meminjam tubuh anda sebentar Tuan......
...----------------...
Apa...maksudnya?...Tunggu!!
Bayu tersentak, pandangannya mulai gelap seakan ada seseorang yang menutup matanya. Perlahan, tubuh Bayu mulai bertenaga. Walaupun begitu ia tak dapat mengendalikan tubuhnya sendiri. Dari alam bawah sadar, hanya ada kegelapan di sekitar. Cairan aneh ada di kakinya, ia tak tau apa yang sebenarnya terjadi.
"K*mpret, apalagi ini hah?"
Ucap Bayu dengan wajah datar.
.......
.......
.......
Flashback selesai...
Saat aku bangun tiba-tiba saja aku sudah ada di ruangan mewah ini. Dan walaupun samar...aku sempat melihat 29 yang ketakutan dengan wajah khawatir.
"Hm...saya tidak ingat dengan apa yang terjadi"
Ucap Bayu dengan serius. Tatapan mereka bertemu, entah kenapa mata ungu Tuan N mampu membuat Bayu seakan terhipnotis. Mata ungu tajam nan indah, tatapan mengintimidasi terlihat. Bayu menelan ludah, N nampak tak berkedip dan terus memperhatikannya. Tanpa Bayu sadari, ia merasa sedikit takut saat menghadapi Tuan N.
Sedangkan di sisi lain, Tuan N terus memperhatikan Bayu.
Tatapan merah yang tajam dan dalam. Entah kenapa melihatnya saja sudah membuat ku merinding. Dia hanya seorang bocah, namun kenapa aku merasakan ketakutan?
Batin N tanpa ekspresi.
...----------------...
__ADS_1
...Aku merasakan kekuatan tersembunyi pada anak laki- laki ini...
...----------------...
Eve? Yah aku juga merasakannya. Bahkan aku masih melihat aura gelap di sekitar anak ini. Walau samar dan hampir tak terlihat, ini akan berdampak buruk jika emosinya tidak terkontrol.
...----------------...
...Jadi maksudnya, Tuan curiga jika anak ini merupakan salah satu dari kita?...
...----------------...
Daripada salah satu aku malah curiga jika dia lebih dari kita. Maksudku...kata spesial cocok untuk anak ini. Tak dapat di ragukan, aura yang berbeda dari orang kebanyakan. Dan mata merah itu...mata yang langka bahkan hampir tidak ada. Eve, aku yakin jika dia bukan manusia biasa.
...----------------...
...Terlalu cepat untuk menyimpulkan, hanya saja saya tak dapat menyalahkan spekulasi anda. Semua yang anda katakan...tidak ada yang salah....
...----------------...
Cukup lama N terdiam, Bayu bosan menunggu namun ia juga penasaran apa yang Tuan N pikirkan. Sedangkan 29 juga memperhatikan Tuan N. Matanya tertuju pada pria itu, ekspresi takut terlihat. Tak lama, 29 membuka suaranya.
"Tuan...bayangan merah yang ada...di belakang anda itu apa?"
Sontak Tuan N terkejut, kini pandangannya berubah dan menghadap 29.
"Bayangan? A..apa yang kau lihat?"
Tanya N dengan suara terbata-bata.
"Hm...bayangan yang sama...seperti 27. Hanya saja warnanya lebih pekat..."
"Aku tidak melihat apa-apa"
Ucap Bayu menggaruk kepala yang tidak gatal. 29 tersentak, ia sangat yakin bahwa ia melihat bayangan itu.
"Eh, kau tidak melihat..nya? Padahal di mata ku...terlihat sangat jelas. Bahkan dia masih...ada di belakang Tuan N"
Jelas sekali bayangan menakutkan itu masih ada di sekitar Tuan N. Auranya sama seperti 27, warna aura bayangan itu...semerah darah.
Batin 29 dengan wajah khawatir.
Tuan N terdiam sejenak, tak lama terdengar suara tawa darinya.
"Pftt..bwahaha.."
Hahaha...hah astaga. Aku tarik ucapan ku Eve, bukan hanya bocah laki-laki itu yang menarik. Sepertinya ada sesuatu yang belum aku ketahui pada gadis kecil itu. Dia bisa melihat mu...padahal hanya aku dan pemilik roh kontrak lain yang bisa melihat wujud kalian. Kita berdua menemukan anak-anak yang spesial.
...----------------...
..........
...----------------...
Bayangan bernama Eve itu hanya diam, pandangannya tak lepas dari gadis bermata ungu violet itu. Rasa penasaran tertanam di N ataupun bayangan tersebut.
"Mengesampingkan itu, kalian belum mempunyai nama bukan? Jika boleh, aku akan memberikan kalian nama. Maaf saja jika nama yang ku pilih terdengar aneh hahaha"
__ADS_1
Ucap Tuan N, ekspresinya berubah menjadi menyenangkan. 29 dan Bayu saling bertukar pandang, gadis kecil itu nampak tertarik.
"Saya tidak yakin, orang yang memiliki 1 huruf nama mengusulkan nama kepada orang lain"
Goda Bayu dengan tatapan meremehkan.
"Kau mengejek ku bocah? Baiklah, sekarang nama mu adalah D. Dua puluh tujuh, huruf depannya D bukan? Salam kenal D"
Balas N mengerjai Bayu, pria kecil itu langsung menggelengkan kepalanya berkali-kali.
"Hah, nama macam apa itu? Tidak tidak!"
"Pftt..Hahaha"
Suara tawa terdengar dari 29, dia sudah menurunkan tingkat kewaspadaannya. Tuan N tersenyum menandakan dialah sang pemenang dari pertarungan ini. Bayu hanya bisa berdecak kesal, niat ingin menggoda malah dialah yang kena dampaknya.
"Baiklah aku serius kali ini. Gadis kecil, saat melihat mata mu terlihat sangat cantik dan bersinar. Kau selalu takut di setiap keadaan, namun terdapat keinginan kuat di hati mu. Kau tau itu apa?"
Tanya Tuan N dengan senyuman.
"Saya...tidak tau"
"Keinginan untuk melindungi seseorang yang di cintai. Bunga yang cantik namun memiliki akar yang kuat. Keindahan bagai bunga violet, jadi bagaimana jika namamu Viona?"
Viona memiliki arti warna ungu dan bisa juga di artikan sebagai wanita cantik berkulit putih. Tuan N memberikan nama Viona mungkin karena 29 mirip dengan bunga violet. Sedangkan bunga violet sendiri memiliki arti kesetiaan, kebaikan, rendah hati dan cinta. Arti cinta sendiri juga bisa menjadi kekuatan ataupun racun, sama seperti 29 yang selalu melindungi temannya tanpa memikirkan kondisinya. Bisa di artikan itu semua pengorbanan dan keberaniannya.
Yah itu yang kutahu, entah apa nama arti Viona di dunia ini. Tak kusangka pria ini bisa memberikan nama dengan artian bagus di dalamnya.
Batin Bayu dengan senyuman. Bukan hanya dia, nampak 29 terbelalak tak percaya. Senyum cerah yang tak dapat di tutupi. Ia begitu senang dan tak dapat berkata-kata. Sambil menahan tangisnya, 29..ah tidak, Viona mengangguk pelan.
"Terima hiks...kasih"
"Salam kenal Viona"
Ucap Tuan N, ia mengusap rambut Viona secara perlahan. Di mata N, mereka berdua sama seperti anak lainnya. Dan sudah seharusnya mereka mendapatkan hal yang lebih daripada sekedar nama.
"Aku aku, siapa nama ku?"
Tanya Bayu seolah bertingkah seperti bocah.
"Namamu D, salam kenal D"
Ucap Tuan N dengan senyuman tanpa rasa bersalah.
"Aku membenci mu paman-_-" ~Bayu
.......
.......
.......
.......
.......
.......
__ADS_1
...B e r s a m b u n g ......
...(Dukungan Kalian \= Penyemangat Author❤️)...