Mengubah Takdir Tokoh Pembantu

Mengubah Takdir Tokoh Pembantu
Suara Misterius


__ADS_3

Bayu sibuk mengangkat barang bawaan yang berat. Bukan hanya itu saja, ia juga bertugas membersihkan kandang kuda yang luasnya bukan main. 5 jam berlalu, ia benar-benar lelah. Merasa sudah tak ada orang yang mengawasi, ia melepaskan ember berisi air dan terduduk sebentar berdekatan dengan kuda. Keringat bercucuran, Bayu mengibaskan diri dengan tangannya.


...Bruk...


Ah lelahnya, tak kusangka pekerjaan yang ku anggap ringan bisa seberat ini. Haaah, apa karena di dunia ku dulu aku tak banyak bergerak ya? Hm...bisa jadi, hahaha payah.


Sepulang sekolah hanya menutup diri ke kamar. Bahkan biasanya tanpa melepas seragam, aku langsung bermain game sampai sore....tak kusangka kekuatan ku di butuhkan di waktu tak terduga.


Bayu terdiam sejenak, memandang langit biru yang indah. Ketenangan membuat Bayu melupakan rasa penat. Berlarut dalam keheningan, membuatnya tiba-tiba teringat akan cerita novel. Tangan di angkat, ia memandangi tangan kirinya yang bertuliskan angka 27.


Pria itu juga mendekat ke ember berisi penuh air. Panjang rambut menutupi mata, Bayu mengibasnya karena merasa terganggu. Bayangan terpantul, terlihat pria tubuh kecil bermata merah padam dengan rambut sehitam arang. Kulit kuning langsat indah walau tertutup oleh debu kotoran yang menempel. Bayu sempat bingung kenapa orang Eropa seperti nomer 27 memiliki kulit yang berbeda dari orang disana kebanyakan.


Bayu terdiam, ia takjub bahwa budak yang ia rasuki memiliki paras yang rupawan seperti yang tertulis di novel milik adiknya. Merasa sudah puas, Bayu kembali menjauh dan merebahkan dirinya di atas rerumputan. Ia kembali berpikir...


Jika perhitungan ku tidak salah, tubuh pria ini antara 14 atau 15 tahun. Usia yang sama seperti Lili. Dan jika di pikir ulang, pria ini akan bertemu pertama kali dengan 'Pemeran Utama Wanita' di umurnya sekitar 17 tahun. Dan hidupnya akan berakhir...saat perang darah terjadi.


Tepatnya 4 tahun lagi setelah bertemu pemeran utama wanita. Perang yang membuat berbagai jiwa orang tak bersalah mati mengenaskan. Jalan yang di penuhi mayat, rumah hancur tanpa tersisa, bau darah menyengat, teriakan histeris dari para korban yang masih hidup.


Bayu terdiam kembali, kini tubuhnya bergetar. Masa depan yang tertulis di secarik kertas membuat ia merasakan ketakutan yang luar biasa.


Hahaha astaga Lili, bagaimana bocah kecil seperti dia menulis cerita mengerikan seperti ini? Memang benar novel romansa membutuhkan adegan yang membuat pembaca berdebar. Membuat para tokoh menjadi pahlawan di setiap halamannya. Haah, aku juga sial kenapa bisa kejadian tak berlogika terjadi kepada ku.


...Wusshhh...


Tiba-tiba saja, angin berhembus kencang di tempat Bayu. Debu sekitar terbang mengikuti angin. Mata Bayu terbelalak tak percaya, bersamaan dengan berhentinya angin kencang itu, terdengar suara bisikan di telinga Bayu.

__ADS_1


...----------------...


"Sudah lama sekali Tuan...saya harap anda baik-baik saja..."


...----------------...


Pria itu seketika terduduk sambil memegang telinga kanannya. Tapi tak lama, suara misterius itu menghilang bersamaan dengan suara keras yang seketika merusak suasana.


"Hei kau, semua sudah beres?"


Suara yang membuat Bayu berkeringat dingin, ia segera berdiri. Seorang wanita paruh baya, memakai seragam pelayan sambil membawa sapu. Wajahnya yang seperti seorang *mak-mak yang menyuruh anaknya untuk berhenti bermain sambil membawa senjata ampuh.


"Ah..hahaha apa aku tak boleh beristirahat 5 menit saja?"


"Baiklah aku akan mengerjakannya segera. Huff, dasar mak lampir" *gerutu


"Mak lampir? Apa itu?"


Seketika Bayu kelabakan dan bingung harus menjawab apa. Tapi tak lama, ia memegang kedua pipinya dan berpose imut. Walau Bayu sedikit tak sudi, ia terpaksa melakukannya.


"Mak lampir itu artinya wanita cantik, bibi kau secantik mak lampir ehe"


"Kau memuji ku cantik? Hohoho, dari dulu banyak sekali pria yang mencoba mencuri hati ku. Kau memang memiliki selera yang bagus anak muda"


Bagai anak muda, wanita setengah baya itu memegang kedua pipinya yang merah merona. Memutar tubuhnya beberapa kali seakan tak sanggup menerima pujian Bayu. Pria itu hanya bisa tertawa canggung dengan tubuh bergetar karena merasa merinding.

__ADS_1


"Hahaha"


Hmp...uhuk, geli...


"Ehem, yasudah segera lanjutkan pekerjaan mu"


"Siap"


Wanita itu pergi meninggalkan Bayu sendiri. Bayu bernafas lega. Seketika pandangan Bayu berubah menjadi waspada. Ia masih teringat dengan suara aneh itu. Menatap ke kanan dan ke kiri, namun hanya ada dirinya, beberapa kuda peliharaan, dan juga bayangan pelayan yang sudah semakin jauh dari pandangan.


"HEI KAU, KELUARLAH DARI PERSEMBUNYIAN MU SEKARANG SIALAN!"


Tak ada yang menjawab teriakan Bayu.


Suara yang amat jelas, bahkan aku bisa merasakan hembusan nafas dari seseorang. Namun siapa? Tak ada orang lain selain aku di sini. Suara pelan dan sedikit serak, walau begitu aku masih mengingat jelas dengan apa yang ia katakan. Tuan? Aku?!Apa maksudnya?


.......


.......


.......


...B e r s a m b u n g ......


...( Dukungan Kalian \= Penyemangat Author❤️)...

__ADS_1


__ADS_2