Menikahi Selingkuhan Ayah

Menikahi Selingkuhan Ayah
BAB 10


__ADS_3

"Sudah selesai mbak." kata seorang tukang yang Rosa sewa untuk memasang cctv.


"Makasih yah, Pak. Ini bayarannya," kata Rosa sambil menyerahkan beberapa lembar uang pada si tukang, tukang itu pun pamit setelah mengucapkan terimakasih.


Rosa tersenyum kemenangan, tadi saat Yola keluar bersama mertuanya ia merencanakan untuk memasang cctv tersembunyi. Ia hanya ingin tau rahasia apa.yang sebenarnya terjadi di antara mertua dan si Yola itu.


Ia takut posisinya akan terancam apalagi Yola akan punya anak, karena sejujurnya Rosa itu mandul ia sudah pernah periksa di dokter tapi ia tak pernah bilang pada suaminya jika ia mandul ia tau pasti nantinya akan diceraikan dan sekarang Yola datang menambah masalahnya, ia tau pasti hal ini akan diungkit karena Raka pasti iri ingin punya anak tapi Rosa tidak bisa memberikan itu semua.


"Rosa ngapain kamu tadi manggil tukang ke rumah?" Suara dari Pram berhasil mengangetkannya. Syukurlah bapak mertuanya itu tidak lihat pemasangan cctv di kamar, ia bisa bernapas dengan lega.


"Oh, anu tadi AC di kamar aku mati Yah, makanya manggil tukang," balas Rosa.


"Tapi tadi ayah lihat tukangnya masuk ke kamar Yola apa kamar Yola juga rusak ac-nya?" Pram memicing curiga, menantunya yang satu ini memang sedikit mencurigakan tingkahnya.


"Oh, iya Yah, menurutku ac-nya kurang dingin jadi AC di kamar ini sekalian dibenerin juga."


Pram mengangguk paham. "Ngomong-ngomong kemana perginya ibu sama Yola kok mereka nggak kelihatan?"


"Mereka lagi keluar Yah, aku tadi lihat mereka naik mobil."


"Oh, kenapa nggak bilang sama aku yah?" pikir Pram sambil melongok ke arah kamar Yola, harusnya ia juga ingin ikut jalan-jalan dengan istri serta cem-cemannya karena sepertinya seru serasa punya istri dua.


"Nggak tau mungkin mereka buru-buru." Rosa melirik mertuanya, aneh sekali tingkahnya seperti tak mau ditinggal lama-lama lalu kenapa mertuanya selalu melongok ke kamar Yola, mencurigakan sekali jika mereka itu punya hubungan. Apalagi mata mertuanya itu selalu mencari keberadaan Yola dan jika ketemu mata itu akan berbinar setelah ia menemukan Yola seperti orang yang tengah dimabuk asmara.

__ADS_1


"Baiklah ayah ke kamar dulu," pamit Pram.


"Iya ayah."


****


"Loh, bukannya ayah kamu udah meninggal?" tanya Jelita ia memicing penuh curiga.


"Ah itu anu, maksudnya ayah angkat aku, iya aku punya ayah angkat tapi lupa bilang sama ibu," kata Yola beralasan. Padahal yang sebenarnya itu adalah Pram yang membelikannya perhiasan mahal.


"Ayah angkat? Kenapa kamu baru bilang kalo kamu punya ayah angkat? Kenapa juga saat pernikahan kamu dengan Rama ayah angkat kamu nggak datang?"


"Mohon maaf nih, jeng motong pembicaraan aku mau langsung pulang jeng, nanti kita bisa janjian untuk ketemu kan?" potong Rahma.


"Okeh lah jeng nanti tinggal kirim alamatnya jeng jelita saja, kalo gitu aku pamit yah jeng permisi." Rahma pun pergi.


Kini Jelita kembali memandang menantunya itu. "Kamu belum jawab pertanyaan ibu, jawab sekarang Yola, kenapa jika dia ayah angkatmu dia nggak datang ke acara pernikahan kamu?" desak Jelita ia sudah geram dengan Yola.


"Itu karena pernikahan yang dilangsungkan kan dadakan jadi ayah angkatku nggak bisa datang karena ada acara lain."


"Baik kalo begitu datangkan dia ke rumah biar aku bisa bertemu dengan ayah angkatmu."


"Ya, Bu," kata Yola dengan wajah gugup. Kenapa juga ia harus bertemu dengan temanya nenek peot ini lagian ngurusin hidup orang banget itu orang.

__ADS_1


"Ingat yah, aku cuma tidak mau kamu mengkhiati anakku, meski dia memang juga sudah berkhianat tapi dia telah bertanggung jawab sama kamu kan? Ingat baik-baik jika sampai kamu macam-macam maka kamu akan tau sendiri akibatnya, keluargaku bukan dari kalangan biasa kamu harusnya paham itu"


"Kurang ajar nenek peot ini ngancam aku, lihat saja jika harta kamu sudah aku kuasai akan aku buang di jalanan kamu," gumam Yola dalam hati sambil menggertakan giginya.


"Sudah sana beli barang yang kamu mau, aku nunggu di mobil saja pasti nanti kamu lama kan memilihnya, aku nggak bisa berdiri lama-lama. Ini kartu kamu pegang," ucap Jelita sambil menyerahkan kartu kredit pada menantunya itu lantas ia pun masuk ke dalam mobil, sedangkan Yola ia berlalu masuk ke dalam butik.


"Bagus juga nih nenek peot bisa dimanfaatin juga," batin Yola saat masuk ke dalam butik.


***


"Oh, ini si pemimpin perusahaan yang seenaknya meninggalkan perusahaan? Bagus pemimpin begitu? Nggak ada tanggung jawabnya sama sekali," sindir Raka saat tiba-tiba Rama datang ke kantor sesiang ini. Enak sekali dia menyepelekan pekerjaannya begitu saja. Sementara ia dulu selalu datang tepat waktu dan tidak pernah mangkir.


"Ya namanya juga pemimpin perusahaan bebas mau datang kapan aja. Kenapa? Iri yah udah nggak bisa kaya gini lagi? Eits, sepertinya bukan itu saja tapi kakak pasti rindu korupsi uang perusahaan untuk manjain istri matrenya."


"Sudahlah Rama itu semua masa lalu, kenapa kamu selalu ngungkit kesalahan aku?" hardik Raka kesalahan masalalunya memang fatal tapi ia tidak suka hal itu selalu dibahas oleh manusia sok suci macam Rama.


"Tapi bagaimana pun aku masih beruntung karena aku hidup dengan orang yang aku cintai sementara kamu? Aku tau kamu sangat cinta dengan Nada tapi kamu malah menikah sama perempuan lain yang bahkan sudah hamil duluan, setidaknya jika aku tidak beruntung masalah pekerjaan aku masih bisa beruntung masalah percintaan. Tidak seperti kamu," hina Raka.


Padahal jelas-jelas istrinya itu hanya memanfaatkan uangnya saja untuk foya-foya, Raka yang merasa dicintai oleh Rosa sementara Rosa hanya cinta uangnya saja, indahnya cinta bertepuk sebelah tangan.


"Tau apa kamu tentang aku kak?"


"Tidak banyak sih, hanya tau tentang Nada saja, kemarin aku lihat dia berbicara sama seorang laki-laki, sepertinya kamu sudah benar-benar dilupakan," ejek Raka ia memamerkan hasil jepretannya di sana terlihat Nada berbincang dengan seorang laki-laki yang memunggunginya. Apa Nada membantunya hanya untuk mencari sesuatu bukan karena dia ikhlas membantunya untuk mengusir Yola dari rumahnya, apa sebenarnya yang terjadi kenapa laki-laki itu bisa berbicara intens dengan Nada.

__ADS_1


"Sialan siapa laki-laki itu dan apa hubungannya dengan Nada? Apa Nada mencoba mengelabui ku?" gumam Rama kesal urat-urat di tangannya pun mengencang.


__ADS_2