Menikahi Selingkuhan Ayah

Menikahi Selingkuhan Ayah
BAB 2


__ADS_3

"Ayah pokoknya harus menggagalkan acara pernikahan aku dengan Yola. Enak saja, ayah yang menanam benihnya aku yang harus tanggung jawab."


"Hei siapa juga yang mau kamu menikahi Yola. Ayah juga tidak rela jika cemceman Ayah yang cantik itu harus nikah sama kamu."


"Yaudah pokoknya ayah harus bujuk ibu supaya pernikahan ini batal. Aku ini punya pacar dan punya planing untuk nikah sama Nada enak saja aku harus menikah dengan perempuan murahan macam Yola."


"Jaga mulut kamu, Yola jauh lebih berharga yah dari si Nada itu."


"Terserah ayah, yang penting penting pernikahan itu harus batal dan ayah harus menepati janji ayah untuk menjadikanku sebagai pemegang aset perusahaan."


Pram mengacak rambutnya kasar setelah kepergian Rama. Ia benar-benar bingung harus berbuat apa, sepertinya ia benar-benar harus membujuk Jelita agar cemceman cantiknya itu tetap aman.


Pram menghampiri Jelita yang kini tengah asik menonton acara televisi. Ia memeluk tubuh istrinya dari belakang lalu Jelita membalasnya dengan mengelus tangan Pram lembut.


"Ayah kangen yah sama Ibu?" tanya Jelita ia merasa sudah lama tak melakukannya kewajibannya sebagai seorang istri pasti suaminya itu sangat rindu kepadanya.


"Maaf yah, karena Ibu sering sakit-sakitan ibu jadi tidak bisa melakukan kewajiban sebagai seorang istri," keluh Jelita.


"Nggak papa sayang, yang terpenting kan kamu harus sembuh dulu," kata Pram lalu mulai duduk di samping istrinya.


"Makasih yah ayah. Oh ya ibu mau nunjukin konsep pernikahannya Rama ibu sudah pesan karena ini mendadak jadi kita bikin acaranya sederhana saja nanti resepsinya menyusul yang pentingkan ijab kabulnya," kata Jelita sambil mengutak-atik ponselnya ingin mencari foto konsep yang ia maksud.


"Sayang, gini aku mau ngomong. Gimana kalo pernikahan Rama dibatalkan saja kita beri Si Yola itu uang terus suruh gugur kan saja janinnya jadi Rama tidak usah repot-repot nikahin Yola, lagian nggak level lah Rama nikah sama perempuan murahan seperti Yola, lebih baik jika Rama menikah sama Nada," kata Pram tegas ia harap Jelita mau menuruti permintaannya.


"Nggak bisa begitu dong, Yah. Rama sudah menghamili anak orang kita sebagai orangtua yang baik harus menikahkan merekalah, Yah. Pokoknya ibu nggak mau tau Rama harus menikah dengan Yola," ucap Jelita telak.


"Tapi bagaimana dengan Nada, Bu? Apa ibu tidak kasihan dengan hubungan mereka yang sudah terjalin lama?"


"Kasihan sih, cuma mau bagaimana lagi anak kita udah kebobolan begitu, Yah. Aku pokoknya mau menikahkan mereka saja, urusan Nada nantikan bisa bicarakan baik-baik. Aku ini nggak mau kalo sampai keluarga kita tercoreng nama baiknya jika Rama tak bertanggung jawab."


"Apa? Rama mau menikah? Apa itu bener Bu?" Raka yang baru saja datang bersama Rosa---istrinya, pun ikut menimbrung.


"Iya, Raka, adikmu itu besok akan menikah kamu harus cuti kerja besok yah," ungkap Jelita.


"Apa ini pernikahan dadakan? Kenapa tiba-tiba Rama mau menikah padahal persiapannya juga belum ada." Raka bertanya keheranan, adiknya itu pun tidak bilang apa-apa padanya jika akan menikah.


"Iya, Raka. Sebenarnya ibu malu mengatakan ini. Rama habis menghamili perempuan yang ia tiduri jadi besok akan segera ibu nikahkan daripada dia mencoreng nama baik keluarga kita."

__ADS_1


"Apa?!" Raka kaget pasalnya yang ia tau Rama tidak pernah berbuat macam-macam, mungkin saja covernya alim tapi aslinya binal.


"Oh ya sekalian ada yang mau ayah bicarakan kepada kamu, Raka. Mulai hari ini jabatan kamu sebagai pemimpin perusahaan, akan ayah alihkan kepada Rama."


Raka menatap ayahnya tak percaya.


"Ayah, nggak bisa begitu dong, selama ini kan yang memegang perusahaan Raka, kenapa seenaknya ayah mengalihkan jabatannya kepada Rama?" Rosa berucap tak terima bukan apa-apa jika jabatan suaminya diturunkan lantas uang dari mana lagi untuk ia hambur-hamburkan.


"Ini sudah keputusan ayah, Rosa. Dan kalian harus menerimanya."


"Nggak bisa begitu ayah. Kenapa harus Rama yang menggantikan ku? Lalu jika dia yang memimpin perusahaan akan bergerak dengan baik? Dia pasti tidak becus."


"Ah sudahlah ayah tidak mau membahas ini lagi ayah capek mau istirahat. Ayo sayang kita ke kamar." Jelita yang sedari tadi diam dituntun Pram masuk ke kamar.


"Ini nggak bisa dibiarin dong mas, masa seenaknya saja Rama yang jadi pemimpin perusahaan. Aku bener-bener nggak terima. Apa jangan-jangan ini ada sangkut pautnya sama pernikahan Rama yang mendadak?"


"Maksud kamu?" Raka mengernyitkan dahi tak mengerti dengan ucapan istrinya.


"Aku yakin ada perjanjian antara ayah sama Rama, mungkin aja ayah menjanjikan akan menaikan jabatan Rama asal dia menikah."


"Ada benernya juga kata-kata kamu." Raka membenarkan.


****


"Ini gimana ayah? Aku udah sampai didandani begini tapi ayah nggak mikir rencana untuk menggagalkan pernikahan ini? Ayah mau cemceman ayah tetep nikah sama aku?" tanya Rama, hari ini ibunya betul-betul akan menikahkannya, ia juga bingung ingin menolaknya juga sulit.


Tapi satu yang terpenting semoga Nada tidak mengetahui berita ini mungkin jika tidak ada rencana yang berhasil ia akan memulai rencana agar bisa bercerai dengan Yola.


"Ayah sudah bilang pada ibumu tapi dia tetap kekeuh ingin menikahkanmu, kamu tau kan ucapan ibumu tidak bisa ditentang," ucap Pram. Sebetulnya ia punya rencana lain bukankah jika Yola menikah dengan Rama ia akan selalu bersama Yola kapanpun di rumah ini. Itu akan mempermudahkannya berselingkuh. Pram tersenyum memikirkannya.


"Ya sudahlah, nanti akan aku urus sendiri. Aku akan menyusun rencana supaya aku bisa menceraikan dia nanti," pasrah Rama.


"Yang penting ayah harus tetap jaga mulut jangan sampai Nada tau tentang pernikahan ku ini," imbuhnya. Ia tidak mungkin mau kehilangan Nada selain perempuan itu adalah orang yang dicintainya, Nada juga anak orang kaya apalagi dia anak tunggal. Sudah tercium dengan kuat berapa kekayaan yang akan ia miliki jika menikah dengan Nada.


"Iya tidak mungkin Nada tau masalah ini kecuali itu keluar dari mulut kamu sendiri."


"Kamu sudah siap Rama? Anak ibu sudah tampan yah sekarang. Ayo sekarang kita keluar penghulu sudah nunggu kamu di dalam musola," ucap Jelita, ia pun segera menggiring Rama menuju musola dekat rumah karena pernikahan akan dilangsungkan di sana. Katanya Yola di sini merantau bapaknya sudah meninggal, jadi karena acaranya dadakan tidak mungkin acara ijab Kabul ya dilakukan di kampung.

__ADS_1


Jelita pun mendudukkan Rama di samping Yola dan menyampirkan selendang pengantin di kepala mereka berdua.


"Mas gimana tadi udah ngelakuin rencana kita kan, Mas?" bisik Rosa pada Raka.


"Sudah kamu tenang aja, acaranya pasti akan berantakan dan gagal. Aku juga udah ngehubungin Nada buat datang kemari," kata Raka dengan yakin pasti sebentar lagi listrik di mushola ini akan padam karena ia sudah memotong salah satu kabelnya, ia hanya tidak mau apa yang sudah ia bangun selama ini hancur karena Rama. Enak saja karena Rama sudah menikah harta ibunya akan diberikan oleh dia semua.


"Bagus kalo gitu. Kalo Nada kesini pasti dia bakalan ngegagalin pernikahan Si Rama. Lagian Rama ngapain pake acara selingkuh segala sih, udah punya Nada yang sempurna begitu sadar nggak bersyukur," sunggut Rosa.


"Namanya juga napsu, mau gimana lagi." Raka berucap dengan santai.


"Awas yah mas kalo kamu sampai selingkuh dari aku. Aku nggak akan pernah mau maafin kamu."


"Iya nggak kok."


Rama mulai menjabat tangan penghulu, lalu ijab kabul pun di mulai.


"Saya terima nikahnya, Nada Almira---" Raka mengucap ijab kabul dengan salah, hal itu sudah ia lakukan dua kali.


"Ayo, dong Rama ucapin ijab kabulnya dengan benar. Jangan gugup okeh." Jelita menyemangati anaknya. Sedangkan Yola menatap Rama penuh harap, ia sudah tidak sabar menyandang status sebagai istri Rama, lumayanlah tidak dapat ayahnya anaknya pun jadi.


"Nama mempelai perempuannya bukan Nada Almira tapi, Yola Angelina, kenapa bisa salah-salah terus sih? Ayo coba ulangi lagi, harus relaks yah, Mas, tarik napasnya dulu lalu ulangi," titah pak penghulu.


Lalu setelahnya Rama pun berhasil mengucapkan ijab kabulnya dengan benar.


"Loh mas, kok listriknya nggak padam sih? Terus mana Si Nada kok nggak dateng-dateng sih? Lihat Raka berhasil nikah. Kamu gimana sih mas? Gagal kan rencananya," rajuk Rosa. Siap-siap saja setelah ini ia akan disuruh berhemat karena sumber uangnya sudah berkurang.


"Kayaknya aku salah motong kabelnya deh."


"Kamu ini bener-bener nggak bisa diandelin yah." Raka tak percaya Rosa bisa berucap begitu.


"Kok kamu ngomong gitu sih?"


"Udah ah aku males sama kamu, Mas." Rosa keluar dari dalam mushola.


"Loh kok ngambek? Sayang!" Raka pun mengejar keluar.


Di sisi lain, seorang gadis bergaun putih masuk ke dalam mushola.

__ADS_1


"Oh, begini kelakuan kamu, Mas?!" teriak perempuan itu lantang. Rama langsung menatap terkejut ke arah sumber suara. Mampus itu Nada!


__ADS_2