Menikahi Tuan Muda Rangga

Menikahi Tuan Muda Rangga
Menjenguk Vano


__ADS_3

Cinta berangkat ke kampus menggunakan ojek, dia tidak mau diantar menggunakan mobil karena dia tidak ingin terlalu mencolok.


Sesampainya di kampus di melihat Airin menunggunya.


"Cinta gue kangen!!" teriaknya sembari berhambur memeluk Cinta.


"Gue juga kangen" sahut Cinta juga dengan hebohnya balas memeluk Airin.


"Lo kemana aja sih lama banget gak ada kabar?" mengurai pelukannya dan menatap menyelidik Cinta.


"Sorry, nanti gue jelasin kok. Ayo ke kelas nanti dosen killer itu keburu dateng" menarik tangan Airin menuju kelas.


***


"Jadi sekarang jelasin ke gue kemana aja lo beberapa hari ini? Juga pas gue ke rumah sakit adik lo katanya udah pindah ke kamar VIP. Jelasin!" cecarnya dengan menatap lekat sahabatnya itu.


Mereka sudah ada di taman yang cukup sepi tempat biasa mereka.


"Satu-satu nanyanya Airin sayang" Cinta terkekeh oleh pertanyaan Airin.


Kemudian Cinta menjelaskan satu persatu dia juga mengatakan kalau dia sudah menikah. Tidak ada yang di tutupinya karena mereka sahabat yang saling terbuka satu sama lain. Bagi mereka sahabat itu orang yang menemani dan mengetahu sedih senangnya satu sama lain.


"Hiks hiks, Cin gue merasa jadi sahabat yang buruk gue gak tau penderitaan lo"


"Gue gak apa-apa kok tenang aja, si tuan muda itu juga gak terlalu jahat cuma ya dingin dan ketus aja. Hehe"


Mereka berpelukan di taman dengan Cinta yang menenangkan Airin yang sedang menangis.


"Gue merasa ini kebalik ya kok lo yang malah nangis" Cinta terkekeh merasa seharusnya dia yang sedang sedih.


"Eh gue mau jenguk adek gue lo mau ikut gak?"

__ADS_1


"Ayo gue ikut" dengan semangat dia berdiri dan menarik Cinta.


Mereka ke rumah sakit dengan taksi. Sesampainya di sana Cinta membawa Airin menuju ruangan Vano. Mereka masuk ke dalam ruangan terlihat Vano sedang tidur dan terlihat juga seorang suster yang sedang menjaga Vano.


"Woah ini mah gak keliat rumah sakit lagi lengkap banget ruangannya"


Airin berdecak melihat ruangan yang sangat lengkap itu.


"Shutt, Vano lagi tidur"


"Sorry kelepasan" dia mengedipkan matanya.


"Kakak datang?" suara serak khas bangun tidur itu menyepa pendengaran dua gadis itu.


"Vano kamu terbangun ya, maaf kakak mengganggu tidur kamu?" Cinta menatap dengan lembut adik satu-satunya itu.


"Gak kok kak" dia menggeleng menatap kakaknya.


"Hai Vano kamu gak rindu kakak cantik ini" Airin dengan percaya dirinya menghampiri Vano dengan senyum pepsodentnya.


"Cin Vano jahat sama sahabat kamu yang cantik ini" dia merengek pada Cinta.


Cinta hanya terkekeh melihat kelakuan adik dan sahabatnya. Airin merupakan sahabat satu-satunya Cinta yang sudah berteman dengannya sejak dia SMA. Dia yang menerima Cinta apa adanya dan terus mendukung Cinta.


Mereka saling melempar candaan yang membuat suasana terasa hangat. Cinta tersenyum merasakan kehangatan yang baginya sangat berharga. Dia menghela nafas dalam lalu menghembuskannya perlahan, dia akan merasa baik-baik saja berkorban asalkan keluarga satu-satunya itu tetap aman.


Vano mengalihkan pandangannya melirik kakaknya, dia tahu kakaknya tidak baik-baik saja. Dia menyadari tidak ada yang baik-baik saja ketika menikah dengan seseorang yang baru di temuinya bahkan tidak saling mencintai. Dia jadi teringat dulu saat dia bertanya tentang pernikahan pada kakaknya.


#Flasback


Saat itu mereka sedang berada di taman untuk sekedar bersantai. Taman yang di penuhi para muda mudi yang sedang berkencan ada yang saling bergandengan tangan sembari memasang wajah berseri-seri juga ada yang sekedar berjalan bersisian sembari saling pandang.

__ADS_1


Mereka juga saling bergandengan tangan mungkin orang yang memandang akan berpikir jika mereka adalah sepasang kekasih tapi orang-orang tidak akan menyangka kalau mereka adalah kakak adik. Tubuh Cinta yang relatif lebih pendek dan wajahnya yang baby face membuat tidak ada yang mengira kalau dia seorang mahasiswi. Dan juga tinggi Vano yang melebihi Cinta juga menjadi penyebabnya.


“Apa pernah kakak berpikir untuk mencari pacar?” tanya Vano yang penasaran kenapa kakaknya tak pernah pacaran.


“Kakak tidak ingin pacaran, karena kakak ingin langsung menikah. Karena hubungan pacaran itu tak menjamin semuanya. Dan kakak kalau menikah hanya ingin menikah satu kali seumur hidup” jawab Cinta serius.


“Benarkah?” tanyanya memastikan ucapan kakaknya.


“Benar” jawabnya.


#Back to story


“Van..Vano ih kok malah melamun” panggil Airin memutuskan lamunan Vano.


“Gak kok aku dengerin cerita kak Airin” bela Vano sembari tersenyum.


Cinta melihat jam yang ada di tangannya dan terkejut ketika melihat sudah pukul lima sore. Dia panik ketika tahu harusnya jam segini Rangga sudah perjalanan pulang.


“Rin lo masih mau di sini atau balik?” tanyanya pada Airin.


“Lo mau pulang?” Airin balik bertanya.


“Iya ini udah jam lima jadi gue harus secepatnya pulang”


“Gak deh gue di sini dulu lo aja yang pulang duluan” tolak Airin.


"Yaudah gue pulang ya" ucapnya sebelum bergegas keluar dari ruang rawat Vano setelah berpamitan.


Cinta dengan tergesa-gesa keluar dari rumah sakit dan mencari taxi untuk pulang. Dia meringis ketika mengingat pesan dari sekretaris Ken kalau dia harus sudah di rumah saat Rangga pulang.


Cinta menghela nafas lega ketika dia melihat taxi yang lewat dan segera menyetopnya. Dia masuk dengan cepat lalu menyebutkan alamatnya. Saat taxi sudah berjalan pun dia masih gelisah dengan terus saja melihat jam tangannya berharap lelaki yang berstatus suaminya itu belum tiba lebih dulu.

__ADS_1


"Pak bisa lebih cepat lagi" perintahnya dengan cemas.


"Baik nona" jawab supir itu.


__ADS_2