Menikahi Tuan Muda Rangga

Menikahi Tuan Muda Rangga
Chapter 5


__ADS_3

"Makanya ini Mom aku membawanya untuk memperkenalkannya pada Mommy dan Daddy" jawab Rangga santai.


"Eh sini sayang maaf tidak menyambutmu dengan ramah" ucap Mommy Rangga lembut kepadaku.


🌷🌷🌷


"Iya tante" ucapku tersenyum kemudian menuju ke arah Mommy-nya Rangga.


"Jangan panggil tante dong panggil aja Mommy kaya Rangga kan sebentar lagi kamu jadi menikah dengan Rangga" pinta Mommy


"Iya mo Mommy" ucapku canggung.


"Kapan kamu menikah sama Cinta?" tanya Daddy Rangga.


"Besok" ucap Rangga singkat.


"Hah!!" ucap Mommy kaget menatap tajam Rangga.


"Anak nakal kenapa kamu gak bilang dari tadi masa besok kalian menikah?" ucap Mommy marah pada Rangga.


"Iya maaf Mom, kan lebih cepat lebih baik" ucap Rangga tertunduk.


'Hihi, ternyata si Tuan Muda songong itu takut sama Mommy, tampangnya diluar dingin kejam tapi takut juga sama Mommy-nya' gumamku nutup mulut nahan tawa.

__ADS_1


'Awas kau gadis bodoh berani menertawaiku' gumam Rangga tersenyum miring ke arah Cinta.


"Tapi gak mendadak gini juga dasar kamu anak nakal" ucap Mommy kemudian menjewer telinga Rangga.


"Aduh Mom kenapa sih telinga aku terus jadi sasaran" sungut Rangga mengusap telinganya yang memerah.


"Semua persiapan pernikahannya sudah di urus sekertaris Ken" ucap Rangga.


"Tapi undangannya?" tanya Daddy.


"Hanya keluarga inti dan relasi bisnis aja yang diundang" ucap Rangga.


"Apa! Gak Mommy gak setuju masa anak Mommy satu-satunya gak ngadain resepsi besar-besaran" ucap Mommy.


"Cinta yang minta Mom" ucap Rangga.


"Eh iya Mom aku kan bukan orang kaya seperti kalian, aku juga sudah tidak mempunyai orang tua, jadi aku gak mau kalian malu karena mempunyai menantu gak sederajat sama kalian" ucapku menundukkan kepala.


"Apa yang salah dengan itu derajat manusia itu sama tidak ada yang beda di mata Tuhan, yang membedakan itu sikapnya untuk apa kaya tapi sikapnya tak baik dan miskin tak menjadi kutukan siapa tau di masa depan orang miskin itu menjadi kaya" ucap Mommy mengusap tanganku lembut. Aku terharu mendengar kata-kata Mommy.


"Makasih ya Mom" ucapku tersenyum pada Mommy.


"Yaudah gapapa kok kalo kamu maunya sederhana dan tertutup aja asal kamu bahagia Mommy ikut seneng kok" ucap Mommy

__ADS_1


"Ayo kita makan dari tadi ngobrol aja makanan udh di siapin tuh" ucap Daddy berjalan menuju meja makan.


"Eh ayo sayang kita ke meja makan" ajak Mommy. Kami beranjak meninggalkan ruang keluarga.


"Gini nih belum apa apa anaknya udah dilupain" gerutu Rangga tertinggal di ruang keluarga.


Semua orang mengambil makanan yang tersedia di meja makan dan makan dengan hening tanpa ada pembicaraan karena keluarga ini menerapkan jika sedang makan tidak boleh ada yang bicara karena dianggap tidak sopan. Selesai makan Rangga berpamitan kepada kedua orang tuanya untuk mengantar Cinta pulang. Di dalam perjalana pulang hanya diisi dengan keheningan.


'Ya Tuhan maafkan aku karena mempermainkan pernikahan yang sakral ini untuk kepentingan pribadi. Aku tidak punya pilihan lain selain ini untuk menyelamatkan adikku.' gumamnya seraya termenung.


"Hei gadis bodoh kenapa kau melamun?" tanya Rangga memperhatikan sekilas wajah Cinta. Cinta akhirnya tersadar dari lamuannya saat Rangga menanayainya


"Eh tidak apa-apa tuan" ucapku menunduk.


"Ingat besok kamu akan menikah denganku jadi jangan tunjukkan wajah sedihmu itu besok" ucapnya memperingati Cinta dengan nada dingin.


"I-iya tuan" jawabnya.


"Em tuan nanti saya masih tetap bisa melanjutkan kuliah saya kan?" tanyanya dengan menunduk dan meremas tangannya takut Rangga marah dengan ucapannya.


"Hm" dehemnya membuat Cinta menghembuskan nafas lega.


Setelah itu tidak ada pembicaraan lagi sampai di depan rumah Cinta, kemudian mobil Rangga pergi dari situ.

__ADS_1


🌹🌹🌹


Oke next episode ya....😊


__ADS_2