Menikahi Tuan Muda Rangga

Menikahi Tuan Muda Rangga
Chapter 6


__ADS_3

Keesokan harinya Cinta terbangun sangat pagi karena dia tidak bisa tertidur. Dia mengingat hari ini dia akan menikah dengan Tuan Muda Rangga yang super dingin itu.


"Huh, harusnya hari pernikahan adalah hari yang paling membahagiakan bagiku tapi sekarang sudah berganti menjadi awal hari hari tersiksa ku" gumamnya tanpa ia sadari air matanya terjatuh. Ia bergegas menuju kamar mandi untuk melakukan ritual mandinya.


Setelah menyelesaikan mandinya dia bergegas memakai pakaian celana levis panjangnya dan memakai hoodienya dia juga memoles sedikit wajahnya, kemudian dia bergegas menuju rumah sakit menggunakan sepeda motor satu satunya miliknya.


"Masih lama kan sekertaris Ken menjemput lebih baik aku ke rumah sakit dulu" ucapnya pelan. Tak lama kemudian dia sudah sampai di rumah sakit dan menuju keruangan adiknya, ternyata Vino sudah terbangun.


"Dek apa masih ada yang sakit?" tanya Cinta memperhatikan adiknya yang mencoba bangun. Kemudian dia membantu Vino untuk terbangun.


"Udah gak ada kak mungkin besok Vino udah bisa pulang, dah rindu rumah kak" ucap Vino seraya tersenyum kepada kakak satu satunya itu.


"Lho kok hari ini kan pernikahan kakak?" tanya Vino heran kenapa kakaknya masih di sini padahal kan harusnya dia menikah.


"Vino kamu tahu dari mana padahal kakak belum memberitahu kamu?" tanya cinta balik karena merasa ia tidak memberitahu adiknya

__ADS_1


"Kemarin itu calon suami kakak datang memberitahu, dia juga kan yang membiayai pengobatan Vino kak" jawab Vino sambil menunduk tak berani menatap kakaknya karena merasa bersalah.


"Kakak sebenarnya gak perlu ngelakuin itu untuk Vino, kakak juga berhak bahagia, aku tau kak calon suami kakak Tuan Muda Rangga kan" ucapnya sendu.


"Kakak gak apa apa kok Vin yang penting kamu udah baik baik aja dan memastikan kebahagian kamu itu udah cukup buat kebahagiaan kakak, karena kebahagiaan Vino kebahagiaan kakak juga" ucapnya seraya tersenyum manis menutupi rauy sedihnya karena terjebak di pernikahan ini.


"Yaudah kalo gitu kakak pergi dulu ya nanti sekertaris Ken keburu nunggu lama lagi, oh ya Vin kalo ada apa apa telepon kakak ya" ucapnya sambil menepuk pelan pundak adik satu satunya itu kemudian beranjak pergi keluar.


"Kak Vino ngerasa bersalah banget kakak udah banyak berkorban buat Vino" ucapnya lirih tanpa terasa cairan hangat mengumpul di pelupuk matanya.


Sedangkan Cinta berusaha menahan dirinya untuk tak menangis dia bergegas keluar dari rumah sakit dan pulang ke rumahnya karena sekertaris Ken pasti menungunya di rumah. Sesampainya di rumah tak lama kemudian sekertaris Ken datang sesuai perkiraan.


"Terima kasih sekertaris Ken" ucap Cinta kemudian tersenyum sekilas kepada sekertaris Ken tapi tak ada reaksi apapun darinya.


Dalam perjalanan hanya ada keheningan, Cinta sibuk dengan pikirannya sedangkan sekertaris Ken tetap fokus menyetir. Tidak butuh waktu lama kami sampai di depan sebuah gedung pernikahan. Cinta yang pertama kali masuk ke gedung ini terpana cukup lama tetapi dia kembali menormalkan ekspresinya. Di dalam ia sudah ditunggu oleh MUA terkenal, dia di dandani layaknya tuan putri. Gaun yang mewah dan elegan serta riasan wajahnya yang terkesan natural tetapi tak mengurangi kecantikannya, karena dia memang sudah cantik dari awal.

__ADS_1


Sedangkan di aula pernikahan terlihat seorang lelaki mengenakan jas putih dipadukan dengan celana yang berwarna putih juga menambah aura ketampanannya, raut wajah datar dan dinginnya pun tak bisa mengalahkan pesona yang dibuatnya. Tak lama kemudian prosesi akad nikah dimulai dengan sekali tarikan nafas dia berhasil mengucapkannya dengan lantang. Di situ terlihat raut wajah kelegaan dan kebahagiaan menghiasi wajah orang tuanya sedangkan Rangga hanya memasang senyum sangat tipis bahkan hanya orang yang berada di dekatnya yang bisa melihatnya.


Beberapa saat kemudian mempelai wanitanya berjalan dengan anggun. Banyak pasang mata yang menatapnya dengan kekaguman karena kecantikannya yang mampu membius banyak pasang mata bahkan Rangga saja ikut tercengang sebelum menormalkan kembali ekspresinya dengan kembali memasang wajah datar dan dinginnya. Tetapi dia heran mengapa jantungnya berdetak lebih kencang apakah dia terkena penyakit jantung, mungkin dia akan memeriksa kan nya pada dokter nanti.


"Eh menantu Mommy cantik banget, beruntung Rangga dapetin kamu" ucap Mommy memuji penampilan Cinta dengan wajah berseri.


Sedang cinta hanya tersenyum mendengarkan pujian mertua nya itu.


"Beruntung kamu tuh dapetin istri yang cantik baik lagi dan juga dia mandiri" ucap Daddy menyenggol bahu Rangga dan menggodanya. Rangga hanya menunjukkan ekspresi kesalnya karena digoda Daddy-nya.


Rangga dan Cinta melangkahkan kakinya menuju pelaminan untuk menyambut tamu tamu yang hadir. Semua tamu hanya orang terpandang dan relasi bisnis yang hadir.


'Ni acara kapan selesainya sih pegel kaki gue nih lama lama' gerutu Cinta dalam hati. Meski dia kesal tetapi dia tetap menampilkan senyumnya padahal di dalam hati dia terus menggerutu.


'Nih juga si tembok es gak ada senyum sama sekali walau hanya pura-pura' gumamnya sambil memperhatikan wajah pria yang sudah menjadi suaminya.

__ADS_1


🌹🌹🌹


Oke next episode ya....😊


__ADS_2