
Sisi Cinta
“Lo sekarang mau ke rumah sakit lagi?” tanya Airin
“Iya gue ke sana lagi takutnya ada apa-apa sama adek gue” ucap Cinta sendu.
“Yaudah lo yang kuat ya, gue antar ke rumah sakit ya Cin” tawar Airin.
“Yaudah ayo Rin” ucap Cinta lemas.
“Senyum dulu dong” ujar Airin berusaha menghibur Cinta.
Cinta tersenyum tipis sangat tipis menghadapi sahabatnya ini.
Mereka pun pergi dari toko menuju rumah sakit.
******
Di sisi Rangga
Tok tok tok
“Masuk” jawabnya.
“Udah kamu dapati semua yang saya minta” suara tegasnya berwibawa.
“Sudah tuan, nama nona itu adalah Dewi Cinta Lestari ia seorang yatim piatu dan memiliki seorang adik laki-laki yang masih sekolah kelas 11 SMA sedangkan nona Cinta kuliah semester akhir bisnis dan memiliki toko kue kecil. Saat ini adiknya kecelakaan saat mau pulang ke rumah dan harus segera di operasi sedangkan nona Cinta tak akan bisa membayar biayanya, hanya itu tuan” jelas sekertaris Ken.
“Hemm, good kita pasti bertemu lagi gadis kali ini kau tak bisa lari dariku. Ayo kita pergi Ken” seru Rangga.
'Gadis unik mandiri dan pemberani, kau akan segera menjadi milikku’ seringainya
******
Di rumah sakit
“Cin lo ga papa kan gue tinggal sendiri? Gue harus pulang sekarang?” tanya Airin.
“Ga papa kok Rin yaudah kamu mau pergi kan sana pergi” serunya melambaikan tangannya seperti orang ngusir.
“Yah ngusir nih ceritanya, haha” tawa Airin melihat tingkah sahabat nya.
“Yaudah gue pergi jangan kangen ya lo” ucapnya sambil tersenyum menggoda.
“Iyuhh gak deh” seruku menahan tawa karna tingkah Airin.
Beberapa saat setelah Airin pergi datang dua orang laki-laki.
__ADS_1
“Hey, gadis cerewet!” seru seseorang.
'Kayanya gue kenal suara ini’ gumamku dalam hati.
Gue mendongakkan kepala melihat siapa yang bicara denganku.
“Bapak!” seruku.
“Berapa kali sih saya bilang jangan panggil saya bapak saya belum tua!!” serunya tertahan.
“Bapak ngapain sih disini?” tanyaku penasaran.
“Aku mau nawarin kesepakatan buat kamu” tawarnya.
“Kesepakatan apa sih maksud bapak?” tanyaku tidak paham.
“Gini saya tau kalau kamu lagi butuh uang yang besar kan? Jadi saya bisa memberikannya dan sekakigus memberikan perawatan terbaik untuk adik kamu karna ini rumah sakit saya. Tapi kamu harus menikah dengan saya, bagaimana apakah kau setuju?” tanyanya padaku.
Sesaat aku terpaku mendengar penawarannya.
“.....”
“Oke diam mu berarti setuju” serunya sepihak.
“Eh saya gak bilang setuju pak ga bisa gitu dong!” seruku tak terima.
'Apaan sih gue gak bilang setuju dianya malah nganggep setuju. Gila nih orang' batinku.
Sesaat aku terdiam.
Tiba-tiba...
“Dok..dokter! Gawat dok pasien kesulitan bernafas dok!” teriak seorang suster memanggil dokter.
Aku langsung berdiri karna itu dari ruangan adikku. Saat aku melihat dokter aku langsung bertanya.
“Dok adik saya kenapa dok?” tanyaku panik
“Saya tidak tahu nona, kami akan memeriksanya dulu” terang dokter itu. Kemudian dia masuk ke dalam.
“Ya Tuhan adikku kenapa lagi” gumamku pelan sambil menahan tangis.
“Ken urus masalah ini” perintahnya kepada sekertaris Ken.
“Baik tuan” jawabnya.
“Tenanglah adikmu akan segera di operasi dan akan dipindahkan ke ruang VVIP” serunya.
__ADS_1
Aku menatapnya bingung seakan meminta penjelasan.
“Tadi semuanya sudah aku jelaskan” jawabnya santai.
“Tapi aku belum menyetujuinya” seruku menatapnya tajam.
“Kamu tak mempunyai pilihan lain lagi” jawabnya kemudian berbalik ingin pergi.
“Ingat lusa kita menikah” dia berbalik lagi kemudian pergi.
Aku terdiam melamun memikirkannya, apa aku akan menikah dengannya yang namanya saja aku tidak tau. Juga aku ingin menikah dengan orang yang aku cintai bukan seperti ini, tapi keselamatan Vano lebih penting sekarang.
Tak lama kemudian dokter keluar dan aku langsung bertanya keadaan Vano kepada dokter.
“Dok gimana keadaan adik saya?” tanyaku.
“Adik nona akan di operasi sekarang juga, karna kondisinya semakin memburuk” terang dokter itu.
“Lakukan yang terbaik dok” jawabku.
“Pasti nona kami akan melakukan yang terbaik” jawab dokter itu kemudian di pergi mempersiapkan operasi Vano.
Aku kembali duduk di ruang tunggu.
'Ayah Ibu lusa aku akan menikah dengan orang yang belum sama sekali aku kenal tapi aku mohon restu kalian. Ayah Ibu jangan kau bawa Vano juga ya aku gak akan kuat kalo gak ada Vano, aku akan menjadi wanita yang kuat seperti harapan kalian. Aku akan sekuat baja untuk adikku Yah Bu' lirihnya dalam hati.
🌷🌷🌷🌷
Keesokan harinya Vano sudah bisa dipindahkan ke ruang perawatan.
Dan aku akan pulang kerumah dulu karena sudah semalaman aku menjaga Vano setelah di operasi. Saat dia dipindahkan aku bisa lebih tenang.
Sampai di rumah aku mandi setelah mandi aku ketiduran karna mataku serasanya berat jadi tidur sebentar nanti siang ke rumah sakit lagi.
*****
Di sisi Rangga
“Ken kau sudah mengatur pernikahanku besok dengan gadis cerewet itu?” tanyanya dingin.
“Sudah tuan gaunnya juga sudah siap nanti besok tinggal ijab kabul nya saja” jawab sang sekertaris.
Rangga tersenyum membayangkan wajah gadis itu.
“Gadis kau akan menjadi milikku” gumamnya
'Baru kali ini ada seorang wanita yang membuat tuan muda tersenyum lagi, semoga nona itu bisa mengubah sifat Tuan muda kembali seperti dulu lagi’ gumam sekertaris Ken dalam hati.
__ADS_1
🌷🌷🌷🌷
Mohon kritik dan sarannya ya readers😉