
Sisi Cinta
Pukul 12 siang Cinta bangun
Kemudian dia mandi dan bersiap-siap ke rumah sakit.
Sampai di rumah sakit dan ke ruang rawat Vano. Tak disangka.
“Vano!!..” seruku tertahan, ada rasanya campur aduk saat aku melihat Vano sudah tersadar.
“Ka..kak” ucapnya terbata.
“Dek masih ada yang sakit gak? Kamu kapan sadarnya? Dek maafin kakak yang gak bisa lindungin kamu padahal kakak udah janji sama Ayah dan Ibu” aku menangis di depan adikku, rasanya aku gagal menjadi kakak yang baik buat Vano.
“Kak Vano gak papa kok, kakak juga jangan merasa bersalah gitu kan ini salah Vano sendiri yang gak hati-hati” ucapnya dengan suara yang lemah.
“Yaudah dek kamu istirahat dulu gih kan masih baru sembuh” suruh ku padanya.
“Iya kak” jawabnya.
Tak lama kemudian dia tertidur, aku menyelimutinya.
'Dek maafin kakak yang gak guna ini, dek jangan pernah pergi dari hidup kakak atau kakak gak akan sanggup lagi untuk bertahan hidup' gumamku menatap Vano nanar.
Aku keluar dari ruang rawat Vano. Kemudian ada yang menelpon dan nomor yang tak dikenal.
"Halo..” kataku.
“Dimana kamu sekarang Ken akan menjemputmu ke suatu tempat” jawab penelpon
“Kemana pak?” tanyaku.
“Berapa kali sih saya harus bilang panggil saya tuan!”_ tegasnya.
__ADS_1
“I iya tuan” jawabku.
"Good dimana kamu sekarang?” tanyanya lagi.
"Di rumah sakit” jawabku.
"Tunggu Ken akan menjemputmu” jawabnya.
“Tapi Tuan...” tut tut tut.
Teleponnya terputus.
'Dasar ga tau sopan santun main putusin terlepon aja padahal kan gue belum selesai ngomong. Dasar bapak-bapak' gumamnya dengan dongkol.
Tak lama kemudian sekertaris Ken datang.
“Mari nona ikuti saya” ucapnya
"Oh baiklah" jawabku sambil tersenyum, tapi sekertaris itu hanya menampilkan ekspresi dingin.
"Emm..sekertaris Ken kita sebenarnya mau kemana?"
"Nona tidak banyak bertanya akan memperpanjang umurmu" jawabnya dingin
"Ooh begitu ya, hehe" aku terdiam. Sial kenapa sekertaris ini begitu menyeramkan aku jadi merinding. batinku merutukkinya.
Selama perjalanan hanya ada keheningan. Tak lama kemudian kami sampai di salon ternama di kota ini. Sekertaris Ken membuka pintu mobil jadi mau tak mau aku harus turun dari mobil.
"Sekertaris Ken mau apa kita ke salon?" tanyaku. Dia hanya diam, kemudian dia masuk kedalam aku hanya mengikutinya. Dia terlihat bercakap-cakap dengan pemilik salon itu, pemilik salon itu menuju ke arahku.
"Mari nona saya akan mendandani anda" ucapnya dengan tersenyum ramah.
"Hah, maksudnya?" tanyaku bingung.
__ADS_1
"Nona turutilah kata-katanya" ucap sekertaris Ken tegas.
"Ba baiklah," ucapku, rasanya aku ingin mencincang muka dinginnya sekertaris Ken itu.
"Mari nona," ucapnya mempersilahkanku masuk ke dalam.
Tak lama kemudian datang Rangga.
"Tuan" sapa Sekertaris Ken.
"Bagaimana?" tanyanya kepada sekertaris Ken, dengan tatapannya yang datar menatap sekertaris Ken.
"Sudah tuan nona sedang di dalam," jawab sekertaris Ken.
"Baiklah" Rangga duduk dengan tenang di sofa ruang tunggu dengan menyilangkan kakinya. Dia terlihat sangat tampan dengan jas warna biru tua yang nampak sangat cocok di badannya. Siapa pun yang melihatnya apalagi perempuan pasti ngiler dengan ketampanan tingkat dewa.
(Whahaha lebay tingkat dewa mah thor😆)
Skip~
"Nona tolong pakai gaun yang ini" tunjuk pemilik salon ke gaun diatas lutut warna navy tanpa lengan.
"Oke" jawabku kemudian mengambil gaun itu, aku melangkah ke ruang ganti. Setelah selesai memakai gaun itu aku merasa tidak nyaman karna baju ini menurutku kurang bahan karna baju ini tak memiliki lengan juga diatas lutut dan ya sedikit menampilkan lekuk badanku. Aku keluar menuju tempat tunggu tempat sekertaris Ken tadi.
'Astaga bagaimana bisa ada es kutub ini ada di sini' batinku terkejut melihat Rangga ada di sini.
Sedangkan Rangga menatap Cinta terpaku sesaat kemudian dia menetralkan kembali ekspresinya.
'Gadis ini kalau berdandan ternyata cantik juga ya' gumamnya dalam hati sambil tersenyum menatap Cinta. Penampilan Cinta yang sempurna hari ini sangat menarik dengan rambut yang dibiarkan terurai serta bajunya yang menampilkan kaki jenjang Cinta yang mulus.
"Ekhm, yasudah kamu ikut saya" ucapnya dingin, Sambil berlalu meninggalkan Cinta yang menggerutu sedari tadi.
🌷🌷🌷
__ADS_1
Assalamualaikum readers mohon like, komen, fav and jangan lupa vote ya. Juga kritik dan sarannya untuk author ya😉 Dadah👋🏻