Menikahi Tuan Muda Rangga

Menikahi Tuan Muda Rangga
Chapter 4


__ADS_3

Sebelumnya👇🏻👇🏻👇🏻🤗


'Gadis ini kalau berdandan ternyata cantik juga ya' gumamnya dalam hati sambil tersenyum menatap Cinta. Penampilan Cinta yang sempurna hari ini sangat menarik dengan rambut yang dibiarkan terurai serta bajunya yang menampilkan kaki jenjang Cinta yang mulus.


"Ekhm, yasudah kamu ikut saya" ucapnya dingin, Sambil berlalu meninggalkan Cinta yang menggerutu sedari tadi.


^^^^


Aku mengikutinya dengan terus menggerutu lebihnya lagi melihat dua manusia yang lebih dingin dari kutub selatan dan lebih datar dari dinding di rumahku(͡° ͜ʖ ͡°)


"Masuklah ngapain kamu di luar gitu kaya pengemis" ucapnya datar.


'Apa dia bilang pengemis matanya udah buta kayaknya masa cewe secantik gue dibilang pengemis' gerutuku, rasanya pengen gue remas mukanya yang tak punya rasa bersalah itu.


Aku masuk ke dalam mobilnya dengan perasaan dongkol.


"Berhenti mengumpatku dalam hati!" serunya dengan muka dinginnya.


"A apa" ucapku terbata.


'Sial! Bagaimana dia tau apa dia punya mata batin!' geramku dalam hati.


"Tidak ada" ucapnya santai.


Setelah itu di dalam mobil kembali hening, bisa-bisa gue beku kalo gini dua orang ini apa gak punya ekspresi ya? gumamku dalam hati.


"em, tuan kita mau kemana?" tanyaku yang tak tahan lagi dengan keheningan ini.

__ADS_1


Hening


.


.


.


Apa tidak ada yang dengar ya? jengkel gue gini emang gak ada telinga semuanya ya?


Kemudian aku menepuk pundak sekertaris Ken.


"Em sekertaris Ken kita mau kemana?" tanyaku padanya.


"Nanti kau akan tau nona" jawabnya masih dengan muka dinginnya itu.


Habis sudah! Bahkan sekertaris sialan itu tidak mau memberitahu ku.


'Gadis ini awas saja kau nanti' gerutu Rangga tidak suka saat Cinta menepuk sekertaris Ken tadi.


Kembali di dalan mobil itu hanya ada keheningan sampai mobil ini memasuki kawasan perumahan elit. Kemudian kami memasuki sebuah rumah yang sangat besar dengan gerbangnya yang sangat tinggi, mobil berhenti di depan rumah itu. Kemudian sekertaris Ken membukakan mobil untuk kami. Aku keluar dengan masih mengagumi keindahan dan kemewahan rumah ini, kemudian kami memasuki pintu terlihat pelayan berjejer menyambut kami.


"Selamat datang tuan muda" ucap mereka semua sambil menunduk.


"Hm, di mana Daddy dan Mommy?" tanyanya dengan wajah datar.


"Ada di ruang keluarga tuan" jawab salah satu pelayan, sepertinya itu kepala pelayan di rumah ini.

__ADS_1


Kami kemudian pergi ke ruang keluarga, aku tidak menyangka akan pergi bertemu orang tuannya. Sampai di ruang keluarga aku melihat seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik dan seorang pria yang terlihat berwibawa.


"Dad Mom, aku pulang" ucap Rangga lembut kepada orang tuanya.


'Apa! Tembok es ini bisa juga bicara lembut gini dan tersenyum! Omo apa aku mimpi ini?' gumamku terkejut melihat perubahan ekspresi Rangga.


"Anak nakal apa kau sudah lupa pada orang tuamu? Kenapa kau lama tidak kemari?" seru Mommy Rangga sambil menjewer telinga anaknya.


"A ampun Mom, aduh telingaku bisa putus kalo gini" gerutu Rangga.


"Eh kau siapa?" tanya Mommy Rangga kepadaku.


"Dia calon menantumu Mom" jawab Rangga sebelum aku menjawabnya.


"Apa? Kenapa kau baru bilang kalau kau sudah punya calon mantu buat Mom?!" serunya menatap tajam Rangga.


"Makanya ini Mom aku membawanya untuk memperkenalkannya pada Mommy dan Daddy" jawab Rangga santai.


"Eh sini sayang maaf tidak menyambutmu dengan ramah" ucap Mommy Rangga lembut kepadaku.


"Nama saya Cinta tante" jawabku tersenyum.


🍁🍁🍁


Next ya....


Maaf lama up soalnya otak lagi buntu😁

__ADS_1


__ADS_2