
Cinta berjalan mengikuti Rangga masuk ke dalam rumah. Dia berdecak kagum melihat kemewahan rumah itu. Rangga terlihat menuju kamar yang berada di lantai tiga rumah itu.
Sejenak Cinta kebingungan akankah dia sekamar dengan sang Tuan Muda itu.
“Tuan Muda apa kita nanti sekamar?”
Rangga menghentikan gerakannya yang akan membuka pintu kamar.
“Lalu kau kira kita akan pisah kamar?” suaranya terdengar ketus di telinga Cinta.
Rangga melanjutkan gerakannya dan memasuki kamarnya Cinta mengikuti masuk juga. Terlihat kamar yang sangat luas bahkan dan ruang kamar ini tertata sangat rapi. Dia bisa menebak kalau si Tuan Muda ini sangat menyukai kerapian.
“Hentikan wajah udikmu itu” ejeknya.
Suara Rangga menyadarkan Cinta dari lamunannya.
‘Menyebalkan satu hari tinggal bersama tuan muda gila ini saja sudah menguras emosiku’ sungut Cinta dalam hatinya.
Ketika dia melihat Rangga memasuki kamar mandi, Cinta menghempaskan tubuhnya di sofa.
‘Akhirnya aku bisa sejenak bersantai’ menghela nafas panjang dia memejamkan matanya erat-erat. Perasaannya saat ini sangat kacau.
‘Ya Tuhan apakah yang kujalani ini sudah benar? Aku tahu pernikahan adalah hal yang sangat sakral tapi aku mempermainkan pernikahan ini aku membohongi seorang ibu dan seorang ayah’ tak terasa air matanya lolos begitu saja dari pelupuk matanya. Cinta segera menghapus air matanya mendengar pintu kamar mandi yang dibuka.
Begitu dia mengangkat wajahnya dia membelalakkan matanya melihat pemandangan yang ada di depannya. Dia buru-buru memalingkan mukanya yang bersemu merah.
“Tuan muda kenapa anda tidak pakai pakaian dulu?!”
Rangga menyeringai menatap Cinta yang memalingkan wajahnya. Dia mendekati Cinta dengan perlahan.
__ADS_1
“Kenapa nanti kau juga akan terbiasa melihatku seperti ini” bisiknya di telinga Cinta
Cinta tersentak kaget kemudian dengan cepat dia melarikan diri masuk ke dalam kamar mandi.
Rangga terkekeh lucu melihat kepolosan Cinta.
“Hanya begitu dia sudah sangat tersipu. Sepertinya menarik” dia tersenyum miring lalu menuju walk in closet untuk berganti pakaian.
Sedangkan di dalam kamar mandi Cinta masih menenangkan hatinya yang berdebar dan ketika dia berada sangat dekat dengan Rangga.
‘Sadarlah Cinta dia hanya mengerjaimu mengapa wajahmu memerah hah! Kau memalukan dirimu saja’ dia menepuk-nepuk wajahnya. Dia bergegas membersihkan dirinya, selesai itu dia baru menyadari sesuatu.
“Astaga aku lupa bawa baju ganti” menyadari dia tidak membawa baju dia menepuk dahinya gemas.
“Gara-gara tuan muda aku lupa membawa baju ganti”
Dia kebingungan mencari cara agar bisa keluar dari kamar mandi. Dia melihat ada jubah mandi di ujung sana. Dia memutuskan memakai itu dari pada tidak memakai apa pun.
Dia tidak melihat keberadaan Rangga di kamar, setelah itu dia dengan pelan keluar dari kamar mandi.
“Syukurlah dia tidak ada di sini” gumamnya pelan.
“Siapa yang tidak ada di sini?”
“Akh! Se-sejak kapan anda ada di sini?” Cinta terkesiap kaget mendengar suara mengejutkan Rangga.
‘mengapa dia di sini padahal tadi dia tidak ada’
Dia mulai gelisah dengan keadaannya yang hanya pakai jubah mandi.
__ADS_1
“Apa kau ingin menggodaku?”
Rangga menatap lekat wanita di hadapannya entah mengapa dia terlihat sangat menggoda saat ini.
“Ti-tidak” sahutnya terbata dia mengeratkan jubah mandi di tubuhnya.
“Lalu mengapa kau hanya menggunakan ini saat keluar”
“saya lupa bawa baju” dia menggigit bibir bawahnya karena gugup.
‘Oh ****!! Mengapa dia terlihat tambah menggoda saat ini’
Rangga menghembuskan nafas kasar lalu memalingkan wajahnya.
“Berhenti menggigit bibirmu!” tekannya kemudian berlalu ke luar kamar.
“H-hah” dia bingung mengapa Rangga mengatakan itu. Cinta menggelengkan kepalanya pelan menghilangkan pikirannya lalu menuju walk in closet untuk berganti pakaian.
Saat dia melihat begitu banyak pakaian dan keperluan lainnya seperti tas, sepatu yang dia yakin kalau harganya pasti mahal.
Dia mengambil satu set baju tidur terusan yang terlihat sangat pendek, dia tidak punya pilihan selain memakainya karena baju tidur yang sopan hanya itu yang lain lebih terbuka lagi.
Cinta berlalu menuju sofa kemudian merebahkan dirinya di sofa berbentuk panjang itu. Dia termenung memikirkan kelanjutan kisahnya tak terasa matanya kian meredup sebelum dia mulai terlelap.
Sementara itu di ruang kerja Rangga merenggangkan tubuhnya yang terasa kaku karena terlalu lama duduk. Dia melirik jam dinding yang menunjukkan pukul 12.00 malam dia menyudahi kegiatannya lalu menuju kamarnya.
Saat dia hendak merebahkan tubuhnya di kasur tak sengaja matanya menatap seorang yang tadi sudah berstatus istrinya itu sedang tertidur di sofa. Rangga melihat Cinta memeluk tubuhnya dan terlihat menggigil karena suhu yang dingin.
“Bodoh” ucapnya pelan.
__ADS_1
Rangga mendekat ke arah sofa, dia berjongkok sembari menatap wajah Cinta yang sangat polos. Entah dorongan apa yang membuat tangannya terulur mengelus wajah Cinta.
Terlihat lelaki itu mendesah pelan sebelum mengangkat tubuh mungil Cinta memindahkannya ke kasur lalu menyelimuti tubuh Cinta. Kemudian dia juga merebahkan dirinya di samping Cinta sembari menatap wajah teduhnya saat tidur.