Menikahi Tuan Muda Rangga

Menikahi Tuan Muda Rangga
Siapa Alesha?


__ADS_3

kata bi Sumi dia suka minum susu hangat kalo malam gini. Gak nyangka sih orang yang muka datar dan arogan gitu suka minum susu. Hihi’ Cinta terkekeh dalam hati sembari mengantarkan susu hangat untuk Rangga.


Di depan pintu ruang kerja Cinta mengetuk pintu dulu.


Tok tok tok


“Masuk” terdengar sahutan dari dalam.


Cinta segera membuka pintu dan berjalan masuk. Sesaat dia mengedarkan pandangan ke seluruh ruang kerja Rangga, dimana ada banyak buku di rak samping dan meja kerja yang elegan. Saat dia masih terpaku terdengar suara Rangga menginterupsi.


“Apa yang kau lakukan diam di sana?”


“Ah tidak tuan, ini saya sudah membawa segelas susu hangat” jawab Cinta dengan cepat menaruh gelas di atas meja.


Rangga hanya berdehem lalu melanjutkan pekerjaannya tanpa menghiraukan keberadaan Cinta.


Cinta yang sedang ragu ingin meminta izin untuk ikut bazar.


“Em tuan” panggil Cinta dengan ragu.


Terlihat lelaki itu mengangkat wajahnya menghadap perempuan yang memanggilnya dan menaikkan alisnya seolah bertanya.


“Minggu depan kampus saya mengadakan bazar. Dan teman saya menawarkan untuk ikut berpartisipasi dalam bazar terus-“


“Langsung saja apa mau kamu?” potong Rangga.


‘Astaga apa tidak bisa tidak memotong’ keluh Cinta yang tentunya dalam hati.


“Apa boleh saya ikut di bazar Minggu depan” jawab Cinta dengan hati-hati sembari terus mengamati ekspresi Rangga.


Tak ada jawaban dari Rangga membuat Cinta sungguh ketar-ketir. Saat ini dia sudah menikah walau pernikahan mereka hanya perjanjian tapi tetap saja Rangga adalah suaminya.


“Boleh” setelah sekian lama terdiam akhirnya dia menyetujuinya.


Refleks saja Cinta bersorak dengan gembira dan begitu terlihat jelas binar-binar kebahagian di matanya.


Rangga yang melihat itu ikut tersenyum walau sangat tipis, entah mengapa saat dia melihat wajah bahagia Cinta dia juga ikut bahagia dan jantungnya terasa berdetak kencang saat ini.


‘Ada apa denganku mengapa hanya melihatnya bahagia aku juga ikut bahagia’ batinnya dengan matanya yang terus menatap lekat tingkah laku Cinta.


Merasa di tatap oleh Rangga Cinta merasa malu karena dia ketahuan bersorak di depannya. Dengan cepat dia berpamitan dan keluar dari ruang kerja.


Diluar Cinta memegang pipinya yang memanas karena malu atas sikapnya tadi.

__ADS_1


“Apa yang Lo lakuin tadi Cinta kok bisa di depan dia” gerutunya kecil.


Lalu Cinta memutuskan menuju kamar karena dia juga ada tugas yang belum di selesaikan.


Larut dalam tugasnya dia sampai tidak menyadari keberadaan Rangga di dalam kamar.


“Apa masih banyak tugas yang belum?” suara Rangga membuat Cinta tersentak dan sadar kalau dia tidak sendirian di kamar ini.


“Tinggal sedikit tuan muda”


“Hm. Tidurlah di kasur jangan di sofa lagi” titahnya seraya merebahkan dirinya ke kasur.


‘Sebentar dia bilang tidur di kasur kan? Ini bukan karena gue salah dengar kan? Demi apa’ hebohnya dalam hati dengan tidak percaya.


“Ingat jangan tidur di sofa” sekali lagi Rangga mengingatkan.


Benar saja telinga Cinta tidak salah Rangga benar-benar menyuruhnya tidur di kasur!! Di ranjang yang sama dengannya.


Cinta memutuskan berhenti memikirkannya dan memilih menyelesaikan tugasnya.


Sekitar pukul sebelas malam semua tugasnya sudah selesai dan dia beranjak dari kursi menghampiri ranjang bersiap untuk tidur.


Walau bukan kali pertama seranjang dengan Rangga tetap saja kali ini dia secara sadar ada di sini. Begitu merebahkan dirinya badan Cinta jadi kaku rasanya.


‘wah apa ini kenapa tangannya memelukku’ pekik Cinta seraya mendelikkan matanya.


Badan Cinta jadi semakin kaku saat kepala Rangga juga ikut mengendus lehernya. Perlahan dia menolehkan wajahnya ke arah samping berhadapan sangat dekat dengan wajah Rangga bahkan dia bisa merasakan hembusan nafasnya.


“Sha...Alesha....jangan pergi sha...sha” gumam kecil Rangga dalam tidurnya.


‘Alesha? Siapa dia kenapa Tuan muda dingin ini sampai menyebutnya dalam mimpi? Apa dia orang yang dicintainya?’


Cinta memerhatikan lagi raut wajah Rangga yang tertidur wajahnya tampak gelisah dan terlihat takut entah apa yang dimimpikannya.


“Sha..jangan pergi aku mohon” gumamnya lagi.


Merasa tidak tega Cinta berusaha menenangkan Rangga.


“Shutt aku gak akan pergi” ucapnya seraya mengelus lengan Rangga. Nampaknya setelah mendengar suara Cinta tadi dia sudah bisa menjadi tenang.


‘Apa yang terjadi sih sama kehidupan dia kenapa dia terlihat ketakutan di mimpinya?’ batinnya bertanya-tanya tentang apa yang terjadi dengan Rangga.


Tak terasa mata yang tadi tidak bisa tidur perlahan mulai terlelap.

__ADS_1


**


Keesokan pagi yang cerah sinar matahari terlihat merembes masuk melalui celah horden kamar dua insan yang sedang berpelukan.


Tak berselang sang lelaki yang memeluk dengan erat sang wanita mulai terbangun. Di mengerjakan matanya berapa kali untuk menyesuaikan matanya.


Dia melirik perempuan di sampingnya yang sedang terlelap dengan damai, dia juga sadar kalau sedari malam dia memeluknya erat.


Rangga tidak beranjak tetapi malah memerhatikan bentuk wajah Cinta yang tergolong chubby dengan bulu mata lentiknya dan bibirnya yang kecil merona membuatnya ingin merasakannya.


‘Sejak kapan aku jadi berpikiran mesum begini, hanya melihat bibirnya saja membuatku seperti ini’


Rangga berusaha menyadarkan dirinya pikirannya yang mulai berkelana.


Tidak mau semakin berlarut dia memutuskan bangun dan bergegas menuju kamar mandi sebelum Cinta bangun.


Sementara itu setelah kepergian Rangga ke kamar mandi terlihat pergerakan di kasur. Cinta berusaha membuka matanya dengan pelan tak sengaja bertanya menangkap sudah pagi.


‘Gawat udah jam segini gue baru bangun, tuan bahkan sudah mandi dan gue tidak menyiapkan air’


Dengan cepat dia turun dari ranjang dan berlari menuju walk in closet untuk menyiapkan baju Rangga selagi dia belum selesai mandi.


Setelah menemukan yang pas dia membawanya kembali dan berencana meletakkannya di sofa tapi bersamaan dengan itu pintu kamar mandi terbuka dari dalam dan Rangga keluar hanya menggunakan handuk sepinggang.


Lagi-lagi Cinta menemukan pandangan seperti itu rasanya pengen nyentuh deh. Eh!


Cinta mengerjap-ngerjapkan matanya melihat itu dia masih saja terpaku.


Rupanya Rangga sudah mengetahui itu tetapi dia malah melangkahkan kakinya mengarah ke Cinta dengan senyum smriknya.


Entah kenapa perasaan Cinta mulai gak enak dia jadi merinding tiba-tiba.


Rangga semakin mempersempit jarak mereka, dia mencondongkan badannya ke arah Cinta.


Cinta menelan ludah dengan susah payah dia baru pertama kali sedekat ini dengan lelaki selain adiknya, apalagi dengan keadaan Rangga yang seperti itu.


Mau berapa kali pun dia melihat badan lelaki yang berstatus suaminya itu tetaplah terlihat menggoda iman para perempuan.


Rangga masih berada di posisi seperti tadi dia sedang asyik mengamati ekspresi perempuan di depannya yang menurutnya sangat imut.


⬛⬛⬛


Next ya...

__ADS_1


__ADS_2