
Drrrrt... Drrrrt ponselnya bergetar dia menatap benda tipis persegi yang sudah ada ditangannya. Lalu segera mengangkat panggilan itu.
Suga apa nanti malam kau ada waktu? tanya nyonya Dinar dari seberang telfonnya berharap jika Suga berkata Tidak.
Ada apa?
Mama mau mengajakmu makan malam diluar??
Apa mama ingin mengenalkan aku dengan anak teman mama lagi, jika iya aku tidak akan pergi.
Datanglah walaupun hanya sebentar, mama sudah booking restoran untuk kita makan malam bersama.
Baiklah
Seperti biasa Suga menutup telfon tanpa mengucap salam, wanita yang telah mengandungnya selama sembilan bulan sudah hafal betul tingkah putranya.
Waktu bergulir dengan cepat, siang berganti malam, tubuhnya juga lelah harus terpaksa menyetir mobilnya karena dia sudah menyuruh sekertaris Hobi pulang duluan. Jalanan cukup lengang karena sudah larut malam.
Suga mengemudikan mobilnya sendiri, Bella yang duduk di kursi penumpang disisinya, gadis itu menatap kosong jalanan malam ini, entah apa yang dia pikirkan.
Suasana yang begitu membosankan selama diperjalanan tidak ada percakapan sama sekali, ditambah lagi hujan yang mulai turun cukup deras. Pria berkulit putih pucat masih fokus mengemudi, sesekali Suga memegangi kepalanya karena terlalu banyak minum wine.
Suga menambah kecepatan mobilnya, Bella sudah ingin muntah, kepalanya pusing tapi sang tuan masih menambah laju mobilnya padahal jalanan berlubang, ini sangat berbahaya.
Hujan turun begitu deras menghalangi penglihatan Suga sampai dia melihat mobil dari arah berlawanan dengan kecepatan tinggi, hanya satu semester jaraknya dari tempat Suga saat ini.
__ADS_1
Dengan segera pria berkulit putih pucat itu menginjak pedal rem, tapi sayang laju mobilnya dengan kecepatan tinggi tidak bisa dihentikan, rem tidak berfungsi sama sekali.
"Aaaaaaa!" Jerit Bella mobil truk didepannya menabrak mobil yang dikemudikan Suga, mobil Lamborghini berwarna hitam terguling sampai beberapa meter terlempar dibahu jalan.
Suga yang masih sadar pada saat itu berusaha keluar dari mobil sedangkan Bella yang tidak memakai sabuk pengaman, sudah tidak sadar pelipisnya terkena pecahan kaca yang dengan mudah merobek kulit wajah cantiknya. Tubuhnya setengah keluar terjepit diantara pintu mobil. Asap keluar dari belakang mobil secara perlahan.
Suga hanya mengalami luka kecil, pria itu memandang Bella yang sudah lemah tak berdaya.
"Hey....! Bangun, mobil akan segera meledak. hey kau tak mendengarku? Bella!!"
Suga berusaha keluar dari mobil dengan susah payah, terdapat pecahan kaca dimana-mana. Dengan hati-hati Suga menyeret kakinya menuju pintu mobil disebelah kiri. Berusaha mengeluarkan Bella dari dalam mobil.
Suga menyikap rambut Bella yang menutupi wajahnya, tangannya gemetar baru kali ini Suga merasa khawatir dengan orang lain.
Wajahnya dipenuhi luka, mata berbinar yang selalu berpura-pura baik-baik saja kini tak lagi dia lihat, senyuman ramah selalu terlukis di wajahnya tak perduli perlakuannya pada Bella, gadis itu hanya diam, matanya terpejam tak tau seberapa sakitnya luka- luka ditubuhnya saat ini.
"Bella, kau mendengarku? buka matamu gadis idiot, jangan main-main padaku," kata Suga dia sudah tidak mampu lagi menyembunyikan rasa khawatirnya pada gadis itu.
"Hey, kenapa kalian hanya diam! cepat panggil ambulance. Dia harus segera ditangani!" Perintah Suga dengan begitu kesal, warga yang datang hanya menonton tidak membantu sama sekali, bahkan dengan sengaja mereka merekamnya. Lalu mengunggahnya di media sosial.
Seorang pria paruh baya menerobos kerumunan, lalu menghampiri Suga dan mendorongnya," Bella... Apa yang terjadi nak?" Suara yang memilukan ketika sang ayah mendapati putrinya mengalami musibah, sungguh tidak beruntung pertemuan mereka dalam keadaan seperti ini.
Pria itu merogoh saku celana training berwarna hitam, berusaha mencari ponselnya karena ini menghubungi ambulance. Tak lama ambulance pria paruh baya itu segera merebut Bella dari Suga lalu membopong Bella menuju ambulance.
"Siapa kau! kenapa kau berani membawanya pergi?" tanya Suga ketika pria itu baru menidurkan Bella dibrankar didalam ambulance, dia hanya menoleh tidak menjawabnya sama sekali yang terpenting adalah keselamatan putrinya saat ini, dia segera masuk, ingin menemani Bella didalam ambulance.
__ADS_1
"Hey kenapa kau tidak menjawabku!" ucap Suga dia begitu geram menurutnya dialah yang harusnya lebih bertanggung jawab, karena Bella pergi bersamanya. Tapi pria paruh baya itu membawanya begitu saja seperti ada hubungan diantara mereka. Pikir Suga kemana-mana, dia menarik kerah kemeja sampai pria itu tercekik dan akhirnya turun dari mobil.
Brumm... kepalan tangan Suga melayang kearah pipi pria yang sudah membantu Bella rambutnya basah karena terkena air hujan tak jauh berbeda dengan Suga.
"Aku papanya, aku berhak menolong putriku yang sedang berjuang antara hidup dan mati. Apa itu salah!" Suaranya meninggi dalam sekejap Suga langsung terdiam dan meminta maaf karena telah salah paham.
Suara sirine ambulance menemani perjalanan mereka kerumah sakit terdekat, Harry masih setia menemani sang putri menggenggam tangannya, sesekali menciumi tangan itu sudah lama sekali Harry melakukan ini, semenjak dia menikah lagi Bella membencinya berpikir jika dirinya telah selingkuh dan menduakan mamanya.
Setelah sampai Bella segera dibawa keruang UGD, Harry membantu suster mendorong brankar, selang infus sudah terpasang sedari tadi, Suga mengikuti mereka dari belakang.
"Mohon maaf bapak tidak bisa masuk kedalam, karena kami akan menangani putri anda," kata seorang suster yang melarang Harry masuk kedalam.
Harry menurut lalu duduk di kursi tunggu yang telah disediakan, rambut dan bajunya basah perlahan air yang meresap dibajunya menetes dilantai, tubuhnya menggigil tapi tak pernah dia hiraukan. Suga duduk disebelah Harry memandang lurus kedepan tak menatap pria yang berada disebelahnya.
"Kau terluka, kau juga harus mendapatkan perawatan?" kata Harry melihat ada sedikit luka goresan di pelipisnya ditambah kakinya yang pincang.
"Aku tidak papa," jawab Suga seadanya.
"Bagaimana kau menjalani hidupmu dimasa depan, jika sakit pun tidak mau diobati," nasehat Harry dia lalu berdiri dari duduknya berniat akan menunaikan salat subuh. karena pakaian yang dia pakai mungkin dia akan meminjam sarung yang sudah tersedia di mushola rumah sakit.
***
Bella masih terbaring lemah ruangan dengan aroma obat paling tidak dia sukai, seorang dokter sedang memeriksa kondisinya saat ini.
"Suster jangan lupa cek terus cairan infusnya tubuh pasien begitu lemah," titah sang dokter pada seorang wanita yang memakai seragam perawat.
__ADS_1
Tuuut....! jantung Bella melemah untuk beberapa saat. Dokter akan memindahkannya keruang ICU, melihat Bella dibawa keluar Suga langsung berdiri menghampiri sang dokter.
"Dokter ada apa dengannya? apa dia baik-baik saja? tolong katakan yang sejujurnya padaku," cerca suga