Menikahi Tuan Pangsit Rebus

Menikahi Tuan Pangsit Rebus
Cinta baru atau masalah baru??


__ADS_3

Hampir tiga bulan Jimin pergi dari rumah diutus Suga untuk mengurus proyek pembangunan Danau cinta di Sulawesi.


Dia berhasil tetap bertahan dan memulai kehidupannya dengan baik, walaupun ia belum bisa melupakan Bella seorang wanita yang berhasil mencuri hatinya tapi ia juga menorehkan luka dengan caranya menikahi kakak tertuanya.


Jimin melajukan mobilnya menambah kecepatan mobilnya, ia menuju sebuah apartemen tempatnya tinggal selama tiga bulan lalu.


Lampu merah didepannya memaksanya agar segera menghentikan mobilnya sejenak, malam pukul satu dini hari, Jimin baru pulang dari sebuah bar.


Mencari hiburan adalah jalan ninja agar tidak sedih berlarut-larut, Jimin mendengus kesal jaket yang ia kenakan meninggalkan aroma parfum wanita yang cukup menyengat.


Itu karena wanita yang mendekatinya pada saat berada di bar, berusaha menggodanya dan mereka juga dengan suka rela melayani Jimin tanpa harus dibayar sepeser pun.


Tapi sayang Jimin bukanlah pria mesum dia tidak akan pernah merusak wanita, handphone disaku celananya berdering tanpa pikir panjang ia segera mengangkat panggilan dari kakaknya Dylan.


Aku bukan pria mesum yang merusak wanita, jadi berhenti mengajariku untuk meniduri wanita di bar. sahut jimin dari sambungan teleponnya.


Kalau kak Dylan masih bermain dengan wanita lain akan aku adukan kepada kak Thania hahaha, sambungnya lagi.


Karena kesal dengan adiknya Dylan memutuskan sambungan teleponnya, Secara sepihak.


Ditempat lain Dylan menarik napasnya berat, ia mengakui bahwa adik bungsunya adalah pria yang baik sebelas dua belas dengan kakak tertuanya Suga.


Tapi karena Suga tidak dekat dengan wanita manapun akhirnya nyonya Dinar menjodohkan Suga dengan Bella.


Wanita itu sangat khawatir jika Suga tidak menyukai wanita.


Setelah empat puluh lima menit mengemudikan mobil akhirnya Jimin telah sampai disebuah apartemen.


Kepalanya berat karena ia meminum wine tadi pada saat di bar, baru saja menekan tombol sandi pintu apartemen, ia dikejutkan dengan teriakan seorang wanita.


"Please siapapun tolong aku!!"


Wanita itu berlari menghampiri Jimin dan dibelakang wanita itu ada pria yang mengejarnya dari belakang.

__ADS_1


wanita itu bersembunyi dibelakang Jimin ia sangat ketakutan," Kemarilah, aku kekasihnya kau tidak perlu ikut campur itu bukan urusanmu!" Pria yang memakai tindik dan tato dilehernya menarik wanita yang bersembunyi dibelakang Jimin.


"Bohong, kami sudah putus. Please tolong aku dia sering memukulkan."


"Pergilah dari sini, kau jangan pernah bertemu lagi dengan pria itu dia tidak pantas menjadi kekasihmu."


Wanita itu masih ragu untuk meninggalkan Jimin dan juga mantan kekasihnya.


"Shen You berani kau pergi dari sini aku tidak akan mengampunimu!!" Ujar pria itu geram tangannya terkepal kuat, siap untuk memberikan pukulan.


Shen Yu pun berlari meninggalkan mereka mencari bantuan, kepada scurity keamanan di apartemen ini.


"Bajing*n! kau berani ikut campur urusanku. Aku akan mematahkan tulang- tulangku!!"


Jimin menarik kerah kemejanya kuat-kuat, lalu mendorongnya sampai ia terhuyung menabrak tembok.


Pria yang seumuran dengan Jimin itu pun bangkit, sorot matanya penuh dengan kekesalan dan juga amarah.


Ia menyeringai, lalu beralih menghajar jimin sampai tersungkur di lantai, dengan leluasa pria itu menghajar jimin.


Alvino pria yang telah menjadi kekasihnya selama lima tahun terakhir, hubungan mereka tidak sehat karena Alvino sering memukul Shen Yu gadis blasteran Cina dan Indonesia.


Shen Yu baru menyelesaikan pendidikannya di negri kelahiran sang ayah, Beijing university terbaik di Asia.


Dia juga Putri dari pengusaha Yuan group, yang bergerak di bidang interior seperti, hotel Yuan group, mall Yuan group. Selain bergerak di bidang interior Yuan group juga memiliki perkebunan kelapa sawit seluas seratus hektar ditambah lagi dengan pertambangan.


Kedua pembisnis Cina dan Indonesia bersatu, kakek Shen Yu menjodohkan ayahnya dengan pengusaha asal Indonesia yang memiliki Putri.


mereka bersatu menambah kekuatan mereka didunia bisnis, Shen Yu adalah gadis yang manja, sejak kecil orang tuanya selalu memanjakannya.


Dengan fasilitas yang tersedia, sebuah mobil dan juga transferan setiap bulannya tidak terhitung nominal yang wajar.


Scurity berlari menghampiri Alvino yang masih menghajar jimin, keduanya melerai pertikaian mereka yang tidak seimbang.

__ADS_1


Shen Yu akan melaporkan mantan kekasihnya ke pihak yang berwajib, sekarang ia sadar kenapa kedua orang tuanya tidak merestui hubungan mereka, sampai detik ini juga.


Walaupun Shen Yu terus meyakinkan mereka dan mengancam akan menikah secara diam-diam, tapi sekarang ia sadar ia lebih memilih menerima seseorang yang akan dijodohkan orang tuanya, dia tidak akan kembali lagi melanjutkan hubungannya dengan Alvino.


Jimin sudah tidak sadarkan diri, dengan luka hampir memenuhi seluruh wajahnya.


Shen Yu menunggu didepan ruang UGD, ia berjalan kesana-kemari tak tenang. Sembari menggigit kuku ibu jari tangannya.


handphone yang berada digenggamnya bergetar, ia segera mengangkat panggilan itu, ia akan meminta maaf karena telah kabur dari rumah.


Mamy... Maaf Shen Yu, tidak mendengarkan perkataan Mamy dan juga Dady. Alvino, bukanlah orang yang baik. Aku menyesal. Ucapnya dari sambungan telepon dengan penuh penyesalan.


Shen Yu akan menerima perjodohan dengan pria pilihan Mamy.


Aku akan segera pulang, minggu depan Shen Yu pulang, bye Mamy. Ucapnya sebelum menutup panggilannya.


Keadaan Jimin tidak separah yang Shen Yu bayangkan, ia sudah dipindahkan ke ruang rawat VVIP.


Kenapa kau melakukan hal konyol seperti ini, ikut campur urusan orang lain sampai kau terluka demi menyelamatkan seorang wanita, yang bahkan kau tidak mengenalnya sama sekali. Rutuk Jimin pada dirinya sendiri karena itu merasa sangat bodoh.


Tenggorokannya kering, mungkin karena efek dia pingsan cukup lama, tangannya terulur meraih gelas berisi air putih diatas meja.


Ia sudah menyentuhnya tapi sayang tangannya tidak sampai karena gelas itu terletak diujung jauh dari tempat tidur.


Jimin tidak menyerah, pandangannya fokus kearah gelas yang perlahan mendekat.


"Kau mau minum?" tanya Shen Yu yang tiba-tiba datang, lalu mengambil gelas itu.


Ia menoleh kearah sumber suara, ia menatap Shen Yu datar," Aku Shen Yu, terima kasih karena kemarin kau telah menolongku dari pria bajing* n itu," tangannya terangkat meraih sedotan didalam gelas.


Jimin memandangi Shen Yu dari atas sampai bawah, tidak melewatkan satu Senti pun.


"Dasar mesum, dengan caramu memandangku seperti ini sama saja kau menelanjangiku dengan pandanganmu."

__ADS_1


Jimin terkekeh dia tidak sadar jika sedang mengamati Shen Yu sampai begitu teliti, ia tersenyum kikuk sudah dua orang yang menganggapnya mesum.


Shen Yu memberikan gelas itu kepada Jimin, tangannya terulur menerima pemberian dari Shen Yu.


__ADS_2