Menikahi Tuan Pangsit Rebus

Menikahi Tuan Pangsit Rebus
Ciuman pertama [ Aku tidak perduli kau telah memiliki kekasih atau tidak!]


__ADS_3

HAPPY READING


Hay .. terima kasih buat yang udah mampir, jangan lupa tinggalkan jejak. Terima kasih kawan.😊🤗


Sekertaris Hobi menjemput Bella dirumah nyonya Dinar, sejak dua hari lalu Bella sudah bekerja kembali, kondisinya sudah membaik apa lagi dengan keadaan nyonya Dinar saat ini sedang sakit.


Sekertaris Hobi mengatakan jika tuan muda sedang ada acara dan Bella harus mendampingi pria dingin itu, pukul enam tadi Bella sudah diberi tahu tentang hal ini, Hobi menyuruhnya untuk segera bersiap-siap sejak dua jam lalu, Bella dibantu oleh pelayan dan juga makeup artis tanah air.


Malam ini Bella terlihat begitu berbeda menggunakan sebuah dress berwarna putih dan makeup natural, dia sengaja tidak memakai parfum karena Suga tidak menyukai gadis yang menggunakan parfum, Suga lebih suka aroma body lotion atau aroma alami yang dimiliki setiap orang.



Sekertaris Hobi sudah menunggunya diluar, setelah menyadari kehadiran Bella pria yang selalu terlihat bahagia itu membukakan pintu mobil di sebelah kursi kemudi.


Bella segera duduk dan memakai sabuk pengamannya, demi keselamatan. Disusul sekertaris Hobi segera duduk lalu memakai sabuk pengamannya. Jarinya sibuk mengetik pesan yang akan dia kirim pada seseorang yang tidak Bella ketahui siapa.


Pria disampingnya segera menginjak pedal gas melajukan mobilnya," Sekertaris Hobi, bisakah kau beri tahu sebenarnya kita mau kemana?" Bella memandang pria disampingnya yang tengah fokus mengemudi, dia menoleh kearahnya lalu tersenyum," Maaf Nona, tuan muda menyuruhku agar tidak memberi tahu apapun."


"Bagaimana jika nanti aku traktir, aku tahu tempat makan yang enak dan juga bersih," bujuk Bella.


"Hahaha, apa Nona berusaha menyogok dengan traktiran? aku masih menyayangi pekerjaanku, maaf nona aku tidak bisa membantumu."

__ADS_1


"Maaf aku lupa, kau bisa membeli semua yang kau mau, aku salah seharusnya tidak menawari traktiran padamu," Bella kecewa tidak ada informasi apapun yang dia dapat, dari sekertaris Hobi pria ini begitu setia pada tuannya.


Apa yang telah tuan pangsit rebus dilakukan? sampai sekertaris Hobi begitu patuh padanya? pikir Bella .


"Nona kita sudah sampai, tuan berada didalam. Aku hanya mengantarmu sampai disini, selamat malam," Hobi keluar dari mobil lalu membukakan pintu mobil disisi kiri tempat Bella duduk, Bella segera turun dari mobil dadanya bergemuruh begitu pula dengan jantungnya yang ikut berirama.


Menarik napas panjang, dengan ragu tapi Bella tetap melangkah maju menuju pintu utama sebuah restoran yang terlihat begitu sepi tanpa pengunjung. Bella berpikir apa salah tempat, kata sekertaris Hobi dirinya dan tuan muda akan menghadiri acara, tapi tempat ini begitu sepi, disebuah parkiran hanya ada satu mobil Lamborghini berwarna merah, Bella membaca dan mengingat plat nomor kendaraan didepannya ternyata memang benar ini adalah mobil milik tuannya.


Bella menggeser pintu yang sengaja didesain silinder, dengan langkah gontai dia masuk kedalam ruangan. Pandangannya menyapu seluruh ruangan, hanya ada satu meja disana dan dua kursi yang saling berhadapan. Diatas meja ada lilin yang menambah romantik, Bella tidak bisa benar-benar melihat keadaan ruangan ini karena pencahayaan sangat minim hanya ada satu lampu berwarna kuning yang menyala, selebihnya dibiarkan mati mungkin pemilik restoran sedang berhemat listrik pikirnya.


Bella mendekat kearah meja, ada sesuatu yang membuatnya penasaran, pandangannya lurus tertuju kesebuah benda kota kecil berwarna biru. Bella mengambilnya lalu membukanya dengan hati-hati.


Cincin berwarna putih mengkilap terlihat jelas diruangan itu, cincin berbentuk kupu-kupu kecil diatasnya terlihat begitu indah, didalamnya terdapat ukiran nama sang pemilik, Bella.


"Cincin ini milikku?" Bella bermonolog dengan senang hati Bella memakai," Pas, wah.. Bagaimana mungkin bisa sesuai dengan jariku?" Setelah tersadar kenapa dia ceroboh langsung memakai cincin itu bahkan dia tidak tahu siapa pemiliknya.


"Menikahlah denganku!" ucap seorang pria dengan nada datarnya.


Bella segera berbalik, ke sumber suara itu berada, kedua alisnya bertautan, dadanya terasa begitu sesak karena jantung memompa lebih cepat dari biasanya.


"Menikahlah denganku! aku akan memberikan apapun yang kau mau," Suga mendekati Bella jaraknya hanya beberapa senti, jemari lentiknya mulus putih bersih itu menggulung rambut Bella ditambah lagi Senyuman smirk dan tatapan matanya sulit diartikan.

__ADS_1


"Tuan, aku tidak bisa menikah denganmu," Bella menjawab walaupun lidahnya kilu, tapi dia harus mengatakan sesuatu iya atau tidak, lalu menunduk.


"Kenapa? kau sudah punya kekasih? sehebat apa kekasihmu sampai kau berani menolak permintaanku!" pekik Suga merasa diremehkan, oleh seorang wanita. Padahal dia yang selalu ditakuti oleh lawan bisnisnya.


Bella terkekeh lalu menengadahkan kepalanya memberanikan diri untuk melihat Suga yang berada dihadapannya," Baiklah, tapi aku rasa kau tidak bisa jalan lagi setelah keluar dari tempat ini. Kau tahu disini hanya ada kita berdua dan dilantai dua ada sebuah kamar, apa kau tahu apa yang akan dilakukan pria dan wanita berada dikamar berdua?" Senyumnya menyeringai tatapan matanya yang sulit diartikan, marah atau dia sedang menginginkan sesuatu.


Dasar otak mesum, kenapa kau begitu menakutkan haaa! bukankah kau tidak berselera dengan gadis krempeng sepertiku, huh jangan lakukan sesuatu aku mohon. pikiran- pikiran buruk mulai bermunculan. Otak kecilnya treveling liar tak bisa dikendalikan.


"Jawab iya, atau kau akan menyesal. Aku bisa saja membuatmu tidak bisa lari dariku, kau tahu aku bisa melakukan segalanya. Tapi jangan berpikir itu karena aku mencintaimu, ini semua demi ibu."


Suga membasahi bibirnya, jarak mereka begitu dekat, Bella hanya bisa duduk di kursi. Suga mengunci pergerakannya, aroma mint menyegarkan, deru napas Suga yang tak beraturan. Lagi-lagi dia membasahi bibirnya, menatap bibir mungil Bella, Suga mencondongkan tubuhnya, hidung mereka saling bersentuhan. secepat kilat Suga mencium bibir itu secara rakus.


Sampai menit ke lima Suga menghentikan aksinya karena Bella sampai tidak bisa bernapas karena ulahnya," Bernapas bodoh, apa ini yang pertama?" karena Bella hanya diam tidak membalas ciuman Suga.


Bella menunduk bahunya bergetar hebat, dia terisak mendalam, tanpa sopan santun tuan pangsit rebus itu merampas ciuman pertamanya," Maafkan aku, aku tidak tau dengan hal itu," ucap Suga yang tiba-tiba merasa bersalah tapi tidak berselang lama jiwa arogan yang ada pada diri Suga muncul kembali.


"Tapi aku menanti jawabanmu, cepatlah berkata iya aku benci penolakan," sambung Suga kekeh dengan pendiriannya.


"Aku sudah memiliki kekasih, aku tidak bisa menikah dengan orang lain," jawab Bella berbohong, berharap jika jawabannya akan membantunya keluar dari tempat ini.


"Oohh," dia mendesah," Aku tidak perduli kau sudah punya kekasih atau tidak, sudahku bilang aku tidak suka dibantah kau tau itu, aku tidak akan merusakmu malam ini. Karena ibu tidak pernah mendidik ku seperti itu!"

__ADS_1


__ADS_2