
Pagi ini Bella sedang memporak-porandakan kopernya ia mencari syal atau baju kerah yang mampu menutupi lehernya.
"Apa yang kau lakukan?" Tanya Suga yang baru saja keluar dari kamar mandi sembari mengeringkan rambutnya yang masih basah.
"Aku sedang mencari syal apa aku tidak memiliki syal satupun," Tangannya masih sibuk membongkar semua barang-barang yang sudah tertata rapi didalam koper.
"Apa kau sedang tidak enak badan, cuaca hari ini sangat panas apa kau tidak merasa kepanasan jika memakai syal."
Bella berdiri dihadapan Suga dia menunjukkan tanda merah dilehernya. Dengan raut wajah datarnya.
"Hahaha, itu adalah stempel tanda kepemilikan. Kenapa harus ditutupi." Suga menyingkap rambut Bella lalu mendekatkan wajahnya dileher jenjang istrinya. Hembusan nafas halus mampu membuat Bella merinding.
"Aku tidak mau menjadi pusat perhatian nantinya. Bagaimana jika mama melihat ini aku sangat malu." Protes Bella pada Suga yang hanya tertawa dengan puas karena melihat ekspresi Bella yang malu-malu dan canggung.
Sepertinya Suga sangat ingin mengulangi malam panas yang baru berlalu beberapa jam yang lalu. Masih teringat bagaimana indahnya lekuk tubuh istrinya.
"Mama, akan merasa senang melihat ini karena dirumah akan ada anak-anak yang imut dan menggemaskan. Aku sangat menginginkan anak kembar jadi kau tidak boleh merasa stress atau terlalu lelah.
"Anak kembar, bagaimana cara merawat mereka aku bisa keteteran mengurus mereka sendirian."
"Aku akan menyediakan baby sitter untuk merawat anak kita."Suga mencondongkan tubuhnya lalu memeluk istrinya dari belakang dan melingkarkan tangannya di pinggang ramping Bella.
"Selamat datang baby twins kalian akan segera hadir."
...----------------...
Jakarta pukul 00:00 para pelayan masih terjaga walaupun sesekali menguap karena kantuk melanda.
Semua mereka lakukan hanya demi beberapa lembar rupiah yang masuk kedalam rekening mereka pribadi.
Suga turun dari mobil setelah dibukakan pintu oleh pelayan, disusul oleh Bella.
"Selamat malam Bu." Menyapa seorang wanita paruh baya yang sudah dari tadi menunggu putra sulung beserta menantunya pulang setelah bulan madu.
"Selamat malam juga Suga." Ia memeluk tubuh tinggi putranya. Baru pertama kali selama dua puluh lima tahun hidup bersama suga ia benar-benar melihat putranya sebahagia sekarang.
"Apa kabar ibu." Disusul oleh Bella yang berdiri dibelakang Suga.
__ADS_1
"Kabar ibu baik. Bagaimana honey moon kalian berjalan lancar?"
"La-lancar Bu." Bella tersenyum malu-malu dan terasa sangat canggung saat ibu tak sengaja mencuri pandang melihat leher Bella yang penuh dengan tanda kepemilikan. Sangat banyak bahkan terlihat seperti orang yang habis dipukuli.
"Baiklah kalau begitu. Cepat masuk dan beristirahat ibu tau pasti kalian sangat lelah. Bella tolong jaga dirimu baik-baik kau tidak boleh terlalu stress dan juga kelelahan, dan semoga cepat berhasil." Ucapan seraya merangkul putra dan anak menantunya yang sudah dianggap seperti anak perempuan sendiri.
"Ibu, dimana Taehyung dan Jimin apa mereka membiarkanmu sendirian dirumah?" Tanya Suga yang sedari tadi tidak melihat kedua adiknya.
"Taehyung sedang ada pekerjaan di Paris sekitar tiga bulan lagi dia pulang, sedang Jimin dia akan segera pulang dari Bangkok kalau tidak salah besok dia sudah kembali kerumah ini." Jelasnya panjang lebar entah kenapa ketika mendengar nama Jimin jantung Bella masih berdegup sangat kencang, seperti ada kerinduan yang tersembunyi didasar hatinya.
"Ohh, baiklah ibu kalau begitu kami istirahat dulu." pamit Suga kepada ibu, mereka berdua segera menuju kamar mereka dilantai tiga disusul para pelayan yang sedang membawa beberapa koper besar yang Mereka bawa dari luar negeri.
Setelah memasuki kamar Bella memerintahkan pelayan untuk segera beristirahat karena hari sudah menjelang pagi. Dan Bella membiarkan kopernya tertutup rapi besok ia akan mengurus barang- barangnya sendiri.
"Tolong siapkan air hangat aku ingin mandi." Titah Suga dia segera menanggalkan kemejanya lalu dilempar ditempat tidur.
"Iya, aku akan menyiapkan semuanya."
Sementara menunggu Suga menunggu ditempat tidur seraya memainkan ponselnya.
"Mas,,, airnya sudah siap." Teriak Bella dari dalam kamar mandi tidak terlalu jelas tapi Suga memiliki kelebihan pendengaran yang jernih.
Menarik tangan Bella ke bawah shower. Suga memojokkan istrinya ditembok kamar mandi lalu mengunci pergerakan.
Kedua matanya bertemu Suga mulai menciumi bibir istrinya lembut. Pandangannya turun melihat buah dada sudah terlihat jelas karena pakaian yang dikenakan Bella basah.
Apa yang ingin kau lakukan, jangan bilang kau menginginkannya sekarang. Bagaimana caranya aku bilang kalau sedang tanggal merah apa dia akan marah, hah bagaimana jika dia marah. Pikir Bella.
"Sayang ap-apa yang ingin kau lakukan?" tanya Bella terbata.
"Aku hanya ingin memberimu nafkah batin." Jawab Suga yang mulai tak terkendali.
"Aa, sayang maafkan aku."
Suga menatap bingung istrinya buat apa dia minta maaf sedang setahunya Bella tidak salah apa- apa.
"Humm."
__ADS_1
Kembali menciumi leher jenjang istrinya seraya meninggalkan bekas kecupan disana.
"Kamu pengen?"
Suga menatap Bella dengan tatapan dalam lalu mengangguk.
"Aku minta maaf. Jangan sekarang ya aku lagi tanggal merah kita tidak boleh melakukannya."
Wajah Suga berubah pias bagaimana mungkin nafsu sudah menguasai dirinya saat ini.
"Aku tidak perduli, mau kau sedang datang bulan atau tidak."
"Sayang kita tidak bisa melakukannya aku mohon."
"Kenapa,,, apa kau merasa sakit sekarang?"
Bella membatu bagaimana cara menjelaskannya pada Suga. Menolaknya sementara demi kebaikan mereka.
"Baiklah, kau mandi dulu dan pakai kembali bajumu." Kekecewaan tidak bisa disembunyikan dari wajah pria bermata sipit itu .
Suga keluar dari kamar mandi menunggu Bella selesai mandi, jika ia tetap didalam Suga tidak akan kuat melihat tubuh istrinya yang hampir tercetak jelas dibawah guyuran shower.
"Hah, kenapa wanita itu sangat merepotkan. Kenapa harus ada tanggal merah." Rutuk Suga yang menahan kuat keinginannya.
...----------------...
Jam makan malam telah tiba Bella turun dari kamarnya menuju ruang makan, Suga sudah turun lebih dulu tak biasanya seperti itu biasanya Suga selalu menunggu istrinya.
Setelah melihat kehadiran Bella pelayanan lalu menarik kursi disebelah Suga dan mempersilahkan Bella segera duduk.
Suga melirik istrinya yang hanya memakai dress polos berwarna putih diatas lutut dan rambutnya yang setengah basah dan wangi khas body wash favoritnya.
Suga mengangkat piring dan gelasnya lalu pindah disebelah ibunya.
"Ada apa Suga, apa kalian sedang ada masalah?" Tanya nyonya besar penghuni rumah.
"Tidak Bu, kami tidak ada masalah." Jawabnya singkat lalu kembali menyuapkan nasi kedalam mulutnya.
__ADS_1
"Bella,,, katakan pada ibu apa kalian sedang bertengkar, kenapa Suga menghindar?"