Menikahi Tuan Pangsit Rebus

Menikahi Tuan Pangsit Rebus
Hanya ikhlas yang bisa saya lakukan saat ini.


__ADS_3

Tiga bulan kemudian sebuah acara pernikahan digelar disalah satu hotel ternama di ibu kota, gedung yang sudah disain sedemikian rupa, dengan nuansa serba putih, Bella berada dikamar pengantin dengan aroma bunga melati, kini ia telah selesai dimake up segera menuju pelaminan, Suga sudah berada disana menunggu calon isterinya.


Dan mama tirinya sekarang sudah tidak membenci Bella bahkan dia memperlakukan Bella dengan sangat baik, karena sebentar lagi akan menjadi isteri tuan Suga seorang miliarder muda, dengan bangga akan memamerkan bertapa hebat menantu idamannya. Dan hidup mereka sudah terjamin karena Suga telah berjanji akan memenuhi segala kebutuhan keluarga Bella. Suga juga berjanji akan membantu papa mertuanya untuk membangun usaha lagi.


"Terima kasih Bella, ini semua karena pengorbanan yang berarti, kau sudah menyelamatkan kami dari kemiskinan dan terbebas dari hutang- hutang. Ini semua karena mu," wanita itu memeluk Bella erat.


"Aku lakukan ini hanya untuk papa agar bisa membangun bisnisnya lagi, agar kau tidak bisa menghina papaku lagi dan demi Daisy. Bukan demi dirimu!" pungkasnya seraya melepaskan pelukan yang membuatnya risih.


"Kenapa sayang... Mama hanya ingin memeluk anak mama sebentar lagi mau menikah apa itu salah?" dengan nada yang dibuat-buat, terdengar seperti bidadari tapi sangat membuat Bella muak dengan sikapnya selama ini.


"Bella..." ucap pak Harry pelan, tapi itu sudah menjadi isyarat agar Bella tidak berkata apa-apa lagi.


Cih, papa selalu saja membela wanita ini, kenapa si pa, bahkan dulu mama sakit gara-gara papa selingkuh, sampai mama meninggal papa tetep nggak perduli dimana hati papa selama ini, dimana papa yang dulu yang selalu menyayangi aku dan juga mama. hatinya terasa sakit jika mengingat waktu itu, mamanya yang selalu menangis malam-malam didapur karena ulah papanya.


Pernikahan ini karena tuan pangsit rebus yang sudah berhasil merayu calon ibu mertuanya yang haus akan kemewahan, Ayah. Jangan tanyakan dia, tidak mungkin beliau bisa membantu Bella dia sendiri saja takut dengan isterinya.


Semua tamu undangan telah hadir, suasana rona kebahagiaan memenuhi ruangan hampir setiap orang tersenyum bahagia tidak buat Jimin, pria yang duduk dibelakang kakaknya hanya menunduk dalam, menyembunyikan wajahnya yang begitu menyedihkan, dadanya yang terasa sesak, tapi Jimin berusaha menghormati pernikahan kakak tertuanya, dia tetap hadir menyaksikan kakaknya Menikahi gadis yang Jimin cinta.


Jimin berulang kali menghapus air matanya yang terus saja jatuh, Dylan menepuk-nepuk bahu Jimin dia tahu betul perasaan adik bungsunya walaupun belum pernah merasakan hal itu, Thania kekasih Dylan yang duduk disebelahnya juga memberikan semangat untuk Jimin karena sebentar lagi ijab Kabul akan segera dimulai.

__ADS_1


Dengan diiringi gamelan pengantin wanita yang didampingi kedua orang tuanya melangkahkan kakinya perlahan, menemui Suga yang tengah duduk diantara saksi, bapak penghulu dan juga tamu yang telah diundang. Langkah kaki Bella terasa berat tatapan matanya fokus pada pria yang duduk dibelakang Suga, yang terus saja menunduk.


Tuan Jimin, benarkah itu kamu? kenapa kau baru muncul setelah sekian lama menghilang, apa kau sedih aku menikah dengan Suga, jika saja yang duduk didepan penghulu itu kamu aku akan merasa sangat bahagia, wanita yang paling beruntung di dunia ini, tapi sayang itu hanya sebuah imajinasi ku saja, bahkan kau juga tidak mencintaiku kan? Batin Bella dadanya bergemuruh, jantungnya memompa lebih cepat dan kakinya juga ikut andil dalam hal ini, tidak mau diajak kompromi untuk melangkah saja terasa begitu berat.


Pak Harry memandang wajah putrinya yang terlihat pucat dan keringat dingin membasahi tangannya, dia adalah seorang ayah tahu betul apa yang tengah dirasakan putrinya, dia mengusap bahu Bella lalu menunjukkan senyumnya yang mampu memberikan kekuatan untuk Bella.


"Bella.. senyum semua orang melihat kamu, jangan bikin mertuamu malu, Suga telah memberikan banyak uang untuk keluarga kita, lakukanlah demi kami," ucap mama tirinya berbisik pelan ditelinga Bella.


Bella segera duduk disamping Suga, dia terlihat datar tidak menampakkan ketegangan sedikitpun, toh pernikahan ini tidak penting, Suga melirik Bella sekejap pipinya langsung memerah sampai telinga.


Cih, kenapa dia jelek sekali, kampungan. Gumamnya logikanya meronta-ronta menghina Bella berbeda dengan hatinya didalam lubuk hati yang paling dalam Suga kagum melihat Bella yang begitu cantik mengenakan kebaya.


Setelah mendengarkan hibah nikah dan bacaan ayat suci Alquran, dengan seluruh nafas dan detak jantung yang memburu, Suga menjabat tangan ayah mertuanya dan berkata dengan tenang .


Kemudian sang penghulu menjawab," Sah!!!"


"Sah!!!!" sahut semua tamu undangan mereka mengucap syukur.


Tiba saatnya Bella mencium tangan Suga untuk yang pertama kalinya, menghormati suaminya saat ini, Suga mencondongkan tubuhnya lalu mencium kening Bella dengan mesra.

__ADS_1


Drrrrt.... Jimin berdiri dari tempat duduknya, dadanya bergemuruh seperti jantung yang telah berpindah dari tempatnya.


"Selamat kau sudah menjadi nyonya Suga, jangan membuatku malu didepan tamu undangan dan aku juga tidak akan memperkenalkanmu di media bahwa kau adalah isteri Tuan Suga Surya jaya purnama," bisik Suga, seperti belati yang menusuk hati Bella.


Tuan pangsit rebus, aku bukanlah orang yang lemah, jika kau mengira aku menyukaimu itu salah besar. Selamanya aku tidak akan pernah mencintai pria sepertimu! batin Bella, dia menoleh kebelakang mencari keberadaan Jimin yang tadi duduk di belakang Suga tapi kini Bella tidak menemukan keberadaan Jimin disana.


"Hanya ikhlas yang bisa saya lakukan saat ini," sindir seorang gadis sekitar yang berumur sembilan belasan tahun mengenakan kebaya membentuk tubuh indahnya dan sepatu high heels berwarna krem sesuai dengan warna kulitnya.


"Aku tahu kau mencintai kakakku, tapi sekarang dia sudah menikah jadi tidak ada salahnya kalau kita saling mengenal."


"Siapa kau? aku tidak mengenalmu, pergilah aku tidak butuh kehadiranmu!" Usir Jimin, saat ini dia sama sekali tidak mau diganggu siapapun.


"Aku Clara, adik kak Bella. Senang bertemu denganmu tuan Jimin," sambung Clara seraya mengulurkan tangan ingin berkenalan.


"Oooh, kenapa kalian berbeda, kau sama sekali tidak seperti Bella?" Jimin menatapnya sinis.


"Apa maksudmu, aku jauh lebih baik dari kak Bella, aku lebih cantik, aku lebih pintar dan karierku cemerlang."


"Kau mau melihat orang yang cantik apa adanya?" Tutur Jimin seraya mencari seseorang disekitar mereka.

__ADS_1


"Mana? aku tidak melihatnya?"


"Kau tidak bisa melihatnya, karena itu bukan kau, pergilah sebelum aku memakan mu, aku benar-benar sedang marah."


__ADS_2