
💜💜💜 HAPPY READING 💜💜💜
Semenjak kejadian waktu itu di taman bersama Bella, nyonya Dinar kembali jatuh sakit, tapi tidak separah dulu, tidak perlu dirujuk ke Jepang untuk pengobatan. Setiap hari dokter datang ke rumah besar itu, untuk membantu nyonya Dinar dalam kesehatan mentalnya yang terganggu.
Pagi hari ini sangat cerah, Surya mentari pagi menghangatkan suasana pagi ini, Suga tengah duduk ditepi ranjang, menarik sudut bibirnya, lalu mencium tangan ibunya.
Perempuan itu masih terlelap dalam tidurnya karena semalam tidak bisa tidur, dia histeris sampai akhirnya dokter terpaksa menyuntikkan obat penenang, hingga tertidur pulas.
"Aku bisa membelikan ibu, helikopter atau jet pribadi tapi kenapa ibu memintaku untuk menikah dengan gadis itu, gadis yang bukan dari kalangan keluarga terpandang ataupun anak pembisnis agar bisa saling menguntungkan satu sama lain?"
Sudah lama sekali Suga tak pernah mendatangi kamar ibunya, dirinya selalu disibukkan dengan urusan pekerjaan, tapi itu sudah menjadi kewajibannya sebagai anak pertama, bertanggung jawab akan semua hal, keluarga dan juga pekerjaannya dikantor.
Suga bangun dari duduknya, dirinya mencondongkan tubuhnya, memandangi wajah ibunya yang tengah terjaga tanpa polesan makeup apa pun, dia masih terlihat cantik dalam kondisinya seperti ini, Suga akan tetap bekerja di kantor. lalu meminta pelayan untuk menjaga Dinar kedua putranya tidak ada dirumah. Jimin yang berpamitan pergi ke Jepang dua minggu lalu. Sedangkan Dylan berada di Paris untuk menemui kekasihnya.
Sebelum berangkat Suga memerintahkan pelayannya, untuk memberi tahu tentang kondisi ibunya setiap jam, walaupun terlihat acuh tak perduli tapi dia tetaplah menyayangi ibunya.
Pagi ini seperti pagi biasanya dia selalu melewatkan waktu sarapan, sekertaris Hobi sudah berada diluar menunggu sang tuan didalam mobil, dia berpikir mengingat keinginan ibunya untuk menikah dengan Bella.
Dadanya gemuruh entah amarah ataupun sebuah rasa yang mulai ada, jalanan ibu kota pagi ini seperti biasanya padat dipenuhi pengendara lain, hari-hari yang membosankan selalu melakukan rutinitas yang sama disetiap harinya.
"Tuan, apa kau sedang sakit?" sekertaris Hobi menoleh kearah tuannya yang dari tadi hanya diam, terlihat banyak hal yang sedang dia pikirkan.
"Tidak." tanpa menoleh kearah sekertaris nya yang sedang mengemudikan mobil.
__ADS_1
"Baiklah, tuan Dylan akan pulang dua minggu lagi dari Paris."
Suga meraih ponselnya yang berada disaku jas yang dia pakai," Benarkah, dia sama sekali tidak memberi tahuku. Apa ada meeting pagi ini?"
"Iya tuan, sekitar jam delapan nanti ada meeting bersama perusahaan LALISA GROUP, membahas tentang kerja sama mengenai proyek pembangunan Danau cinta di Sulawesi tengah, apakah tuan akan mengirim tuan Jimin untuk mengurus proyek pembangunan ini?"
"Iya, aku akan mengirim Jimin untuk mengurus proyek ini, aku percaya Jimin bisa diandalkan." Suga melihat akun resmi dari LALISA GROUP ternyata tuan Leo sudah menyerahkan perusahaannya untuk putri semata wayangnya yang baru saja menyelesaikan pendidikannya di Jerman.
Sekertaris Hobi melirik sekilas dan melihat foto seorang wanita yang dia jadikan profil untuk akun Instagram pribadinya, unggahannya hanya tentang fashion, makeup, banyak fotonya yang diambil dengan latar universitas tempatnya menuntut ilmu, kopi dan buku satu lagi gadis itu sangat menyukai hujan, seumuran dengan Jimin.
"Kimberly." Alisnya bertaut bibirnya terkatup rapat, terus memandangi foto dari layar ponselnya.
"Kimberly, Putri semata wayang tuan Leo semua hak waris jatuh ke tangannya karena dialah satu-satunya pewaris semua aset yang dimiliki LALISA GROUP. Perusahaan makeup terbesar di Asia, selain berkembang dalam bidang makeup mereka juga menekuni bidang lain dan selalu sukses, LALISA GROUP juga bergerak di bidang fashion, interior, pertambangan, perkebunan kelapa sawit, hotel mall dan juga restoran diberbagai negara." Sekertaris Hobi menjelaskan, sudah lama dirinya mencari informasi tentang LALISA GROUP.
"Mereka bagaikan singa yang menguasai dalam dunia bisnis, jika saja Putri tuan Leo menikah dengan tuan Jimin , akan banyak mengalami keuntungan di dua belah pihak hahaha. Maafkan aku tuan aku bercanda," Ucap sekertaris Hobi karena langsung mendapat tatapan tajam dari Tuannya.
"Itu sudah menjadi hal yang lumrah menjodohkan putri mereka dengan anak rekan bisnisnya," Dia meletakkan ponselnya meraih botol kopi instan yang berada didekatnya, lalu segera membuka dan meneguk pelan.
"Aku akan menjodohkan Jimin dengan Kimberly."
"Hahaha, benarkah?" dia bertanya dengan antusias hanya dibalas anggukan kepala oleh Suga sebagai jawaban.
"Aku akan menikahi Bella," ujarnya dengan wajah datarnya, dia menoleh ke arah sekertaris Hobi.
__ADS_1
"Apa ada yang harus saya kerjakan?" Hobi selalu berjaga-jaga, tuan mudanya ini lebih suka dimengerti walaupun dia tidak bisa mengerti orang lain.
"Kau urus semuanya segala keperluan pernikahan kami." Titah sang empu dia begitu yakin dengan kata-katanya, bahwa Bella akan menerima permintaan Suga untuk menjadi isterinya.
Kau cukup percaya diri tuan, tapi itulah kau, tidak suka penolakan. Batin Hobi lalu kembali fokus mengemudi.
***
Siang berganti malam, rembulan telah menyinari bumi malam ini, bintang-bintang menghiasi alam semesta, Seorang pria berwajah imut tapi memiliki badan atletis, baru saja dia menyelesaikan kegiatannya dikamar mandi. Jimin keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk yang menutupi tubuh bagian bawahnya.
Jimin berjalan mencari alat pengering rambut yang kemarin dia pakai, berkeliling pandangannya menyapu ruangan kamar hotel tempatnya menginap. Setelah frustasi mencarinya tidak ketemu ia memilih untuk mencari baju yang akan dia kenakan.
Kaos oblong polos berwarna putih kebesaran dan celana pendek berwarna hitam, terlihat jelas bayangan dirinya dipantulan cermin, masih ada bekas jahitan di perutnya, kadang masih terasa perih diarea jahitan.
Jimin merebahkan tubuhnya ditempat tidur yang tidak dia bersihkan selama dua minggu, dirinya tidak suka jika ada orang asing yang masuk kedalam kamarnya. Jimin tipe orang yang selalu wangi walaupun tidak mandi tiga hari.
Malam kian larut tapi Jimin tak bisa memejamkan matanya, dadanya terasa sesak, bergemuruh tidak tau harus berbuat apa. Bunga-bunga bermekaran dihati, kalau ia mengingat Bella gadis yang mampu membuatnya tidak mau berpaling ke wanita lain.
Bogoshipo ucapnya, menggunakan bahasa Korea yang berarti aku merindukanmu. setelah kata itu terucap Jimin semakin merindukan Bella.
Keadaannya sudah membaik masa pemulihan cukup singkat tidak ada orang yang mengetahuinya jika Jimin baru menjalani operasi donor ginjal, jika Dylan tau dia orang pertama yang akan sangat marah padanya.
Minggu depan Jimin akan kembali ke Jakarta, sudah beberapa minggu dia mengasingkan diri untuk menjalani pemulihan. Tak sadar ponsel yang berada ditangannya terjatuh, matanya terpejam bibirnya mengantup rapat, dia sudah tertidur.
__ADS_1