Menikahi Tuan Pangsit Rebus

Menikahi Tuan Pangsit Rebus
Malam ke dua tidak terlalu buruk 18+


__ADS_3

**Hai guys... Malam ini aku update, dipart ini banyak hal yang membagongkan. Suga yang sangat liar malam ini. Jangan lupa like and komentar positifnya ya guys biar makin semangat ngetiknya.


💜Happy reading 💜**


Hari pertama menjadi istri tuan pangsit rebus, tadi malam adalah malam pertamanya, tapi ia meninggalkan Bella semalam dan entah pergi kemana. Itu tidak masalah bagi Bella lagipula dirinya tidak memiliki rasa sedikitpun dengan pria berkulit putih pucat itu.


Bruuk... seseorang melemparkan jas diwajah Bella yang tengah tertidur menganga, aroma parfumnya tidak asing di Indra penciuman Bella , ya aroma parfum tuan pangsit rebus dan kenapa Bella berada ditempat ini, Bella terperanjak segera bangkit dari tidur nyenyak dipagi ini.


"Siapa yang menyuruhmu tidur diranjangku?" ucap Pemilik pria berkulit putih itu.


"Nyonya Dinar yang menyuruhku, tuan," kali ini Bella tidak menunduk dengan rasa penuh ketakutan, kini ia enggan untuk mejadi wanita lemah.


"Aku mau mandi!"


Suga segera melepaskan kancing kemejanya satu persatu dalam hitungan detik, braah. Perut donat terpampang jelas dihadapan Bella.


Yaa, apa yang kau lakukan. Kau telah menodai kesucian mataku.


Mendengar hal itu Bella tau apa yang harus dia lakukan, ia segera masuk kedalam kamar mandi. Menyiapkan air hangat didalam beatup dan mengatur kehangatan airnya.


Suga menyusul Bella masuk kedalam kamar mandi, kali ini lebih gila ia hanya mengenakan ****** *****.


Omomo, apa yang kau lakukan. Apa kau sudah tidak punya rasa malu lagi? aku tidak habis pikir kenapa perut itu begitu buncit padahal dia sangat jarang makan. Batin Bella.


"Baik tuan, saya sudah menyiapkan air hangat, handuk dan juga baju rumah anda. Kalau begitu saya keluar dulu."


Suga menatapnya datar, ia menarik napasnya kasar, lalu mencekal lengan Bella," Siapa yang mengizinkanmu keluar?! apa kau tidak mendengar aku ingin mandi!"


Iya- iya aku tahu kau akan mandi, aku sudah menyiapkan air hangat dan keperluan mandi lainnya. Lalu aku harus apa lagi, apa kau ingin aku memandikanku?


Suga berjalan melewati Bella yang masih berdiri diposisinya, pria berkulit putih itu segera membenamkan tubuhnya kedalam beatup.


"Bantu aku mandi!"


Suaranya terdengar samar-samar tidak terlalu jelas, mungkin bukan hanya itu saja Bella masih tidak percaya dengan perkataan Suga.

__ADS_1


"Bantu aku mandi!!" ia mengulangi perkataannya lagi, Bella tersentak karena Suga berteriak.


"Baiklah," jawabnya gugup sedikit berlari mendekati Suga. Dan sialnya lantai yang licin karena terkena air sabun.


Bella mencoba menyeimbangkan tubuhnya agar tidak tergelincir, akan sangat memalukan jika ia jatuh dihadapan pria tidak memiliki empati terhadap orang lain.


Tubuhnya terhuyung melayang di udara sebelum ia jatuh kedalam beatup, terdapat Suga yang sedang berendam di sana tanpa satu helai benangpun.


Bryuuur.... Air didalam beatup tumpah ruah di lantai kamar mandi,"Awww!" teriaknya entah apa yang tidak sengaja tertimpa tubuh Bella yang jatuh ke pelukan Suga," Hay! apa kau sudah gila! kau mau membuatku mati!" pekik Suga seraya meringis kesakitan.


Dasar bodoh kau menimpa aset pribadiku, bagaimana ini sakit sekali. Kalau saja aku dimasa depan tidak bisa memiliki keturunan aku akan menyalahkanmu. Gumam Suga .


"Apa yang kau katakan?" Tanya Bella sembari berdiri lalu menuruni dua tangga yang masih diarea beatup.


Belum sempat menapakkan kedua kakinya, Bella kembali terpeleset lagi dan lagi jatuh ke pelukan Suga. Wajah mereka sangat dekat tidak sengaja Bella menggigit bibir Suga karena kehilangan keseimbangan tubuhnya.


Blushing... Pipinya memerah sampai telinga, detak jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya, Suga terpaku, mereka saling bersitatap.


"Kenapa kau menciumku sangat kasar!" ucapnya spontan, Suga mengusap bibir bawahnya yang berdarah.


Kenapa pipinya memerah sampai telinga, Aaah ini lucu sekali. Apa ini ciuman pertamamu tuan pangsit rebus, hahaha. percayalah menahan tawa itu sangat tidak enak aku seperti ingin kentut.


Sial apa pipiku memerah? ini sangat memalukan, pikir Suga.


"Apa yang lucu? kenapa kau tertawa!"


"Ohh, tidak tuan. Kau sangat lucu pipimu memerah apa ini ciuman pertamamu? jika iya Waah kasihan sekali wanita yang akan menjadi istrimu, hahaha."


"Ciuman pertama atau bukan itu bukan urusanmu bodoh, kau sekarang istriku, aku tidak akan membiarkanmu bahagia dengan pria lain aku tidak akan pernah menceraikan mu."


"Haaa?"


"Iya kau istriku, dan sekarang aku meminta jatah. Kau masih berhutang malam pertama denganku. Tak apa tidak ada malam pertama, malam kedua juga tidak terlalu buruk," ia menyeringai, Suga terlihat sangat menakutkan, membuat nyali Bella yang sudah dibangun setinggi tembok China pun menciut.


"Haa? tidak. Tidak ada malam pertama atau malam kedua kau bahkan tidak mencintaiku dan aku juga sebaliknya."

__ADS_1


"Baiklah, kalau begitu. Berarti mulai sekarang kau harus belajar mencintaiku."


Tuhan tolong aku, aku tidak mau mengorbankan kesucianku!


Berteriak dalam diam, tuhan mungkin tidak akan menyelamatkannya kali ini, karena yang menginginkannya adalah suaminya sendiri.


"Baiklah, mari kita mulai. Kau tidak perlu khawatir aku bisa memperlakukanmu dengan lembut," tangannya terulur membelai rambut Bella lalu berhenti di leher jenjang isterinya.


Suga memojokkan Bella didinding dan mengunci pergerakan, perlahan ia mendekatkan wajahnya dengan wajah Bella.


Wajah mereka sangat dekat, bahkan mereka sampai bertukar napas. Suga membasahi bibirnya lalu mencium bibir isterinya secara brutal dan sesekali menggigitnya pelan.


Lima menit dirasa sudah cukup, ia akan bermain ditempat lain. Permainan mereka berpindah dibawah shower yang sedang menyala.


Suga menghimpit tubuh isterinya ditembok tidak terlalu nyaman tapi ia sangat menunggu momen ini.


Suara mereka berdua memenuhi ruangan kamar mandi, Bella sudah terpancing dengan permainan Suga yang liar.


Pria berkulit putih itu sangat bersemangat, seperti sudah tidak adalah hari esok. Tiga jam berlalu ia menatap wanitanya lalu memeluknya erat," Mulai detik ini kau milikku," ucapnya dengan tulus dan itu sebuah janji.


Suga mendudukkan istrinya didalam beatup, dengan lembut iya menggosok punggung sang istri, setelah lima belas menit berlalu, mereka segera keluar dari kamar mandi.


Suga mengendong istrinya lalu mendudukkannya ditepi ranjang, Bella masih tidak menyangka apa yang barusan dia lakukan dengan pria yang tidak dia cintai.


Pria itu sudah berada diruangan pakai, ia bermaksud mengambilkan baju untuk Bella, melihat wajah istrinya yang penuh penyesalan Suga merasa apakah yang dia lakukan terlalu kasar.


Suga duduk ditepi ranjang disamping Bella menatap wanitanya lekat," Apa kau menyesal?"


Ia menoleh ke arah Suga, bibirnya gemetar ia menggigil bagaimana tidak mereka melakukannya dibawah guyuran shower.


"Bagaimana kalau aku hamil?"


"Dasar bodoh! kenapa kau khawatir jika kau hamil aku akan bertanggung jawab, kau istriku aku tidak mau kau memanggilku tuan mulai saat ini."


Suga sudah berusaha mencintai Bella tapi ia tidak berhenti mengatainya bodoh," Kau lebih bodoh, bagaimana jika anakmu terlahir dari rahim seorang wanita yang miskin!" balas Bella tanpa ada rasa takut.

__ADS_1


__ADS_2