
Bella bisa menikmati sarapan seperti biasanya, karena dia tidak mengalami mual muntah yang berlebihan seperti ibu hamil kebanyakan.
Setelah sarapan Bella mengantar Suga ke depan, menunggunya sampai masuk kedalam mobil. Lalu kembali tidur.
Banyak perubahan setelah hamil, Bella jadi sangat malas mandi, apa lagi untuk beraktivitas diluar rumah. Dia hanya menghabiskan waktunya didalam kamar.
Baru saja memejamkan matanya suara ketukan pintu terdengar cukup mengganggu dengan malas Bella membukakan pintu.
Bertapa terkejutnya Bella melihat buket bunga raksasa didepannya bahkan dia tidak melihat seseorang yang memegangi buket bunga mawar yang sangat besar.
"Selamat ulang tahun istriku," seorang pemilik senyuman gummy smile itu mendekati istrinya.
Suga segera masuk kedalam kamar diikuti Bella yang mengekor di belakang, ia meletakkan bunga itu diatas ranjang lalu meraih tangan istrinya.
"Aku kira kamu lupa." Biasanya pria itu sangat tidak peduli dengan hari ulang tahun ataupun hari penting lainnya.
"Buktinya aku gak lupa kan, kamu mau kado apa dari aku?" katanya dengan
sungguh - sungguh apa pun bisa ia miliki dengan harta yang dia miliki.
"Pertama aku mau kita semua sehat, tapi bisakah kita liburan ke Korea?" Matanya berbinar senyum manis pun menghiasi wajah cantik Bella.
"Sayang,,," jawab Suga sedikit ragu.
"Katanya boleh minta apa aja!" Bella pun jadi kesal melihat keraguan diwajah Suga.
"Aku takut kamu kecapean itu aja."
"Gak, aku gak akan kecapean. Aku kuat boleh ya,,,"
"Iya aku atur jadwalnya dulu ya. Tapi janji sampai ada apa - apa dengan calon anak kita aku tidak akan mengampuni mu."
"Iya aku janji."
Tiga pelayan membantu Bella menyiapkan keperluan yang akan ia bawa ke Korea Selatan. Tidak banyak hanya dua koper besar dan dua koper kosong untuk menaruh barang yang mereka beli di negeri ginseng tersebut.
__ADS_1
Bella pikir ini akan menjadi libur terakhir sebelum dia melahirkan. Karena setelah bayinya lahir dia tidak bisa kemana-mana sibuk mengurus putri kecilnya.
Bella tersenyum merekah setelah semuanya selesai, tertata rapi didalam koper. Sebelum suaminya pulang Bella ingin merebahkan tubuhnya istirahat untuk sementara.
Disampaikannya tidur Bella merasa ada yang bergerak dan benar saja suaminya sudah pulang Bella tidak menyadarinya.
Suga mencium bibirnya lembut dengan terpaksa Bella membuka matanya. Suga tersenyum sangat manis menampilkan deretan gigi rapinya.
"Masih ngantuk?" Tanya Suga yang hanya mendapat anggukan kepala mengiyakan dari sang empu.
Suga sangat senang menggoda istrinya yang sedang tidak dengan gemas menciumi tengkuk leher Bella.
Wanita itu masih bisa tidur tenang, hembusan napasnya begitu teratur. Bella mengubah posisi miring ke kanan Suga mengikuti tubuh istrinya lalu mengeratkan pelukannya.
Tangan halus dan kuku seperti bayi itu mengusap lembut perut Bella yang masih rata, didalamnya ada calon anak mereka.
Tangan nakal itu semakin leluasa meraba setiap inci tubuh wanita yang sudah dia miliki. Dengan cekatan Suga berhasil menanggalkan dress mahal istrinya. Sesekali dia mencium punggung istrinya.
Suga kembali memeluknya erat hangatnya tubuh Bella mampu menghangatkan suasana sore yang sedang turun hujan.
Dengan perlahan dia mulai memasukkan miliknya. Hangat dan juga sempit itu yang selalu membuatnya ingin melakukan lagi dan lagi.
Naik turun dengan perlahan, menikmati apa yang dia mainkan. Suara ******* lembut tak mampu dia tahan.
"Sayang,,," suara lembut itu mampu menghentikan aktivitasnya saat ini.
"Iya sayang, apa kau merasakan sakit?" Hal yang sering dia tanya saat memberi nafkah batin untuk istrinya.
Bella menggeleng lalu tersenyum dia meraih tangan suaminya lalu menggenggamnya erat. Bella menikmati setiap permainan suaminya suara ******* lembut pun tak mampu dia tahan.
Mendengar itu Suga semakin bersemangat bermain menaikkan kecepatannya. Peluh membasahi keduanya tapi masih melanjutkan permainan suami istri yang sedang di mabuk asmara yang menggebu-gebu.
Suga mengatur napasnya lalu mencium kening istrinya sedikit lebih lama.
"I love you."
...----------------...
__ADS_1
Pagi ini mereka berdua diantara oleh supir pribadi dan beberapa bodyguard menuju Bandara Soekarno-Hatta.
Walaupun mereka akan berlibur tapi Suga tetap akan mengerjakan pekerjaannya.
Bella terlihat begitu cantik dengan dress diatas lutut berwarna putih. Dan rambut panjang berwarna hitam legam semakin menampakkan bahwa dirinya adalah istri konglomerat.
Setelah sampai di Bandara Soekarno-Hatta para bodyguard membantu menurunkan semua koper yang mereka bawa.
Suga mendorong Bella yang duduk di kursi roda, dia tidak ingin jika istrinya kelelahan apa lagi Bella tengah hamil muda.
Mereka segera masuk kedalam pesawat lalu duduk di kursi business setidaknya mampu membuat Bella nyaman menikmati penerbangan mereka yang cukup lama.
Setelah beberapa jam di pesawat akhirnya mereka telah tiba di Bandara Incheon Korea Selatan.
Mereka telah dijemput mobil untuk segera menuju hotel tempat mereka menginap. Hotel mewah yang menyajikan pemandangan indah sungai Han dari ketinggian.
Sesampainya di hotel Bella dan juga Suga langsung membersihkan tubuh mereka. Sembari menikmati berendam air hangat membuat tubuh menjadi rileks akibat penerbangan yang lama.
Liburan mereka dimulai dari night street food Myeongdong yang buka sekitar jam sepuluh malam.
Myeongdong adalah surganya kuliner warga lokal dan juga turis asing, banyak para turis mendatangi tempat itu setiap kali mereka datang ke Korea Selatan.
Terdapat banyak sekali menu di Myeongdong terdiri dari makanan berat dan juga ringan seperti, Tteoppoki, hotteok, gimbab, Odeng, ayam goreng khas Korea, penkuk Korea, lobster panggang dengan keju mozzarella yang meleleh di mulut, samyang, mochi stroberi dengan kacang, es krim soft-serve Korea dan masih banyak lagi menu yang patut dicoba saat berkunjung ke negeri ginseng tersebut.
Pilihan Bella kali ini dia tertarik dengan ayam goreng khas Korea yang super besar dan wangi. Melihat antriannya cukup banyak tidak membuatnya menyerah. Walaupun Suga sudah menyarankan untuk makan di restoran saja tapi Bella menolak.
Satu persatu pengunjung telah mendapatkan pesanan mereka kini giliran Bella, dia memesan satu porsi ayam spicy dan original untuk Suga yang tidak berani makan pedas.
Air liurnya sudah ingin jatuh saat dia melihat yang dia pesan sudah didepan mata. Kriuk diluar tapi ayamnya masih empuk tidak keras sama sekali ditambah wangi bumbu dan juga wijen makin menggoda selera.
Rasa pedasnya masih bisa diterima oleh lidah bukan ayam yang sangat pedas. Satu suap dua siap semakin membuat lidah tidak mau berhenti.
Berbeda dengan Suga dia tidak berkomentar apa- apa menikmati makanannya dengan tenang sesekali dia melihat jam tangannya hadiah dari Bella beberapa hari lalu.
"Selesai makan kita langsung pulang."
Bella mengangguk patuh seperti puppy bersama tuannya. membuat Suga gemas yang melihat Bella sangat apa adanya tidak dibuat anggun seperti sahabat wanitanya bernama Yuna.
__ADS_1