Menikahi Tuan Pangsit Rebus

Menikahi Tuan Pangsit Rebus
Positif


__ADS_3

Sudah satu bulan badan Bella merasa tidak nyaman, rasa pusing setiap harinya dan kantuk yang tidak bisa dia tahan entah mengapa tubuhnya terasa begitu lelah. Untuk mandi saja terasa tidak ada energi dia ingin tiduran sepanjang hari.


Sudah jam tujuh tapi Suga belum juga pulang saat ini Bella tidak bisa jauh dari suaminya, digapainya gawai diatas nakas mencoba mengirimkan pesan untuk suaminya agar cepat pulang.


Sebelum pulang Bella meminta Suga untuk membelikan air kelapa hijau rasanya sangat segar. Sudah dari tadi siang liurnya seolah mau menetes .


Suara pintu kamar terbuka Suga tampak begitu lelah, dia perlahan menghampiri Bella yang sudah terlelap menunggunya pulang hembusan nafasnya teratur Suga membelai rambut istrinya lembut.


Tak lama Bella membuka matanya perlahan dia langsung menarik Suga kedalam pelukannya, Suga membalas pelukan istrinya seraya mencium pipinya sekilas.


"Aku mau mandi dulu," seharian beraktivitas membuat tubuhnya lengket tapi Bella sama sekali tidak melepaskan pelukannya.


"Sayang,,,, aku mau mandi dulu," lalu mencium bibirnya sekitar Bella hanya menggeleng wanita itu masih ingin memeluk suaminya lebih lama.


"Baiklah kalau itu maumu," ucap Suga dengan senyuman manis dan tatapan penuh kehangatan.


Suga mencium kening istrinya saat mereka menyatukan miliknya, terdengar ******* lembut memenuhi ruangan kamar. Suga menghentikan langkahnya lalu mencium bibir istrinya dengan lembut.


"Sakit?"


Bella tersenyum lalu menggeleng, ia mengalungkan tangannya dileher suaminya saling menatap penuh cinta, sampai beberapa menit peluh membasahi keduanya dan Suga sudah mencapai puncak. Ia tersenyum mencium kening istrinya berulang kali.


Suga segera menuju kamar mandi sedangkan Bella enggan untuk bangun. Entah apa yang terjadi pada dirinya hanya untuk mandi saja harus mengumpulkan niat Berjam- jam.


"Sayang,, ayo mandi!"


"Iyaa sebentar," ingin rasanya Bella mengutuk dirinya kenapa sekarang jadi jorok tidak suka mandi.


Dengan malas ia berjalan menuju kamar mandi, lalu merendam tubuhnya didalam bak mandi. Lima belas menit berlalu Bella baru ingat apa pesanan air kelapa hijau nya dapat atau Suga melupakannya.


"Air kelapa hijaunya dapat gak?" tatapan matanya penuh harap semoga Suga tidak melupakan pesanannya.


"Aduhhh, lupa tadi aku buru-buru capek banget dari kantor terus kamu juga telfon aku berulang kali."


Bella seperti ingin menangis dari siang tidak berselera makan hanya ingin meminum kelapa hijau. Dia sudah berusaha menahan liurnya agar tak jatuh dari tadi siang.


"Besok kita beli ya."

__ADS_1


"Gak mau, aku pengennya sekarang harus ada gak mau besok!" Bella setengah berteriak mood Bella sangat buruk malam ini.


"Nyari dimana ini udah jam sepuluh malam besok aja kan bisa."


Bella berlari merebahkan tubuhnya ditempat tidur. Suga tampak frustasi padahal mood dia tadi baik sekarang berubah mendadak.


"Jangan tidur dulu, aku cari diluar barangkali ada yang jual."


"Oke harus dapat, harus kamu yang beli gak boleh orang lain aku gak mau."


"Iyaa tuan putri."


Tiga puluh menit berlalu Suga sudah kembali membawa lima cup berisi air kelapa hijau, ia sengaja minta yang sudah didalam cup agar tidak repot.


"Tuan putri pesanannya sudah datang."


Bella segera menghampiri Suga yang masih didepan pintu kamar, ia segera membuka cup meminumnya sampai tandas. Rasanya sangat enak.


uwekk uwekk


Dengan sigap Suga membopong Bella ke tempat tidur dan segera memanggil dokter keluarga.


"Apa dia terkena asam lambung Dok, dari tadi siang dia tidak makan apa-apa dan malamnya langsung minum air kelapa."


"Tidak tuan istri anda sehat dan selamat untuk kalian berdua akan segera diberi keturunan," tutur dokter setengah baya dengan wajah penuh kegembiraan.


"Jadi istri saya lagi hami?"


"Bener tuan usia kehamilan istri tuan sudah memasuki lima minggu, jadi segera periksa dan USG dirumah sakit. Sejauh ini janin dan ibunya sehat jadi tidak perlu khawatir."


Suga menjabat tangan dokter dengan rasa terima kasih. Berulang kali ia mengucapkan rasa terima kasih.


...----------------...


Pagi ini Bella bangun terlalu siang, bahkan dia tidak melihat suaminya berangkat kerja. Biasanya ia akan menyiapkan segala keperluan Suga sebelum ia bekerja. Tapi kenapa Suga tidak membangunkanya.


Matanya masih sulit terbuka rasa kantuknya sangat kuat, sangat malas hanya untuk bangun mencuci muka.

__ADS_1


Sudah jam berapa ini? gumam Bella ia melihat jam menunjukkan pukul sebelas siang.


Suara ketukan pintu kamar terdengar mungkin itu mama ingin membangunkan Bella. Dari pagi ia hanya dikamar semoga beliau tidak marah!


suara gesekan dilantai terdengar bersamaan dengan langkah kaki Bella, ingin membukakan pintu.


"Nona ini makanan dan buah-buahan segar untuk nona." Tutur pelayan dirumah suaminya. Ada tiga orang yang membawakan makanan entah bagaimana caranya dia menghabiskan semua makanan yang ada.


"Tuan berpesan agar Nona menghabiskan semua makanan ini."


Bella menggeleng rupanya Suga terlalu berlebihan. Bukannya lapar melihat semua ini justru perut Bella sudah terasa kenyang.


"Baik lah terima kasih telah membawakanku banyak makanan."


"Baik Nona kalau ada apa - apa Nona bisa panggil kami."


Bella mengangguk setelah itu pelayanan segera meninggalkan kamar pengantin baru itu. Bella menoleh ke sisi ranjang terdapat banyak tissue berserakan dilantai. Pantas saja pelayan tadi berusaha menahan tawa.


Bagaimana bisa Bella bisa se ceroboh itu tak memeriksa dulu sebelum ia membukakan pintu, kamar pengantin baru adalah kamar keramat, yang hanya boleh dimasuki dua pengantin baru Bella sangat malu terbayang tadi wajah pelayan yang sedikit mengejeknya.


Bagaimana ini salah Suga dia yang terlalu ceroboh manuruh tissue dilantai, Bella berjongkok memungutinya satu demi satu lalu membuangnya ketempat sampai.


Ditengah kerepotan itu ponselnya berdering beberapa kali. Panggil masuk melalui video call.


"Sayang,,, apa kau sudah makan. Makan yang banyak aku tidak mau anakku kelaparan jaga dia baik- baik kalau tidak aku akan menghukum mu nanti malam."


"Iyaa, aku pasti makan bagaimana mungkin aku membiarkan anakku merasa lapar, dan soal hukuman aku tidak takut hahaha,"


"Baiklah kamu akan menyesal, aku akan membuatmu ngompol sampai lemas hahaha." Tawa Suga terdengar sangat mengerikan.


"Ahh, sudah biasa,,, nanti bisa pulang lebih awal?" Tanya Bella sedikit ragu.


"Tentu saja kau pasti sangat merindukan aku," Rasa percaya dirinya begitu tinggi tapi kali ini ucapan Suga ada benarnya Bella tidak ingin jauh dari Suga walaupun ia sering merasa mual kalau mencium parfumnya.


"Iyaaa, tapi sepertinya itu bukan kemauan ku."


"Nanti setelah pulang kantor mau aku bawakan apa?"

__ADS_1


__ADS_2