
Pesta ulang tahun kelima puluh tahun yang ayah, Bella dituntut hadir di acara itu. Sejujurnya ia tidak ingin bertemu dengan ibu tirinya di acara yang akan digelar malam nanti disebuah hotel ternama di ibu kota.
Tadi pagi pak Harry sudah memberi kabar agar Bella hadir dalam acara yang paling penting baginya, tapi ia juga tidak memaksanya sudah banyak yang Bella lakukan sampai saat ini.
Tapi ibu mertuanya membujuk Bella agar mau hadir dihari penting ayahnya, dua hal kau tidak bisa memilih didunia ini.
Tidak bisa memilih terlahir dari siapa ayah dan ibunya dan tidak bisa memilih ia akan terlahir dari keluarga konglomerat atau sebaliknya.
"Bella, pergilah ayahmu pasti akan sangat sedih jika kau tidak hadir disana, beliau sangat merindukanmu percayalah padaku."
Tangannya terulur meraih dress berwarna putih tanpa lengan, lalu memberikannya pada Bella. Tangannya terangkat ia menerima pemberian dari Dinar.
Bella masih ragu, masih terbayang di benaknya perlakuan buruk ibu tirinya semenjak ia merebut semua yang dia miliki. Wanita itu merebut keharmonisan keluarganya dan kasih sayang ayahnya.
Ia menghirup napas panjang, toh yang dikatakan ibu mertuanya memang benar mau tidak mau ia akan datang ke acara itu, acara yang hanya digelar satu tahun sekali.
"Baiklah ibu aku akan datang, walaupun aku tidak tahu nanti apa yang akan terjadi disana."
Ia memeluk Bella memberikan kehangatan dan kasih sayang layaknya seorang ibu kandung, dia adalah satu-satunya alasan kenapa harus tetap bertahan dengan pernikahannya dengan Tuan pangsit rebus.
"Sebelum pergi, kau beri tahu Suga agar dia tidak berpikir buruk tentangmu."
Bella mengangguk memang setiap pergi ia wajib melapor kepada Suga. Jika tidak pria berkulit putih pucat itu akan menghukumnya. Ia tidak akan membiarkannya tidur dengan nyenyak.
"Iya Bu, aku akan meminta izin pada Suga," jawab Bella.
"Bagaimana malam pertama kalian? apa anak nakal itu pergi meninggalkanmu dimalam pertama kalian?" tanya Dinar penuh selidik, Bella merasa tidak nyaman dengan pertanyaan seperti itu tapi ia harus mencari jawaban yang tepat agar tidak melakukan kesalahan menjawab pertanyaan dari ibu mertuanya.
"Aah, tidak ibu dia tidak kemana-mana. Kami kelelahan setelah acara," jawab Bella kikuk malu-malu.
"Ohh, benarkah? aku pikir anak nakal itu pergi dari rumah dan melewatkan ritual malam pertama kalian?"
__ADS_1
Bella tersenyum ia menggaruk tengkuknya yang tak gatal, dia merasa sangat malu dengan pertanyaan itu.
Iya anak nakal itu meninggalkan aku pada saat malam pertama kami tapi dia menghajarku habis- habisan dimalam kedua. batin Bella.
"Baiklah, ibu sangat menginginkan cucu rumah terasa sangat sepi semenjak Jimin dikirim ke pedalaman untuk menjalankan proyek, aku tidak habis pikir kenapa Suga melakukan itu pada adiknya sendiri," matanya berkaca-kaca ia sangat merindukan Jimin walaupun setiap hari mereka melakukan video call untuk melepas rindu tapi tetap saja ia selalu merindukan putra bungsunya.
"Iya Bu, aku mengerti yang ibu rasakan saat ini," ucapnya merasa iba tangannya mengusap-usap baju Dinar dengan lembut.
***
Pria berkulit putih pucat tengah duduk di kursi kebesarannya, ia menatap fokus laptop didepannya.
"Ayah mertuaku ulang tahun hari ini. Kau kirimkan hadiah kerumahnya!" perintah Suga pada sekertaris pribadinya.
"Baik tuan, apa anda tidak hadir di acara itu?"
Suga terdiam, hadiah saja sudah cukup lagi pula hari ini ia sangat sibuk," Tidak, aku tidak datang."
"Dia datang, kau jemput lalu antar ke hotel tempat acaranya digelar."
Pria itu berpikir sejenak, tanpa diketahui banyak orang Suga telah menyelidiki keluarga Bella, ternyata ia dibesarkan oleh ibu tirinya dan Suga juga mengetahui perlakuan buruk wanita itu.
Bagaimana jika aku tidak hadir di acara itu wanita itu bisa menindas istriku lagi. Batin Suga.
Sekertaris Hobi segera undur diri, ia akan membelikan kado menggunakan kartu kredit milik tuannya. Untuk hadiah ulang tahun satu unit mobil Mazda CX- 30 seperti tidak terlalu murah untuk menjadi hadiah ayah mertuanya.
Malam ini Bella datang sendirian tanpa ditemani oleh suaminya, Suga tidak hadir, untuk mengantarnya saja tidak ada waktu, Bella sadar jika pernikahan mereka tidak dilandasi oleh rasa cinta, jadi jangan berharap lebih.
Bella melepaskan sabuk pengamannya, sekertaris Hobi sudah berlari mendekati pintu mobil lalu membukakan pintu mobil untuk Bella.
__ADS_1
"Nona, jika acaranya sudah selesai, nanti saya akan menjemput anda," ujar Hobi seraya tersenyum menampilkan barisan gigi rapinya.
"Terima kasih sekertaris Hobi, apa Suga tidak akan datang?" tanya Bella ia tak mengelak jika ia menginginkan kehadiran Suga disana untuk menghadapi wanita yang seperti mak lampir.
Sekertaris Hobi menarik sudut bibirnya, entah mengapa senyuman itu terlihat mengejek.
"Tidak Nona, tuan muda sedang sibuk. Baiklah kalau begitu saya permisi," sambung Hobi pria itu segera meninggalkan Bella sendiri didepan gedung.
Mendengar hal itu Bella merasa sedih, ia membenci dirinya sendiri kenapa ia saat ini sering memikirkan tuan pangsit rebus.
Ayah tengah berbaur dengan para tamu undangan, dia sedang berbincang tentang bisnis. Bahkan ia juga tidak melihat kedatangan Bella ditempat itu, dan Bella pun enggan untuk menghampiri sang ayah ia lebih memilih menunggu diruang tunggu.
Diruang tunggu ia bertemu dengan ibu tirinya dan juga kedua adiknya, Daisy berlari kearahnya setelah ia melihat kehadiran Bella disana.
Berbeda dengan ibu dan Clara mereka hanya menatap Bella sekilas lalu kembali beralih menatap layar ponsel mereka.
"Kakak...." Daisy bergelayut di pangkuan Bella, ibu tirinya menatapnya tidak suka.
"Ibu, apa kabar?" tanya Bella basa-basi.
"Baik, bagaimana dengan pernikahanmu? ibu tidak mau sampai ada masalah dalam rumah tangga kalian, bisa-bisa kita miskin lagi," cerocos ibu tirinya tanpa rasa malu ataupun berhutang Budi pada Bella.
"Ibu tidak perlu khawatir dengan pernikahan aku."
Bella mengabaika mereka berdua lebih memilih bercerita dengan Daisy, gadis yang baru masuk ke pendidikan menengah atas, bercerita jika ia saat ini sangat merindukan kakak sulungnya.
Dia juga bercerita jika ia saat ini tengah mengidolakan boy group Korea Selatan, seperti BTS dan juga grils group black pink. Mendengar hal itu Bella tidak perlu khawatir karena adiknya akan memilih mengidolakan idolanya dan fokus pada pendidikannya.
Daisy berkata semenjak ia menjadi salah satu fans mereka, ia lebih bersemangat untuk belajar, karena ia ingin mengejar beasiswa di negri ginseng nanti.
Tanpa terasa acara dimulai, ibu sudah mendampingi sang ayah yang tengah menyapa para tamu.
__ADS_1
Mereka sibuk dengan pesta mereka sendiri ayahnya tidak mengetahui kehadiran Bella disana. Atau dia memang tidak memiliki keberanian untuk menemui Bella karena takut dengan istrinya.