Menjadi Dewa Di Dunia Lain

Menjadi Dewa Di Dunia Lain
Centipede


__ADS_3

Kami kembali ke Vitalis, Jeanne segera melaporkan kejadian yang kita temui tadi ke guild. Ini sudah sore, semenjak aku kembali kota ini. Aku harus pulang sebelum para iblis itu membuat keributan seperti dulu.


Aku menemukan Frank yang tengah bercerita dengan semangat kepada party lain.


"Katakan pada Jeanne, bahwa aku harus pergi. Ada sesuatu yang perlu aku lakukan" Aku menginformasikannya pada Frank.


"Baiklah! Serahkan semuanya padaku" Frank memberiku acungan jempol.


Setelah mendapatkan jawaban kepastian dari Frank, aku langsung pergi menemukan gang sepi dan melakukan transportasi ke dunia bawah.


Aku muncul di kamar dan bertepatan dengan itu, seseorang mengetuk pintu. Aku langsung menghilangkan sihir penyamaran ku dan mengganti baju dengan cepat.


"Masuklah"


Itu adalah Astaroth yang masuk, tepat waktu sekali! Aku harus membicarakan tentang hutan dan telur Centipede itu padanya. Dan menyuruhnya untuk mengirim ular ke sana.


"Kebetulan sekali" ucapku menyambutnya.


"Apakah ada sesuatu yang kamu inginkan, my lord?" Astaroth langsung bertanya dengan semangat, seperti nya dia menunggu ku untuk menyuruhnya melakukan sesuatu?


"Ekhem, sebelumnya apa keperluan mu dahulu?" aku bertanya dan menyilangkan kakiku.


"Benar, Belphegor mengatakan bahwa sebelum dia mati dia menyebarkan beberapa golem di beberapa daerah selain di hutan West Rock Covert. Dia merasakan ada golem yang masih hidup, dan mungkin golem itu akan memberikan kita informasi yang berguna" Astaroth menjelaskan tanpa panjang lebar, aku mengelus daguku sambil berpikir.


"Kalau begitu tugaskan dia untuk mencari dan mengumpulkan informasi dari golem tersebut" setelah beberapa lama aku menjawab.


"Baik, di mengerti my lord"


"Ah bisakah kau mengirim ular mu itu ke hutan Fancy Lagoon Covert? Aku menemukan ada energi iblis dan telur Centipede di sana" Aku melanjutkan.


"Fancy Lagoon Covert? My lord bisakah saya bertanya sesuatu?" Astaroth kemudian menatapku sambil tersenyum.


Kenapa dia tersenyum seperti itu?! Bulu kudukku langsung merinding melihatnya tersenyum.


"Y-ya" Aku menghindari kontak matanya.


"Apakah anda pergi ke hutan Fancy Lagoon Covert sendirian?" senyuman di wajah Astaroth menjadi semakin dalam.


"A-aku tidak pergi sendirian" tanpa sadar aku menjawab pertanyaannya.


"Jadi anda benar-benar pergi ke sana" Hei apa itu pertanyaan jebakan?! Sialan aku harus memikirkan cara untuk mengirim iblis bernama Astaroth ini pergi jauh-jauh dariku.


"Apa yang kau khawatirkan? Aku bisa menjaga diriku sendiri" Aku menjawab mencari alasan.


"My lord, kamu mungkin tidak mengerti. Ketika kamu tidak berada dalam pandangan kami, kami sangat takut sesuatu terjadi" Astaroth merendahkan suaranya, terdengar begitu sedih.

__ADS_1


Jadi, apa maksud dia aku harus tetap berada dalam pandangannya? Apakah kau gila?! Dia memang gila!


"Ya ya ya, aku mengerti" Karena malas berdebat aku langsung mengiyakan apa yang dia katakan. Pada waktu itu aku tidak sadar bahwa apa yang aku katakan sekarang, akan membawa sesuatu yang buruk untukku.


Malam hari, Elvis sudah menyiapkan perjamuan makan. Astaroth sudah mengirimkan ular-ular nya ke hutan Fancy Lagoon Covert. Jadi aku menghadiri perjamuan dengan santai.


Di perjamuan makan ini, hanya iblis-iblis bangsawan yang di undang. Aku tidak peduli dengan bangsawan-bangsawan itu, toh mereka tidak jauh lebih kuat daripada Elvis. Bahkan perbedaannya cukup signifikan, yang aku butuhkan tentang mereka adalah untuk memakmurkan dunia bawah.


Setelah memasuki ruang perjamuan, yang aku cari adalah Belphegor. Aku ingin mengeceknya dengan mata iblis ku.


"Dimana Belphegor?" Aku bertanya kepada Astaroth yang mendampingiku.


"Di sana, dia malah tidur di saat seperti ini. Haruskah aku membangunkannya my lord?" mengingat cara yang dia gunakan untuk membangunkan Belphegor aku bergidik.


"Tidak perlu"


Aku mengaktifkan mata iblis dan hasilnya langsung muncul di depan mataku.


Name: Belphegor


Male/121.000 y.o


Ras: iblis


Level: 738.200


Setidaknya hewan peliharaanya cukup berguna.


Aku mengobrol dengan Elvis dan dia memperkenalkan ku kepada seluruh bangsawan yang ada. Para bangsawan iblis itu memandangku dengan kagum, aura bangsawan mereka langsung hilang begitu mengobrol denganku.


Melihat itu membuatku sadar, seberapa hebat Lucifer bagi para iblis. Mereka tidak lagi di buru manusia seperti dahulu, bahkan sekarang mereka dapat mendirikan sebuah kerajaan yang makmur. Lalu apakah aku pantas menempati tubuh ini?


Aku sedikit linglung, dan melamun tanpa sadar.


"My lord" Panggilan Astaroth menyadarkanku.


"Ah ya?"


"Ularku telah kembali. Ada energi iblis di sana, tapi energi iblis itu memudar seiring berjalannya waktu. Sepertinya tubuh itu telah di pindahkan ke tempat lain" Astaroth melapor padaku


"Di pindahkan?" Aku bertanya dengan sedikit tak senang. Masalahnya menjadi lebih rumit.


"Ya, dan telur Centipede yang kamu singgung sebelumnya. Saya menemukannya, namun telur Centipede itu sangat lemah. Sepertinya telur itu akan segera mati" Aku mengangkat alisku begitu mendengarnya, mati?


"Bagaimana dengan pemilik telur tersebut?" Aku kembali bertanya.

__ADS_1


"Aku melihat mereka tidak jauh dari gua tempat telur itu di simpan. Ada sepasang Centipede jantan dan betina" Astaroth kembali melaporkan keadaannya.


"Haruskah kita temui mereka?"


"Jika my lord mengijinkan, bisakah saya yang mengatasi masalah ini?" tanya Astaroth, suaranya terdengar sedikit ragu. Sepertinya dia takut jika aku menolak.


Tapi bagaimana mungkin aku menolak! Dengan ini aku bisa menyingkirkannya untuk sementara dari sisiku!


"Tentu saja! Aku akan menyerahkan semuanya padamu" Aku tersenyum, dalam suasana hati yang baik.


"Terimakasih my lord, kalau begitu tolong izinkan saya pergi sekarang"


"Mmh" Aku menjawab dengan cepat, sial aku begitu senang sekarang.


...----------------...


Astaroth tiba di hutan Fancy Lagoon Covert, dia berjalan menuju arah yang pasti. Ular yang dia bawa menyebar di bawah dan rambut Astaroth kian memanjang.


Sreeettt


Rambut itu bergerak dengan leluasa, dan tanpa keraguan sedikitpun dia mengikat kedua Centipede yang tengah beristirahat itu.


"S-siapa kau?!" Centipede jantan bertanya dengan panik.


"Aku di tugaskan untuk menyelidiki kalian" Astaroth berkata dengan tenang, namun suasana di hutan itu sangat dingin dan mencekam.


"Apa yang kalian inginkan dari kami?" Suara Centipede betina, lebih tegas.


"Tubuh iblis, katakan apa yang kalian ketahui tentang itu" Astaroth berkata tanpa basa-basi.


Centipede betina menatap Astaroth dengan serius, "Jika aku mengatakannya, apa yang bisa kau berikan pada kami?"


Astaroth menyipitkan mata dengan tak senang, "Aku tidak suka bernegosiasi"


Centipede betina itu menggigit bibirnya dengan gugup.


"Jika begitu, aku minta tolong padamu. Tolong selamatkan kami dan anakku. Maka aku akan memberi tahu semua yang ku tahu mengenai tubuh iblis yang kau bicarakan" Centipede betina itu memohon dengan suara yang memelas, tampak putus asa.


"Kau bisa mengambil nyawaku jika perlu" Centipede jantan kali ini ikut campur.


Astaroth menggertakkan giginya, jika saja mereka tidak minta tolong. Namun apa yang telah tuannya ajarkan adalah, 'Jika kau tidak ingin membantu orang lain secara suka rela. Maka bantu saja orang yang meminta pertolongan padamu'


"Sial" Astaroth mendecakkan lidah, "Baiklah, aku akan membantu kalian"


...tbc...

__ADS_1


—mtchagrl


__ADS_2