
Dalam kejauhan, akhirnya aku melihat gerbang kota yang besar. Kakiku berjalan dengan lebih cepat hingga akhirnya aku tiba di gerbang. Beberapa orang prajurit terlihat memeriksa barang bawaan orang-orang yang hendak masuk ke kota.
Ketika giliranku, mereka menggeledah tas yang ku ambil dari para bandit dan menemukan kartu berlambang kerajaan dan bertanya.
"Kau berasal dari Salleria?" Salah satu prajurit bertanya.
"Ah ya" aku menjawab dengan canggung, kartu itu cukup berguna aku pikir.
"Baik, 3 koin perak untuk masuk ke kota" aku memberikan 3 koin perak itu dan segera masuk ke kota agar tidak di curigai.
"Ini jauh lebih luas daripada dunia bawah" aku bergumam pelan.
「Sepertinya populasi manusia meningkat dalam ribuan tahun ini master」Uriel menanggapi ucapanku
Berbeda dengan dunia bawah yang di penuhi oleh iblis bertanduk, kota ini jauh lebih normal. Hanya saja, ada satu hal yang menggangguku.
"Kenapa ada perbudakan di sini?" Aku mengerutkan kening melihat beberapa manusia dan juga demi human yang di kerangkeng di sepanjang jalan.
Ini benar-benar mengejutkan, di dunia bawah tidak ada yang namanya perbudakan. Sementara di kota ini pemandangan budak yang di rantai mungkin sudah menjadi pemandangan sehari-hari mereka. Manusia lebih terlihat seperti iblis daripada iblis itu sendiri.
Tidak ada banyak perbedaan mengenai interior kota atau makanannya, sehingga aku tidak terlalu tertarik. Tapi ada satu hal yang tidak ada di dunia bawah, guild!
Aku sangat penasaran seperti apa guild itu, di novel fantasi atau game, guild adalah satu hal yang tidak boleh di lewatkan. Mari kita pergi ke guild!
Bermodalkan peta yang di beri oleh sistem, aku akhirnya dapat melihat sebuah bangunan besar yang menjulang. Berbeda dari yang kubayangkan, guild di dunia sangat mewah. Cat bangunan itu berwarna putih dengan sebuah ukiran mewah dan beberapa ornamen di atas bangunan yang bertuliskan [VITALIS GUILD] yang sangat besar.
Ketika masuk, guild itu penuh dengan orang. Beberapa orang berkumpul dengan minuman. Yang lain mengobrol atau pun hanya melihat papan pengumuman.
「Master, apakah kamu ingin mendaftar di guild?」Uriel bertanya dengan penasaran.
"Untuk apa?"
「Jika master mendaftar di guild, maka kita akan tidak di kenai biaya lagi untuk masuk ke kota manapun」
Mendengar hal itu mataku menyala, artinya aku tidak perlu membuang-buang uang lagi! Karena godaan itu, aku pergi ke meja pendaftaran.
"Aku ingin mendaftar di guild"
"Baik, siapa nama tuan?" Seorang wanita dengan pakaian seperti resepsionis menyambut ku dengan ramah.
Tunggu, nama? Bagaimana ini, aku tidak bisa bilang bahwa namaku adalah Lucifer. Aku mencoba berpikir dengan cepat.
"Tuan?" melihatku tidak menjawab pertanyaannya wanita itu memanggilku.
"Ah ya Lucy namaku Lucy" jawabku dengan cepat.
"Baiklah tuan Lucy, bisakah anda meletakkan tanganmu di kristal elemen ini?" wanita itu mengeluarkan sebuah bola kristal transparan dan menyimpannya di atas meja.
__ADS_1
"Uriel apa ini?" aku bertanya dengan cepat. Aku harus tetap waspada dengan identitas ku yang tidak biasa, jika aku melakukan kesalahan sedikit saja mungkin perang besar akan terjadi.
「Seperti namanya, kristal elemen ini dapat mendeteksi jenis sihir apa yang bisa kita gunakan. Di dunia manusia, hanya 5 elemen yang bisa di deteksi yaitu, api, air, bumi, angin, dan cahaya. Tapi tentu saja master menguasai semuanya! Kecuali cahaya」Uriel menjawab pertanyaan ku dengan antusias seperti biasanya.
Cahaya? Aku mengerti bahwa aku tidak bisa menggunakan elemen cahaya karena aku iblis.
"Bisakah kau mengatur agar elemen yang ku kuasai menjadi seperti rata-rata manusia di sini?" tanyaku kembali
「Tentu saja!」Uriel menjawab dengan bangga.
Dengan kepastian itu, aku meletakkan tanganku di atas kristal elemen. Kemudian cahaya redup merah, hijau, dan warna putih cerah muncul di tengah-tengah kristal elemen.
"Anda sepertinya handal dalam menggunakan sihir api, anda juga berpotensi untuk menggunakan sihir angin, lalu elemen-" seketika mata wanita resepsionis itu melebar, suara profesional nya menghilang menjadi sebuah suara kekaguman "Anda bisa menggunakan elemen cahaya!"
Ketika aku mendengarnya mataku ikut melebar, seketika guild yang tadinya ramai menjadi hening.
"Cahaya?!"
"Apa dia seorang bangsawan?"
"Hei kita harus segera merekrutnya ke party kita!"
Tak lama guild itu kembali ramai. Saat ini aku panik.
Kenapa aku memiliki elemen cahaya?!
「A-aku tidak tahu apa yang terjadi master」
Sepertinya dia benar-benar tidak tahu.
"Apa kau bisa menyelesaikannya segera?" tanyaku pada wanita resepsionis itu.
"Ah tentu, maafkan aku tuan" segera, aku menerima kartu identitas yang menyatakan bahwa aku adalah anggota guild. Dengan cepat aku segera keluar dari bangunan itu, dan melarikan diri.
Namun, belum jauh aku keluar dari guild. Seorang wanita tinggi dengan rambut merah dan pedang di punggungnya menghadang ku.
"Apakah kau ingin bergabung dengan party kami?" wanita itu menatapku seolah-olah dia menemukan sebuah harta karun langka.
"Aku harus pergi" Ucapku menghindari pertanyaannya.
"Party ku adalah salah satu party terkuat di kerajaan Bhathag ini. Kau pasti akan aman di party kami"
(note: Vitalis itu ibukota kerajaan Bhathag)
Aku mengangkat alisku dengan berminat, salah satu party terkuat?
"Aku akan mempertimbangkannya" Jawabku tak lama. Jika aku menjadi anggota salah satu party terkuat mungkin aku akan banyak informasi berguna bukan?
__ADS_1
"Baiklah! Kau bisa menemui ku lagi besok di guild pada waktu yang sama" Wanita itu berkata dengan semangat, dan memberikan acungan jempol padaku lalu pergi.
Setelah wanita itu pergi, aku hampir lupa apa tujuan ku untuk datang ke sini. Okay ayo pergi jalan-jalan!
aku hampir menjelajahi seluruh sudut kota hingga aku tak sadar bahwa langit sudah mulai menggelap. Perutku juga sudah mulai berbunyi dan uangku hampir habis karena aku banyak mencoba banyak hal tak berguna.
Sepertinya aku memang harus pulang sekarang.
"Uriel, bawa aku pulang"
「Baik master!」
...----------------...
"Bagaimana perkembangannya?" Astaroth bertanya dengan tak sabar pada Elvis.
"Kami masih belum menemukannya" Elvis menjawab dengan berat.
"Sial!" Asmodeus meninju dinding hingga retakan mulai terbentuk.
"Tenanglah" Astaroth mengerutkan kening pada kemarahan Asmodeus.
"Asmodeus, kapan kau bisa membangkitkan seluruh pasukan mu?" tanya Astaroth.
"Ini butuh waktu yang lama, energiku tidak akan cukup untuk membangkitkan pasukan sebanyak itu. Aku hanya bisa membangkitkan Ifrit untuk sekarang"
Astaroth memijat kepalanya "Perluas pencarian dan kerahkan seluruh pasukan iblis yang ada" Perintahnya.
"Apa yang kalian lakukan di sini?" mendengar suara itu, ketiga iblis itu langsung menoleh.
"My lord!"
"Leluhur!"
Melihat wajah ketiga iblis yang hampir menangis itu, aku bertanya-tanya.
Apa yang terjadi selama aku pergi?
...tbc...
—mtchagrl
...----------------...
...ILUSTRASI VISUAL...
...ASTAROTH...
__ADS_1