Menjadi Dewa Di Dunia Lain

Menjadi Dewa Di Dunia Lain
Upacara kebangkitan—prince of sloth


__ADS_3

Elvis memberikan pakaian hitam padaku. Warna hitam adalah identitas iblis, jadi pakaian hitam di katakan membawa berkat bagi iblis.


Aku menatap diriku di depan cermin,


「Master sangat tampan!」


Hahhh aku mengakui bahwa diriku memang tampan.


"My lord apa kamu sudah siap?" Ketukan pintu menyadarkanku, dan aku memasang aksesoris terakhir sebelum meninggalkan ruangan.


Aku tiba di halaman depan istana, singgasana di siapkan, para iblis bangsawan menyapaku dengan kebahagiaan yang tidak di sembunyikan. Asing rasanya di sayangi banyak orang seperti ini, tapi ini tidak buruk. Aku cukup menyukainya.


"My lord" Asmodeus menatapku dengan mata berbintang.


"Bagaimana bisa ada iblis secantik dirimu di dunia ini, ahh bahkan seluruh alam semesta iri melihat kecantikanmu ini" Asmodeus memuji dengan menjijikkan.


Tch, dia merusak moodku yang baik.


"My lord, duduklah" Astaroth memegang serbet di tangannya, dan pakaian sangat formal, tidak, dia terlihat seperti seorang butler. Ular di tangannya terus mendesis seakan-akan bahagia.


Ekhem


Aku terbatuk dan segera duduk di singgasana termewah yang telah di siapkan khusus untukku. Elvis bekerja dengan baik.


Dengan begitu upacara kebangkitan akan segera di mulai.


...----------------...


Terompet di tiup dan konfeti bertebaran di langit. Gerbang istana di buka, para iblis masuk langsung memenuhi seluruh halaman istana.


"Leluhur!"


"Ya ampun itu benar-benar leluhur!"


"Akhirnya aku bisa melihat leluhur!"


"Leluhur kami!"


Suara riuh terus berdatangan dari para iblis yang akan menyaksikan upacara kebangkitan. Mereka sangat riang dan bersemangat, membuatku tak bisa menahan senyuman.


「Wahhh ada banyak sekali iblis yang datang」Uriel berseru kagum, aku mengabaikannya dan melihat kerumunan yang ada. Ya sangat banyak.


"My lord, teh nya" Astaroth menyajikan teh dan Asmodeus sudah menghilang entah kemana. Dia memang tak bisa di andalkan, aku harap aku bisa mendapatkan iblis yang dapat di andalkan seperti Astaroth kali ini.


Elvis memberikan sambutan kepada para iblis, dan upacara di mulai dengan pertunjukan.


Para iblis itu melakukan pertunjukan drama perang melawan dewa. Para iblis menonton dengan khidmat dan menikmati pertunjukan.


"Dengan ini, aku akan merebut posisimu" Aktor yang memerankan ku menusukkan pedangnya ke aktor yang berperang dengan dewa. Adegan itu terdengar sangat keren, dan para iblis berteriak menyerukan kemenangan. Tapi perang itu tidak semudah dari apa yang drama itu tampilkan, ada banyak orang yang berkorban dan kehilangan. Suasananya sangat suram seperti berada di ujung kehancuran. Bagaimana pun aku tetap menikmati pertunjukkannya. Begitupun dengan uriel yang terus berceloteh di dalam kepalaku.


「Woahhhh」


「Hajar-hajar!」


「Iblis itu tidak setampan master!」


「Dewa jelek sangat jahat!」


"Sudah lama sejak kita dapat menikmati pertunjukan seperti ini" tanpa sadar aku bergumam, ini bukan diriku. Ini seperti dorongan tubuhku untuk mengatakan ini.


"Ya, sudah lama my lord" Astaroth tersenyum, aku meliriknya dan kembali meminum teh ku.


Setelah beberapa pertunjukan, acara utama akan di mulai. Peti bobrok tua dengan lilitan akar, di pertontonkan ke semua iblis. Para iblis berdecak kagum, tak sabar ingin melihat salah satu leluhur mereka di bangkitkan.


Aku mendekati peti, Astaroth dan Asmodeus yang entah kapan datangnya juga mendampingiku.

__ADS_1


"Buka" perintahku, dan penutup peti itu akhirnya di singkirkan.


Seorang pria berkulit gelap terbaring dengan tenang. Tubuhnya berotot dan wajahnya juga tak di ragukan lagi tampan. Rambut hitamnya tergerai dan kain ditubuhnya tidak dapat menutupi seluruhnya.


"Ohhh Belphegor!" Asmodeus menatap tubuh pria itu dan segera berseru.


Belphegor? Aku melirik tubuh iblis yang bernama Belphegor. Dia sepertinya sangat kuat, oh dan bukankah monster golem itu juga hewan peliharaan dia? Ku harap dia dapat di andalkan.


"Cih tubuhnya masih saja bagus meskipun dia hanya tertidur selama ratusan ribu tahun" Tidak seperti iblis ini yang sibuk mengomentari penampilan orang lain.


"Asmodeus, jangan menganggu my lord" tegur Astaroth dengan sedikit nada mengancam. Dengan teguran itu, Asmodeus akhirnya diam, akhirnya dia diam juga.


"Uriel"


「Aku mengerti master!」Uriel menjawab dengan semangat.


Aku mengulurkan tanganku, dan


Bang


Cahaya cerah menyilaukan langsung memenuhi mata semua orang. Inti kehidupan terbentuk dan masuk ke dalam tubuh Belphegor.


Para iblis itu menatap dengan mata lebar, seolah-olah tak ingin melewatkan pemandangan ini begitu saja meskipun mereka tidak bisa melihat dengan jelas.


Namun,


satu detik


dua detik


enam detik


KENAPA IBLIS INI TIDAK BANGUN?!


「Tidak-tidak, pembangkitan nya berjalan dengan baik. Aku tidak tahu kenapa dia masih belum bangun sekarang」Uriel menjawab, sama paniknya denganku.


"Ekhem" Astaroth terbatuk.


"Tolong serahkan masalah ini padaku my lord" Astaroth berkata dengan senyuman menakutkan. Jangan tersenyum seperti itu!


Astaroth kemudian maju mendekati peti, lalu


PLAK!


Sebuah tamparan keras di layangkan pada wajah Belphegor. Semua iblis di sana kemudian tiba-tiba diam. Aku juga melihat Asmodeus yang tersentak melihat pemandangan itu.


Astaroth, iblis ini. Sangat berbahaya.


"AAAKHHH SIAPA YANG MEMBANGUNKAN KU?!" Iblis bernama Belphegor itu langsung terbangun. Caranya cukup efektif.


"Bangun, my lord ada di sini" Belphegor akhirnya melihat ke arahku.


"My lord?" Belphegor melompat dari peti dan berlutut di hadapanku.


"Aku kembali" Suaranya yang berat terdengar hormat, aku mengangkat sudut bibirku.


"Ya, kau bisa bangun"


"..."


Tidak ada jawaban


Namun suara dengkuran terdengar.


PLAK!

__ADS_1


Astaroth memukulnya kembali.


Aku tidak bisa berkata-kata melihat pemandangan ini.


"Aku tidak tidur!" Belphegor akhirnya bangun dengan kesal.


Jelas-jelas dia mendengkur tadi!


Dia juga tidak normal!


Aku berteriak frustasi di dalam hatiku, aku mencoba untuk menjaga ekspresi ku untuk tetap tetap tenang tapi rasanya aku tidak bisa!


"Aku akan beristirahat" Aku memegang kepalaku yang pusing.


Aku masuk ke dalam istana, dan Astaroth segera menyusul ku.


"My lord, apakah kamu baik-baik saja?"


Kenapa dia mengikuti ku?!


"Ya, aku baik-baik saja. Aku hanya butuh istirahat" jawabku pelan.


Cepat pergi sana, hush hush.


"Baiklah, tolong istirahat dengan baik" Astaroth membukakan pintu dan akhirnya aku tidak bisa melihat bayangannya lagi.


Menjengkelkan!


Aku melompat ke kasur dengan kesal.


Oh tunggu, aku lupa mengeceknya dengan mata iblis ku. Nanti sajalah! Aku masih kesal! Bagaimana bisa semua bawahan Lucifer sangat aneh! Apa yang mereka makan!


Hahhh, aku menghela nafas dengan berat.


"Uriel" panggilku.


「Aku di sini master!」Uriel menjawab dengan cepat seperti biasanya.


"Aku butuh hiburan, ayo kita pergi ke Vitalis"


Benar, aku butuh hiburan! Ayo kembali sebelum malam!


...----------------...


"Hmmm, dia membawa tubuh dari kota elf?" Pria berambut pirang itu kini tengah membaca buku tua di tangannya.


"Astaga, elf tua itu memang tidak berguna" pria itu terkekeh, namun matanya tetap dingin.


Suara gerakan membalikkan buku terdengar jelas di ruangan kosong itu.


"Lucifer, domba kecilku yang malang" Pria itu menyeringai dengan aneh.


...tbc...


—mtchagrl


...----------------...


...ILUSTRASI VISUAL...


...BELPHEGOR...


note: guys author udah nyari-nyari visual yang cocok untuk Belphegor tapi susah untuk nyari yang cocok (╥﹏╥). Dan akhirnya nemu ini! Jadi anggap aja kalau telinganya itu tanduk ya, karena Belphegor masih termasuk ke ras iblis.


__ADS_1


__ADS_2