Menjadi Dewa Di Dunia Lain

Menjadi Dewa Di Dunia Lain
West Rock Covert


__ADS_3

"My lord, maafkan atas kelancangan saya tapi darimana saja anda?" Astaroth memberikan tekanan yang mengerikan.


Ada apa dengan dia?!


"A-aku hanya jalan-jalan" Asmodeus tiba-tiba memberikan tekanan yang sama padaku.


Apa yang salah dengan mereka berdua?!


Aku menatap elvis yang memandangi ku dengan kasihan, sialan.


Tunggu, bukankah aku tuan mereka? Beraninya mereka menggertakku! Setelah menyiapkan mentalku, aku berkata


"Ini urusan pribadiku, dan aku tidak bisa mengatakannya pada kalian"


Dengan perkataan ku tekanan yang di berikan oleh Astaroth dan Asmodeus menghilang.


"Tapi my lord, kami sangat khawatir" Astaroth menatapku dengan sedih.


"Benar, bagaimana jika kamu terluka? Aku tidak bisa membayangkan tubuh indahmu memiliki goresan yang mengerikan" Asmodeus menambahkan.


Telingaku berkedut mendengarnya, karena ini lah aku tidak betah bersama kalian! Bagaimana bisa Lucifer yang asli bertahan memiliki bawahan yang seperti ini, bahkan aku sudah mempertanyakan kesehatan mentalku sekarang.


Hahh aku menghela nafas mengasihani nasibku.


"Yang penting sekarang adalah bagaimana dengan info yang kalian dapat?"


"Memang benar bahwa ada energi iblis di sekitar West Rock Covert, aku belum bisa memastikan siapa itu, tapi aku juga menemukan barrier suci di tengah hutan tersebut" lapor Asmodeus


Barrier suci lagi?


"Uriel, apa elf bisa membuat barrier suci?"


「Tidak, barrier suci hanya bisa di buat oleh manusia」Uriel menjawabku dengan cepat.


Lalu kenapa?


"Kenapa ada barrier suci di daerah kekuasaan elf?" Astaroth bertanya dengan heran.


"Tidak mungkin elf yang sombong itu mau bekerja sama dengan manusia" Lanjutnya.


Aku penasaran, haruskah aku memastikannya sendiri?


"Ayo kita pergi sekarang, hanya kita berempat" Ucapku.


...----------------...


Kami mengenakan jubah hitam yang telah di siapkan Elvis. Begitu mantra teleportasi di selesaikan, kami sudah berada di pinggiran hutan West Rock Covert. Hutan itu memiliki pepohonan besar yang menjulang tinggi, daunnya sangat rindang sehingga dalam hutan tersebut hanya terlihat kegelapan.


"Elf sensitif terhadap energi sihir, jadi kita tidak bisa menggunakan sihir apapun di hutan ini" Asmodeus menjelaskan sambil memimpin jalan. Dia membawa lentera minyak dan berjalan dengan hati-hati.


Asmodeus berjalan dengan pasti, seolah-olah telah mengenal tempat ini baik-baik.


Karena penasaran aku bertanya "Kau sepertinya mengenal hutan ini dengan baik?"


"A-ah aku pernah bermain beberapa kali di sini" Asmodeus menjawab dengan gugup.


Bermain?


Aku memiliki perasaan buruk tentang itu.


"Barrier ini cukup kecil tapi kuat" Asmodeus kembali menjelaskan.


Tanpa di duga seekor monster serigala muncul di hadapan kami.


Srettt

__ADS_1


Elvis langsung menebas serigala itu dengan pedangnya.


"Biarkan aku yang mengurus ini, kalian bisa melanjutkan perjalanan"


Aku mengangguk menanggapi pernyataannya.


Asmodeus terus berjalan di depan, diikuti olehku, dan terakhir Astaroth.


"Di depan sana"


Di seberang sana, terdapat sebuah kota kecil dengan rumah-rumah kayu yang berada di atas pohon. Bak negeri dongeng, sebuah cahaya terpancar dari pohon di tengah bundaran kota.


Di sana tempat barrier berada.


Dan juga


「World tree」


Uriel memberitahu tanpa di minta.


「Elf merupakan pengguna peri elemental, World Tree lah yang menciptakan peri-peri elemental tersebut. Setiap World Tree berbuah, maka peri elemental akan lahir」


Aku mengangguk pada penjelasan Uriel, aku juga melihat peri-peri kecil yang melayang di sekitar para elf.


"Akan sulit pergi ke sana" Aku bergumam.


"Ya, sihir penyamaran juga akan sulit karena elf akan langsung mendeteksinya" Astaroth menghela nafas.


"Kita bisa langsung menghajar mereka bukan?" Pertanyaan Asmodeus membuatku dan Astaroth terdiam.


Apa dia bercanda? Aku lebih suka memilih jalan damai.


"Kita cari cara lain untuk pergi ke sana tanpa menyerang mereka. Untuk sekarang mari kita kembali" mereka berdua setuju dan kita semua kembali ke dunia bawah.


...----------------...


Aku mencoba memikirkan solusi untuk mengambil tubuh iblis di kota elf itu tapi bagaimana? Aku tidak ingin membuat kerusuhan yang menyebabkan permusuhan.


Sialan! Elf yang sombong itu benar-benar merepotkan!


Tunggu, sombong?


Sebuah ide tiba-tiba terlintas di kepalaku. Aku bangun dengan bersemangat.


"Uriel apakah ada monster kuat di hutan West Rock Covert?"


「Ada monster yang bernama Doomgolem yang hidup di hutan West Rock Covert. Tapi para elf dan Doomgolem itu sudah membuat perjanjian untuk tidak menganggu satu sama lain」


Mendengar itu, sudut bibirku perlahan naik.


"Katakan tempatnya"


「Sebuah gua di dekat danau」Uriel menjawab perintahku sambil menunjukkan sebuah peta.


Bagus! Dengan ini rencanaku sepertinya akan berjalan dengan baik?


Sebelum matahari terbit, aku memanggil Astaroth dan Asmodeus ke kamarku.


"Kita pergi lagi ke West Rock Covert" mereka mendengarkan ucapanku dengan baik dan mengangguk samar.


"Apakah kita akan menyerang kota elf itu?" Asmodeus bertanya dengan bersemangat.


Mendengar pertanyaannya aku menyunggingkan senyuman.


"Bukan kita yang akan menyerang"

__ADS_1


...----------------...


Kita bertransportasi di dekat hutan West Rock Covert lagi. Kali ini aku memimpin jalan sambil melihat peta yang di tunjukkan oleh Uriel.


Akhirnya kita semua sampai di sebuah danau jernih dengan air tenang. Permukaan air danau memantulkan cahaya bulan yang belum menghilang. Dengan cahaya dari bulan itu, aku melihat sebuah gua persis tepat di samping danau.


Gua itu terlihat sangat tua dan tak terjamah dengan beberapa tumbuhan yang menjalar di pintu gua. Ada juga beberapa robohan batu besar di sekeliling gua.


Astaroth memotong tumbuhan-tumbuhan itu untuk membuka jalan. Kami melangkah memasuki gua, di temani cahaya lentera yang redup, membuat suasana di gua terasa horror.


Suara tikus dan serangga yang merayap terdengar jelas dan ini benar-benar membuatku terganggu. Sangat menjijikkan.


Melihat ekspresi terganggu ku, Astaroth berinisiatif bertanya.


"My lord, apakah kamu ingin menunggu di luar?"


"Tidak perlu" jawabku sambil menyingkirkan beberapa sarang laba-laba yang menghalangi jalan.


"Sepertinya kita hampir sampai di ujung gua" Ucap Asmodeus.


Aku melihat dinding gua yang mulai melebar dan buntu. Namun, dimana monster itu? Aku langsung melihat sekeliling dengan waspada.


Boom!


Sesuatu jatuh dari atas, dan monster Golem berukuran raksasa itu menampakkan dirinya.


Monster batu itu berjalan dan menyebabkan gempa setiap dia menghentakkan kakinya di tanah.


"Huh?" Asmodeus memiringkan kepalanya dengan bingung.


"Ada apa?" tanyaku.


"Bukankah ini hewan peliharaan Belphegor?" tanya Asmodeus.


"..."


Apa?!


"Benar, ini hewan peliharaan Belphegor" Astaroth menjawab pertanyaan Asmodeus sementara aku menatap Golem itu dengan ngeri.


Raksasa ini seekor hewan peliharaan?


Apa kalian bercanda?


"My lord, apa yang ingin kamu lakukan dengan hewan peliharaan ini?" tanya Astaroth mengalihkan pandangannya padaku.


"H-haha aku berencana membuatnya menyerang kota elf" aku masih syok dengan kenyataan bahwa monster sebesar ini merupakan hewan peliharaan.


Mata Asmodeus bersinar mendengar ucapanku.


"Ide yang sangat bagus! Kita akan menghancurkan kota elf sialan itu HAHAHHAHAHHA" Asmodeus tertawa dengan puas.


"Tidak, aku tidak berencana untuk menghancurkannya" ucapku sambil tersenyum misterius.


...tbc...


—mtchagrl


...----------------...


...ILUSTRASI VISUAL...


...ASMODEUS...


__ADS_1


__ADS_2