Menjadi Dewa Di Dunia Lain

Menjadi Dewa Di Dunia Lain
pretend to be a hero


__ADS_3

Doomgolem itu mengaung dengan keras.


Sepertinya dia menyambut ku?


Begitu aku mendekatinya, golem itu langsung menunduk, membuat kepalanya mudah untuk di gapai. Aku mengusap-usap kepalanya, dan dia mendengkur dengan senang. Golem ini agak seperti kucing.


"Aku mempunyai perintah untukmu" Golem itu terus mendengkur, tapi aku tau bahwa dia mendengarkan ku.


"Serang kota elf itu" perintahku. Begitu aku mengatakan itu, golem itu langsung berhenti mendengkur dan berdiri dengan gagah. Sepertinya dia siap melaksanakannya.


...----------------...


Boom


Boom


Boom


Suara hentakan kaki terdengar di hutan West Rock Covert. Para elf yang mendengar suara itu langsung menjadi waspada.


"Ibu ada apa?" Seorang elf kecil menarik baju ibunya.


"Tidak apa-apa, apakah kamu ingin berjalan-jalan?" Ibu elf itu tersebut lembut namun dia tidak bisa menyembunyikan wajah khawatirnya.


"Siapkan pasukan!" mendengar suara itu, para elf langsung membawa senjatanya dan mengumpulkan anak kecil dan wanita untuk bersiap pergi.


"Kenapa golem itu terbangun?" Seorang penatua elf bertanya sambil mengusap-usap janggutnya yang tebal.


"Kami tidak tahu apa yang terjadi" Seorang prajurit elf menjawab dengan nada khawatir.


"Penatua, kamu harus pergi. Biarkan kami yang menjaga World Tree di sini" para prajurit itu mendesak penatua itu untuk pergi.


"Biarkan aku di sini, tidak perlu ada kekerasan. Masalah ini bisa di selesaikan dengan cara yang baik" penatua elf itu berkata dengan suara yang bijaksana. Membuat para elf itu yakin dengan apa yang dia ucapkan.


GROAARRR


Sebuah auman terdengar dengar jelas dan


BRAKK


Sebuah pohon tumbang di depan para elf itu. Para prajurit elf mengangkat senjata untuk melindungi penatua mereka.


Bersamaan dengan tumbangnya pohon besar, seekor monster golem batu besar muncul di hadapan mereka.


"Tolong tunggu sebentar tuan golem" Suara penatua itu menggema. Golem yang tengah menghancurkan pohon-pohon itu kemudian berhenti dan menatap penatua elf yang hendak bicara.


Namun tak lama, monster batu itu langsung menghantam beberapa elf yang melindungi penatua nya dengan tinju yang terkepal.


Khukkkk


Para elf yang terpental menabrak pohon di belakang mereka, membuat para elf yang tadi percaya diri itu memuntahkan darah yang segar.


Mata penatua itu melebar, sepertinya dia menyadari bahwa tidak ada celah untuk bekerja sama di sana.


"Serang!" Suaranya membangkitkan para elf yang tertegun. Peri-peri elemental langsung mengelilingi para elf dan menembakkan berbagai macam sihir.


Namun sayangnya, sihir sihir itu sepertinya tidak berpengaruh untuk melukai tubuh golem yang keras.


"Jangan berhenti!" Penatua itu berteriak menyemangati prajurit elf yang tengah berjuang.


Sebagian peri elemental mengerubungi prajurit elf yang sudah terhempas dan tubuh mereka mengeluarkan cahaya. Perlahan, tubuh prajurit yang hampir hancur itu mulai membaik dan tulang-tulang yang sebelumnya patah tersambung lagi.


"Terimakasih" Prajurit elf itu tersenyum pada peri-peri elemental yang telah menyembuhkannya.


"kyunggg" peri elemental itu mengeluarkan suara dan mengitari para elf dengan gembira.


Begitu para elf telah di sembuhkan, mereka langsung bergabung dengan pasukannya dan mulai menyerang.

__ADS_1


Boom


Boom


Berbagai macam serangan di lancarkan pada golem itu. Tubuh kerasnya mulai mengelupas dan berjatuhan.


GROAARRRR


Dengan suara itu, golem itu mengamuk dan mulai meninju rumah-rumah kayu yang telah elf bangun. Golem itu terus maju sambil menghancurkan kota elf menjadi hampir tak berbentuk lagi.


Menyadari gerakan golem yang terus maju dengan lambat tapi pasti. Akhirnya penatua elf menyadari sesuatu.


Golem itu menuju world tree!


"AYAH!" Sebuah suara wanita tiba-tiba terdengar.


Penatua itu berbalik dengan kaget.


"Rychell, apa yang kamu lakukan di sini?!" Penatua itu terkejut melihat kedatangan putrinya.


"Aku akan membantu" Elf wanita itu mulai mengangkat busur dan sebuah api muncul di ujung anak panahnya.


Wanita itu menarik busurnya dan


Pranggg


Panah itu memantul ketika mengenai tubuh golem yang keras.


"Pergi!" Penatua elf berteriak dengan panik. Tapi Rychell tidak mendengarkannya dan terus meluncurkan panahnya dengan cepat.


Sretttt


Sretttt


Puluhan anak panah di luncurkan ke tubuh golem, tapi golem itu terlihat tidak terluka sama sekali.


Namun tiba-tiba tangan golem itu terpotong dan jatuh begitu saja di tanah.


Para elf yang melihat itu melebarkan matanya dengan kaget.


...----------------...


Dalam kegelapan, aku mengamati golem peliharaan itu menghancurkan kota elf. Para wanita dan anak-anak di prioritaskan untuk melarikan diri. Sepertinya mereka cukup baik. Namun, aku tahu bahwa aku tidak boleh memiliki hati yang lembut.


Sambil menunggu waktu yang tepat, mata merah ku bersinar di kegelapan. Saat itulah aku menemukan kesempatan.


Srettt


Aku memotong tangan golem itu sebelum mengenai wanita elf yang terlihat hampir menangis itu.


Ketika para elf melebarkan matanya dengan terkejut, aku keluar dari kegelapan diikuti oleh Astaroth dan Asmodeus.


"Iblis!" Seorang elf tua memandangku dengan penuh kejutan dan kewaspadaan. Melihatnya seperti itu aku tersenyum.


"Sepertinya aku menyelamatkan nyawa putrimu?" Tanyaku dengan senyum bermain-main.


Elf tua itu menggertakkan giginya dengan marah. Sudah kuduga, elf tidak suka mempunyai hutang budi.


Dengan satu hentikan jari, tubuh golem itu langsung hancur berkeping-keping. Wajah elf tua itu kemudian menjadi suram.


"Ups sepertinya kau sekarang memiliki dua hutang budi padaku. Pertama aku menyelamatkan putrimu, kemudian aku menyelamatkan kota ini" Mendengar perkataan ku, wajah elf tua itu semakin suram.


"Apa yang kau inginkan?" elf tua itu bertanya sambil menggertakkan giginya.


"Apa yang aku inginkan? hmmm" ucapku bermain-main.


"Sebelumnya aku ingin tahu siapa namamu elf tua?"

__ADS_1


"Tch, namaku Travaran. Aku adalah wali kota" Elf tua itu memamerkan posisinya dengan sombong.


"Sekarang katakan apa keinginanmu?!" Travaran bertanya dengan tak sabar. Melihatnya seperti ini, aku menjadi ingin terus bermain-main dengannya. Tapi aku tidak memiliki banyak waktu.


Kemudian, aku menunjuk world tree yang bersinar di terang di tengah kota.


"Beraninya kamu menginginkan world tree kami!" Prajurit elf berteriak dengan marah.


"Aku tidak menginginkan world tree mu, aku menginginkan sesuatu yang kau sembunyikan di bawah sana" Jelas ku dengan tenang. Sontak Travaran menatapku dengan terkejut.


"Siapa kau sebenarnya?" Travaran menahan keterkejutannya dan bertanya.


"Aku? Aku hanya seorang bangsawan kecil dari dunia bawah"


Travaran menyipitkan matanya dengan curiga atas jawabanku.


"Bagaimanapun jika kau tidak memberikannya padaku, maka aku mengambil dia" Aku menunjuk ke arah wanita elf yang bernama Rychell itu.


"Brengsek!" Para elf berteriak dengan marah sementara aku menatap Travaran dengan tenang.


Aku mengaktifkan skill mata iblis, namun


「Informasi tidak bisa di lihat」


Aku terkejut mendengar suara wanita kaku yang terdengar seperti robot menjawab ku.


"Uriel?" Aku memanggil Uriel dengan pelan.


「Master! Skill ini tidak bisa di gunakan untuk makhluk yang di berkati dewa」Uriel menjawab ku setelah beberapa saat.


Tch, aku mendecakkan lidahku dengan tak senang.


"Apa yang baru saja kau lakukan?" Travaran mundur dengan waspada. Oh aku lupa bahwa elf sensitif terhadap sihir.


"Itu tidak penting, jadi bagaimana keputusanmu?" Aku kembali tersenyum.


"Baiklah, aku akan memberikan tubuh iblis itu padamu" Dia mengatakannya dengan berat, seolah-olah itu adalah keputusan yang sangat sulit.


"Tubuh iblis?! Apa maksudnya ayah?!" Rychell yang mendengar perkataan ayahnya, langsung kaget.


"Aku akan menjelaskannya nanti padamu" Travaran memalingkan mukanya dan menatapku.


"Ikuti aku" Travaran mendekati World Tree, lalu membuka celah barrier suci untuk kami.


"Kalian bisa masuk sendiri" Ucapnya sambil kembali memalingkan muka. Bagaimanapun aku percaya padanya, Uriel telah memberi tahuku bahwa elf tidak pernah mengingkari kata-katanya.


"Ayo" Ajak ku pada Astaroth dan Asmodeus.


"Baik my lord" Mereka menjawab secara bersamaan. Kita pun masuk ke celah barrier.


Sebelum aku pergi menjauh, aku mengatakan sesuatu pada Travaran.


"Ingat bahwa kau masih memiliki satu hutang budi padaku. Aku akan menagihnya nanti"


Travaran kembali menggertakkan giginya, dan kami mulai mendekati World Tree.


...tbc...


—mtchagrl


...----------------...


...ILUSTRASI VISUAL...


...DOOMGOLEM...


__ADS_1


__ADS_2