Menjadi Dewa Di Dunia Lain

Menjadi Dewa Di Dunia Lain
Rahasia world tree


__ADS_3

Kami bertiga mendekati World Tree


Namun,


Shaaaaa


Tiba-tiba pohon itu bergetar hingga daun-daun nya berjatuhan.


"I-itu kau!" Suara yang menggema keluar dari pohon itu.


"Apa maksudmu?" Aku bertanya dengan heran. Apakah world tree ini mengenalku? Rekaman dunia yang ku terima tidak sepenuhnya di tampilkan, aku hanya menerima garis besar kejadian, sehingga rekaman dunia mungkin melewatkan pohon ini.


"K-kau yang membakar pohonku waktu itu!" Suara itu kembali menggema.


"A-ah my lord, aku yang melakukannya" Asmodeus menggaruk kepalanya dengan canggung.


Bajingan ini.


Jadi ini yang dia maksud dengan bermain? Merepotkan saja.


"Maafkan kesalahan temanku, aku ke sini untuk mengambil sesuatu" jelas ku padanya.


"Mengambil sesuatu?"


"Ya, kau pasti tahu apa itu"


"Hmph, tentu saja" ada apa dengan world tree ini? Sikapnya sama seperti para elf itu.


"Kau bisa mengambilnya" Tanah bergetar dan sesuatu mulai muncul dari bawah tanah. Sebuah peti yang di lilit oleh akar pohon muncul dari bawah tanah. Berbeda dari peti mati Astaroth dan Asmodeus yang terkesan mewah. Peti mati itu hanya terbuat dari kayu tua.


Aku menatap peti mati itu, apakah semudah ini?


"Kau jauh lebih mudah untuk di ajak bekerja sama dari yang kuharapkan" Ucapku tak menutup-nutupi.


"Tentu saja, orang yang menitipkan ini mengatakan untuk memberikannya ketika ada seorang iblis yang memintanya"


Orang yang menitipkan? Siapa itu? Aku mengerutkan kening dengan tak senang. Aku tidak suka bertemu dengan misteri seperti ini.


"Bagaimanapun karena tubuh iblis ini, anak-anakku menjadi terpengaruh dan mereka mulai melemah" lanjut world tree.


Apa yang dia maksud adalah peri-peri elemental itu? Kenapa dia masih menerimanya jika itu mempengaruhi peri-peri elemental yang dia lahir kan?


Aku menyadari bahwa ada sesuatu yang salah tentang ini.


"Astaroth, Asmodeus pergi bawa peti ini segera ke dunia bawah" perintahku dengan cepat.


"Tapi my lord, bagaimana denganmu?" Astaroth bertanya dengan sedikit khawatir.

__ADS_1


"Pergi" perintahku lagi dengan tegas. Mereka tidak punya pilihan lain, dan akhirnya pergi dengan membawa peti itu.


Setelah mereka membawa peti itu pergi, aku menatap world tree dengan wajah yang tidak bisa di jelaskan.


"Katakan siapa yang menitipkan tubuh iblis di sini?" Sepertinya world tree merasakan keseriusan dalam ucapanku, sehingga pohon itu terlihat gemetar.


"Aku tidak bisa memberi tahumu" meskipun suara world tree itu terdengar ketakutan, dia masih tetap tidak ingin memberi tahunya padaku.


Aku menjulurkan tanganku ke batang pohon itu, dan kali ini tanah ikut bergetar.


"Katakan atau aku menghancurkan dirimu sekarang juga"


"Meskipun kau menghancurkanku, aku tidak bisa memberi tahumu" World tree itu tetap keras kepala.


"Kenapa?" Aku bertanya dengan sedikit kesal.


"Jika aku memberi tahumu, maka seluruh keturunan ku akan di hancurkan" world tree itu menunjukkan suara putus asa.


Tch, aku tidak suka ini.


Dengan marah, aku pergi kembali ke dunia bawah.


...----------------...


Aku segera masuk ke kamar, dan membanting pintu. Sialan! Aku tidak tahu bahwa ini akan menjadi masalah rumit. Siapapun yang menyegel ataupun menitipkan para tubuh itu pasti bukan orang yang sederhana. Aku memiliki perasaan seperti itu, dan orang itu bukan hal yang baik.


"Akhhh!" Aku merasakan kepalaku akan meledak jika aku terus memikirkannya.


「Apa master baik-baik saja?」dengan suara lolinya, Uriel bertanya dengan khawatir.


"Aku baik-baik saja" setelah beberapa saat aku mulai tenang. Benar, aku masih punya uriel jadi semuanya akan baik-baik saja. Aku mencoba meyakinkan diriku sendiri.


...----------------...


Astaroth dan Asmodeus yang telah kembali lebih dulu melihat bahwa wajah tuannya yang penuh kemarahan saat kembali.


"Apa kau lihat wajah my lord tadi?" Astaroth membuka pembicaraan.


"Ya, apa pohon itu sialan berani membuat my lord kita? Meskipun wajah marah my lord terlihat tampan, aku tetap tidak dapat menerimanya" Asmodeus menjawab dengan serius.


"Haruskah aku membakar pohon sialan itu sekali lagi?" sebuah api kemudian muncul dari tangan Asmodeus.


"Jangan implusif, kita tidak bisa bertindak sembarangan. Kalau tidak kita mungkin akan menyebabkan masalah bagi my lord" Astaroth menenangkan amarah Asmodeus.


"Lalu apa yang harus kita lakukan?" Asmodeus bertanya dengan putus asa.


"Kita hanya harus memperlakukan my lord dengan lebih baik lagi" Ular di tangan Astaroth mendesis ikut memberikan pendapatnya.

__ADS_1


"Baiklah mari kita lakukan!" Asmodeus mengepalkan tangannya dengan semangat.


...----------------...


Kenapa telingaku gatal? Dan aku memiliki firasat buruk tentang sesuatu.


Aku melihat matahari mulai terbit di ufuk timur, akhirnya aku keluar dari kamar dan memerintahkan Astaroth, Asmodeus, dan Elvis untuk berkumpul di ruang kerja yang sudah di siapkan oleh Elvis untuk ku.


Mereka bertiga akhirnya datang ke ruang kerjaku kurang dari 10 detik. Apa mereka tidak terlalu terburu-buru?


"My lord, apa ada sesuatu yang kamu inginkan?" Astaroth bertanya dengan lembut..


"Kamu bisa menyerahkan semuanya padaku juga" Asmodeus membungkukkan kepalanya dengan hormat.


"Aku juga! Aku siap melakukan apa saja!" Elvis mengikuti mereka.


Apa mereka sakit jiwa? Tidak, awalnya mereka sudah sakit jiwa. Jadi apa sakit jiwa mereka semakin parah?


Aku bergidik membayangkan nasibku kedepannya jika memang itu terjadi.


"Aku berpikir untuk membuat acara pembangkitan, para iblis sudah mengetahui mengenai kebangkitan ku, jadi tidak salah untuk membuat upacara pembangkitan yang di lihat oleh seluruh iblis di dunia bawah" Jelas ku tak membuang-buang waktu.


"Sungguh ide yang luar biasa" Astaroth memujiku dengan bangga.


"Bagaimana menurutmu? Apa kau bisa menyiapkan semuanya Elvis?" Aku kemudian mengalihkan pandanganku pada Elvis.


"Kamu bisa menyerahkan semuanya padaku" Ucapnya dengan percaya diri.


"Baiklah, kurasa hanya itu. Kau bisa pergi Elvis. Dan aku memiliki sesuatu yang ingin ku katakan pada kalian berdua" Ucapku dengan serius. Mereka tersentak, dan hawa di ruangan itu menjadi dingin. Elvis segera pergi, dan aku menopang tanganku di meja dengan serius.


"Berapa persen kalian telah memulihkan kekuatan kalian?" Tanyaku setelah Elvis pergi.


"Untuk sekarang saya mungkin hanya memulihkan kekuatan saya sebesar 25%. Sehingga saya hanya bisa memanggil ular-ular kecil untuk membantu saya" Astaroth kali ini berbicara dengan formal dan serius.


"Saya juga hanya memulihkan kekuatan saya sebesar 25% untuk saat ini. Saya juga sudah bisa memanggil Ifrit dan menciptakan beberapa roh api" Asmodeus ikut melaporkan.


Meskipun Astaroth di bangkitkan lebih dulu, kecepatan pemulihannya cukup lambat. Namun dia lebih bisa di andalkan daripada Asmodeus yang cukup ceroboh meskipun memiliki kekuatan yang lebih besar.


"Kita harus memulihkan kekuatan dengan lebih cepat" Aku menyadarkan tubuhku pada kursi dan mengetuk-ngetuk meja dengan jariku.


"Apa ada masalah my lord?" Astaroth bertanya dengan kekhawatiran.


"Tidak ada, hanya untuk berjaga-jaga" Aku mengucapkan kebohongan tanpa mengedipkan mata.


"Ayo bersiap-siap untuk upacara pembangkitan"


...tbc...

__ADS_1


—mtchagrl


__ADS_2