Menjadi Dewa Di Dunia Lain

Menjadi Dewa Di Dunia Lain
Informasi yang mengejutkan


__ADS_3

"Aku telah menolong kalian, jadi berikan aku informasinya" Astaroth menghilangkan kakinya, dan matanya menatap tajam ke arah Sven dan Nevs.


Kedua Centipede itu meneguk ludah "Seseorang pernah menitipkan sebuah peti berisi tubuh iblis ke nenek moyang kami. Kami tidak pernah melihat orang itu secara langsung, tapi mereka mengatakan kepada nenek moyang kami bahwa kita harus melindungi peti itu karena dia merupakan dewa kami" Nevs tanpa basa-basi menjelaskan apa yang dia ketahui.


"Dewa?" Astaroth mengerutkan keningnya. Nama dewa entah kenapa terkesan buruk untuknya, dia teringat dewa yang telah membantai ras iblis dan dewa yang membuatnya harus terpisah dari tuannya.


"Ya, kami percaya akan hal itu. Nenek moyangku pernah mengatakan bahwa ada seorang iblis yang mengendalikan seluruh serangga di dunia ini. Dan iblis itu adalah dewa kami" Sven ikut menjelaskan, namun mendengar penjelasannya pupil mata Astaroth terlihat melebar.


Dia tahu persis siapa iblis itu. Ular di tangan Astaroth juga mendesis ketika mendengar informasi tersebut.


"Lalu apa yang terjadi pada tubuh iblis itu?" Astaroth bertanya, berusaha tetap tenang.


"Seseorang mengambilnya, lebih tepatnya mencurinya. Kami telah menjaga peti itu selama puluhan ribu tahun, namun peti itu tiba-tiba di curi. Tentu saja kami tidak tinggal diam, kami mencarinya bahkan hingga ke dunia manusia. Namun mereka yang pergi mencari peti itu tidak pernah kembali. Karena yang pergi adalah orang-orang yang kuat di ras kami, kami kehilangan kekuatan secara perlahan. Dan keturunan kami melemah. Meskipun ras kami masih menjadi salah satu ras yang terkuat di hutan Fancy Lagoon Covert, itu tidak bisa di bandingkan dengan masa kejayaan kami dulu" Nevs menjelaskan tanpa menutup-nutupi apapun, dia sendiri tahu bahwa dia tidak menyembunyikan apapun dari iblis di depannya.


"Apa hanya itu?" Astaroth bertanya dengan nada sedikit tak sabar.


"Ya, kami tidak tahu tentang keadaan peti itu sekarang"


Wajah Astaroth menjadi masam, informasi ini tidak banyak membantunya.


Sebuah portal kemudian muncul di hadapan Astaroth.


"Ini adalah domainku, hanya ada ular-ular di sana. Namun tempat ini adalah tempat yang cocok untuk kalian, selama di sana berlatih lah sekeras mungkin agar kalian dapat berguna" Astaroth menjelaskan. Sven dan Nevs mengangguk, tidak mempermasalahkan apapun dan mereka berdua masuk ke dalam portal dan menghilang tanpa jejak.


Astaroth menutup portalnya kemudian memijat kepalanya.


Dia bingung, benar-benar bingung. Apa dia perlu menyampaikan informasi ini kepada tuannya atau tidak?


Jika dia menyampaikan informasi tersebut dia yakin bahwa tuannya akan dengan bersemangat mencari iblis itu dan membangkitkan nya sesegera mungkin. Namun, Astaroth tidak ingin melakukannya. Iblis itu adalah satu-satunya iblis yang dia ragukan kesetiannya.


Iblis itu selalu menghilang dan jarang membantu untuk menyerang dewa sialan yang ingin menghancurkan ras mereka. Dan dia tidak pernah melaksanakan perintah apapun. Astaroth selalu waspada pada iblis ini, dia khawatir bahwa iblis itu akan berkhianat. Perbedaan kekuatan mereka sangat jauh, bisa di katakan bahwa iblis itu adalah iblis terkuat setelah tuannya. Dan hal itu lah yang membuatnya khawatir, dia takut tidak bisa melawan ketika iblis itu memilih untuk mengkhianati mereka.


Astaroth menyandarkan tubuhnya di kursi dengan lelah. Mari rahasiakan untuk sekarang.

__ADS_1


...----------------...


Pagi hari aku terbangun karena cahaya matahari yang menyilaukan mataku. Aku menguap dan meregangkan otot-otot ku yang kaku.


Sangat membosankan.


Apa yang harus aku lakukan hari ini? Rencana berpetualang ku gagal karena orang misterius yang membuatku khawatir.


Ck sial, pagi-pagi suasana hatiku sudah menjadi buruk.


Oh ya, aku harus menemui Jeanne. Tapi aku tidak bisa pergi sekarang, aku menunggu Astaroth untuk membawakan sarapanku.


"Jangan menggangguku sampai malam hari" Aku menjelaskan setelah menyelesaikan sarapanku. Astaroth mengangguk tak banyak bicara.


Ada apa dengan dia? Apakah dia sudah sembuh dari sakit jiwanya? Ngomong-ngomong itu hal yang bagus melihatnya seperti ini.


Itu membuat suasana hatiku menjadi sedikit lebih baik daripada sebelumnya.


Seperti biasa, aku mengubah penampilan ku dengan sihir penyamaran dan aku bertransportasi ke Vitalis City.


"Kita akan melakukan pemberantasan Centipede, sudah ada banyak party yang berkumpul untuk melakukan misi ini" Jeanne berkata dengan semangat.


"Ini akan menyenangkan, kita tak boleh melewatkan hal ini" Frank tertawa terbahak-bahak sambil bertolak pinggang.


"Kita pasti akan mendapatkan uang yang banyak dengan misi ini" Nan ikut berbicara, matanya berbinar membayangkan berapa banyak uang yang akan dia terima.


Sementara Meriel hanya diam, seolah-olah bukan dari bagian kelompok. Aku menemukan dia sangat mencurigakan, ada sesuatu yang dia sembunyikan, aku yakin akan hal itu.


「Master! Gadis itu bukan manusia」tiba-tiba Uriel berbicara dan menyampaikan informasi tersebut padaku.


"Apa kau yakin?" Aku mencoba memastikan.


「Tentu saja! Uriel tidak pernah salah」Aku bisa mendengar suara Uriel yang penuh dengan kebanggaan. Aku tidak tahan dengan sistem sombong ini.

__ADS_1


Aku mencoba mengaktifkan mata iblis ku pada Meriel.


Name: Meriel


Female/4200 y.o


Ras: Dark Elf


Level: 1.528


Gadis ini lebih kuat dan lebih tua dari pada Centipede yang Astaroth bawa! Aku terkejut melihat informasi ini, dan hampir tidak bisa mempercayai mataku.


"Uriel, katakan padaku sedikit informasi mengenai dark elf" Setelah tenang akhirnya, aku berbicara pada Uriel.


「Dark elf awalnya adalah seorang elf yang menyimpang dari ajaran dewa dan menyerap energi iblis. Biasanya dark elf akan tinggal di bawah tanah, agar terhindar dari pengawasan dewa」Uriel menjawab dengan singkat dan jelas.


Sekarang pertanyaan ku adalah, kenapa ada dark elf di dunia manusia? Apa tujuannya? Anggota party lain sepertinya tidak tahu identitas nya yang sebenarnya. Terlebih, dia benar-benar mengasingkan diri. Bukti bahwa dia takut jika identitasnya akan terungkap.


Sepertinya ini akan menjadi pekerjaan tambahan ku untuk mencari tahu hal ini. Jika dia mau bekerja sama, mungkin dia akan membawa banyak informasi yang berguna.


"Hei apakah kau pernah dengar rumor bahwa hutan Fancy Lagoon Covert adalah hutan yang pernah di huni oleh dewa serangga?" obrolan seseorang tiba-tiba menarik perhatianku. Aku memfokuskan pendengaran ku ke arah mereka.


"Dewa serangga? Jangan berlebihan itu hanya seorang iblis yang menjijikkan"


Iblis? Aku semakin menajamkan pendengaran ku.


"Ya para iblis itu benar-benar bodoh karena berani melawan dewa"


Mendengar perkataan itu, entah kenapa hatiku menjadi sakit. Keinginan untuk membunuh muncul dari dalam pikiranku, tapi aku mencoba menekannya.


"Benar, entah sekeren apapun gelarnya iblis tetaplah iblis. Mereka makhluk yang menjijikkan"


Bajingan! Aku akan membunuh mereka! Tanpa sadar aku sudah menyebarkan benang kematian ku.

__ADS_1


...tbc...


—mtchagrl


__ADS_2