Menjadi Dewa Di Dunia Lain

Menjadi Dewa Di Dunia Lain
Prince of Lust


__ADS_3

Hari ini adalah hari keberangkatan kami. Meskipun begitu, ada masalah yang terjadi. Ular yang Astaroth kirimkan ke pegunungan itu tidak pernah kembali ataupun memberi kabar.


Karena itulah, Astaroth sempat menentangku untuk pergi. Tapi setelah aku yakinkan, dia akhirnya setuju untuk pergi. Jika kita tidak pergi, bagaimana kita bisa tahu apa yang terjadi bukan?


Elvis dan beberapa ksatria yang levelnya sudah meningkat juga akan ikut bersama kami.


Di aula istana yang megah, kita berkumpul. Sementara aku, Astaroth, dan Sistem melafalkan mantra transportasi besar-besaran. Kita pun akhirnya tiba di kaki pegunungan berapi.


Aku terbang dan melihat keadaan dari atas. Ada satu kawah yang di kelilingi oleh tiga gunung berapi aktif, di tepi kawah terdapat api yang berkobar dan di tengah kawah terdapat sebuah peti berwarna merah keemasan dengan ukiran-ukiran kuno.


Aku turun kembali ke rombongan, Astaroth langsung menghampiriku begitu aku turun.


"My lord" aku menatapnya dan bertanya,


"Apa ada?"


"Saya menemukan mayat ular yang saya kirim kemari"


"Mayat?" Aku bertanya dengan kaget.


"Benar, pegunungan ini sepertinya dilindungi oleh barrier suci" Astaroth kembali melaporkan.


"Para manusia sialan itu berani-beraninya memasang barrier pada tubuh pangeran neraka" Elvis menggertakkan giginya.


"Sistem apa itu?"


「Barrier suci adalah Barrier yang diciptakan oleh manusia untuk menghalangi iblis masuk ke dalam suatu tempat. Tapi master, membuat Barrier suci membutuhkan banyak energi sihir yang sangat besar」


Jelas sistem padaku, aku mengangguk samar pada penjelasannya.


"Apa aku bisa menghancurkannya?" Tanyaku kembali.


「Tentu saja!」


Aku mendekati barrier suci itu dan menyentuhnya dengan tanganku. Aku merasakan aliran listrik yang menyengat tanganku tapi itu sama sekali tidak sakit.


Aku menyalurkan sihir ke dalam barrier untuk menghancurkannya, sistem membantuku menyebarkannya ke seluruh dinding barrier.


Terdengar suara retakan yang keras ketika aku menyalurkan energi sihir, semakin lama suara retakan terdengar lebih banyak dan akhirnya barrier itu hancur begitu saja.


Elvis dan bawahannya memandangku dengan takjub tanpa berkedip. Dan Astaroth menganggukkan kepalanya dengan bangga, ular di tangan kirinya juga terus mendesis seakan memujiku.


"Mari kita pergi"


...----------------...


Kita tiba di tengah kawah, para ksatria yang di bawa oleh elvis mendorong penutup peti mati.


Di dalam peti mati tersebut terdapat seorang wanita cantik, ah tidak itu pria cantik dengan wajah halus dan rambut pendek merah menyala. Dari tangan hingga lehernya dipenuhi oleh tatto merah indah.


「skill 'mata iblis' di aktifkan」


Name: Asmodeus


Male/127.000 y.o


Ras: iblis

__ADS_1


Level: 739.400


Aku terkejut begitu melihat levelnya, pria chibi dengan wajah seperti wanita ini lebih kuat dari Astaroth? Ini sulit di percaya.


Aku mendekati peti mati dan menatap wajah Asmodeus yang menutup matanya itu.


"Sistem bantu aku" aku bergumam pelan.


「Yes master! ╰(*´︶`*)」


Aku perlahan menjulurkan tanganku ke tubuh Asmodeus, sama seperti bagaimana aku membangkitkan Astaroth, cahaya hitam keluar dari tanganku dan membungkus tubuh Asmodeus.


Setelah semua cahaya itu terserap ke dalam tubuh Asmodeus, inti kehidupan terbentuk. Aku mengambil inti kehidupan Asmodeus dan mengangkatnya.


"Bangkitlah, Prince of Lust Asmodeus"


Tubuh Asmodeus melayang dan inti kehidupan mulai memasuki tubuhnya. Tak lama mata yang terpejam itu terbuka, memperlihatkan pupil mata merah rubi yang indah. Asmodeus turun dan berlutut di depanku.


"Saya kembali, my lord" dia mengangkat wajahnya sambil tersenyum.


"Ah wajah my lord selalu terlihat sangat tampan. Keindahan ini, akhirnya, akhirnya aku bisa melihatnya kembali" Asmodeus menatapku dengan pipi yang memerah.


Dia tidak normal!


Aku melihatnya dengan ngeri, kupikir Astaroth yang selalu memandangi ku ketika aku tertidur adalah yang terburuk, ternyata ada yang lebih buruk! Sial sial sial aku ingin mengutuk dengan keras.


Bukankah biasanya cerita protagonis isekai selalu di kerubungi wanita? Kenapa aku tidak! Aku malah mendapatkan pria-pria sakit jiwa! Cuih cuih tidak adil.


"Berhenti menatap my lord dengan tatapan menjijikan seperti itu Asmodeus" Astaroth berbicara dengan dingin pada Asmodeus.


"Heh tentu saja" Astaroth tersenyum mengejek.


"Sial, kenapa bocah seperti mu harus di bangkitkan pertama kali?!"


"Lihat tubuhmu dan katakan siapa yang bocah?!"


"Apa kau baru saja menghina tubuh indahku?!"


"Hahhh hentikan kalian berdua" aku menyela pertengkaran mereka, kepalaku sakit saat ini. Aku memikirkan apa yang akan terjadi di masa depan dengan dua pria sakit jiwa ini.


Ah apakah tidak ada tombol menyerah?


"Kita kembali dunia bawah sekarang" perintahku.


•••


Di tempat lain seorang pria dengan rambut pirang dan jubah putih sedang meminum teh dengan elegan. Matanya tertutup menikmati aroma teh dan kakinya menyilang dengan santai.


"Tuan, salah satu barrier hancur" seorang prajutit melapor padanya.


Perlahan mata dengan pupil emerald itu terbuka, matanya dingin dan tak bisa menyembunyikan kekejaman yang ada.


"Apa mungkin dia telah bangkit?" Ucapnya main-main. Senyumannya tersungging dan tangan yang mencengkram gelas itu mengencang.


Pranngg


Gelas itu hancur berkeping-keping, prajurit yang melaporkan kejadian tersebut langsung bergetar ketakutan.

__ADS_1


"Mari kita lihat langkah dia selanjutnya"


...----------------...


"Jadi kau putra Hades?" Asmodeus berbincang dengan Elvis ketika kita sedang makan siang bersama di istana.


"Benar pangeran" Elvis terus menjawab segala pertanyaan Asmodeus yang tak pernah berhenti itu.


"Dulu Hades adalah anak yang sangat imut dan cengeng, dia akan menangis ketika melihat persephon didekati iblis lain. Hahahaha apa kau ingat itu Astaroth?"


"Aku tidak tertarik pada hal seperti itu dan juga perhatikan sopan santunmu" Astaroth memotong steak tanpa memperhatikan Asmodeus.


Aku terus menguping percakapannya tapi sungguh, yang Asmodeus ceritakan selalu tentang kisah cinta para iblis di zaman dahulu. Itu membosankan, aku kagum pada Elvis yang dapat mendengarkan ceritanya dengan wajah serius.


"Asmodeus istirahatlah dengan baik malam ini, lalu bantu Astaroth untuk mengumpulkan informasi tentang tubuh teman kita yang lain. Aku berencana untuk berpetualang sambil mencari informasi, jadi kemungkinan setelah kita mendapatkan informasi baru, kita mungkin tidak akan kembali lagi ke sini sampai semua teman kita di bangkitkan"


Setelah makan siang, aku menceritakan rencanaku pada Astaroth dan Asmodeus di kamarku, mereka mendengarkanku dengan serius. Terkadang mengangguk pada penjelasanku.


"Dimengerti my lord, kalau begitu kita pergi dahulu. Tolong beristirahat dengan baik" setelah mereka meninggalkan kamarku, aku langsung berguling-guling di kasur dengan nyaman.


"Ah lelahnya"


"Ngomong-ngomong sistem apa kau pikir kau butuh nama panggilan atau sesuatu?" Tanyaku, lebih baik menggunakan nama panggilan daripada sistem agar lebih nyaman.


「N-nama panggilan? (灬º‿º灬)」


"Ya, apakah kau membutuhkannya?"


「J-jika master memaksa mungkin aku harus memiliki nama panggilan(> ਊ <)」


Siapa yang memaksa? Sistem ini hanya ingin memiliki nama panggilan saja bukan?


"Dengan nama apa kau ingin di panggil?"


「T-tolong beri aku nama panggilan master! ✧(>o<)ノ✧」


Kenapa jadi aku yang harus menamainya? Haruskah aku menamainya G**gle? Fungsi mereka cukup mirip bukan?


Tidak-tidak, aku akan terdengar jahat.


Dari tingkahnya dia terlihat seperti wanita.


Hmmm, aku memikirkannya dalam-dalam dan sebuah nama melintas di kepalaku.


Uriel, itu nama salah satu malaikat yang cukup bagus.


"Baiklah namamu Uriel"


「Evolusi dilakukan!」


Eh?


EH?!


...tbc...


—mtchagrl

__ADS_1


__ADS_2